Oke kawan terimakasih atas kunjungan di blog ramakertamukti.wordpress.com, cuman bila mengambil artikelnya jangan lupa nyebutin muasalnya ya…sobat thanks…
Wassalam
“Allah menciptakan skenario lain untukmu Ram…” ujar kawan sebelahku. Kata-kata itu seperti menohok ulu hati ini secara segera, ketika aku menceritakan masalahku pada dia.
Allah berkuasa atas kita, tetapi seringkali kita merasa kita yang menguasai diri kita sepenuhnya. Kita merasa yakin kemampuan berpikir dengan logika dan kemampuan fisik kita, dapat mengendalikan apa yang terjadi pada diri kita. Hari ini aku banyak melihat sesuatu hal yang sangat berkesan. Pertama, bagaimana cerita Mahasiswiku yang sedang berjalan ditabrak oleh seseorang yang mengendarai motor padahal dia berjalan di pinggir tetapi apakata… tetap saja ada roda motor yang berjalan tidak sesuai arah menuju dirinya, sehingga ia harus melangkang menggunakan tongkat karena sang roda telah menghantam kaki tercintanya. Kalau dipikir secara logika kan tidak mungkin ada roda yang sudah diarahkan…tau…tau berbelok arah ke pinggir karena sang pembawa motor ngantuk. Lalu ada Mahasiswa yang datang menghampiriku ingin menanyakan tentang sisi negatif dirinya dan menganggap diriku bisa memahami sisi negatif dirinya. Memang sih, ketika kuliah dulu aku banyak belajar tentang Psikologi hingga belajar tentang garis tangan seseorang dari seorang teman walau aku tahu banget (dan yang ini tak kupratekkan takut banget ama yang diatas) …Membaca garis tangan sebenarnya bagian dari tindakan syirik, yaitu meramal nasib. Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah ‘arrafah. Perbuatan seperti ini secara aqidah tidak akan pernah dibenarkan, lantaran nasib dan taqdir setiap orang hanya ada di sisi Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, karena semua itu hal ghaib serta menjadi rahasia Yang Maha Kuasa…..
Mahasiswaku ini merasa yakin bahwa apa yang kukatakan itu benar adanya…padahal yang tahu diri kita ya…diri kita…(secara logika) lagi-lagi aku sadar di dunia ini tidak hanya logika yang turut masuk dalam konsep pemikiran. Tangan Allah pun berjalan atas hidup kita. Cintailailah dengan sangat tuhan kita itu dengan selalu memanggilnya tiap saat… agar kita dapat meminta yang diatas selalu memberi perhatian lebih pada diri kita. Siang itu, mahasiswaku kuberi motivasi yang lebih agar dia mengerti hidup bahwa hidup harus selalu menantang angin agar “Hidup ini lebih hidup…” Jadilah mutiara walau di hamparan lumpur…jangan larut olehnya.
Yah…dosen sekarang dianggap bodoh, mahasiswa sekarang menganggap transfer ilmu haruslah diluar kelas karena menciptakan indera lebih “sensi” terhadap kehidupan sosial…ckckc…kata-kata yang ndak membumi…sepertinya luar biasa tetapi kenyataannya banyak disalah artikan kebebasan kata-kata tersebut. Kontinuity mendengar orang yang kita rasa menjadi sumber ilmu sekarang mulai ditinggalkan…kebebasan mencari ilmu menjadi nilai yang sekarang diagung-agungkan…kata-kata mahasiswa “ilmu bia dicari di internet kok…biarin aja ndak masuk…cukup klik di-google…semua beres kok !” menjadi kata-kata dashyat yang menghujam ulu hati mahasiswa yang mengangungkan Teknologi…entahlah…apakah besok sang “guru” di-delete saja ya????
(illustrasi :komik ngampus-wahyu aditya)
Promosi Melalui Internet
Komunikasi pemasaran adalah salah satu dari empat elemen utama bauran promosi perusahaan. Pemasar dan pengiklan harus tahu bagaimana menggunakan media internet sebagai iklan, promosi penjualan, punlisitas dan penjualan personal untuk mengkomunikasikan suatu produk atau jasa beserta nilainya kepada konsumen/ klien yang dituju.
Continue reading ‘Promosi Melalui _Internet : alternatif saluran KomPemasaran’
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PANITIA UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL TA.2011/2012
Kode / Mata Kuliah : 153151392-150/ Komputer Grafis
Kelas : L
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Dosen Pengampu : Rama Kertamukti, M.Sn
Hari / Tanggal : Rabu, 18 Januari 2012
Sifat Ujian : Tugas Praktek/ Take Home
Perhatikan :
Tugas :
Buatlah Karya Desain Grafis, berupa :
Kegiatan Komunikasi itu sendiri bisa diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberikan atau untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku baik secara langsung (lisan) maupun tak langsung. Pengertian komunikasi tersebut mengandung suatu tujuan yakni memberitahu atau mengubah sikap, pendapat atau perilaku. Jadi, ditinjau dari segi si penyampai pernyataan, maka komunikasi merupakan tujuan yang bersifat informatif dan persuasif. Komunikasi persuasif lebih sulit dari pada komunikasi informatif, karena memang tidak mudah untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku orang. Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut, Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
Atribut Lokal Sebagai Ujung Tombak Strategi Media
Buatlah media majalah 12 halaman dengan bentuk sesuai dengan kreasi masing-masing. buatlah dalam program indesign untuk illustrasi disesuaikan dengan tema artikel. Bila ada penambahan bahan artikel, foto, illustrasi, atau apapun sangat diperbolehkan untuk mengurangi area kosong dalam layout. bila ada yang tidak mengerti silahkan via phone….
kirim karya design ada dalam bentuk file pdf ke : kawanrama@gmail.com. sesuai dengan jadwal ujian masing-masing.
untuk ujian tulisnya ini adalah file untuk bahan ujian :
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
FAKULTAS PSIKOLOGI DAN ILMU SOSIAL BUDAYA
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER GASAL 2011/2012
Mata kuliah : Produksi Media Internal
Sifat Ujian : take home
Dosen Pengampu : Rama Kertamukti, M.Sn Continue reading ‘Ujian media Internal UII 2011′
Gue suka cara ngeritik ini orang…banyak mahasiswa kita yang cuman bisa bicara demokrasi tanpa mengerti apa yang dia mau-in…sukur kalo ngerti arti demokrasi (minimal secara akademik bisa dipertanggungjawabkan) tetapi apalah arti tanpa bisa bermanfaat untuk orang lain…Kritik banyak tersanding buat mahasiswa yang suka berteriak tanpa memberi arti positif bagi lingkungan sekitar bukan kita anti mahasiswa demo loh sama sekali ndak! tatpi mbok ya-o kalo teriak …IPK juga naik jadi besok kalo jadi pejabat bisa jadi pejabat “gede” dan ngerubah nie negara…kalo IPK jeblok dan keluar kan cuman jadi madesu…bukan berarti IPK itu penentu segalanya…tetapi apakata saya diawal…janganlah cuman bisa berteriak demokrasi tetapi ndak bisa ber-kreasi….
Segala sesuatu dimulai dari melihat. Karena sesuatu baru ada ketika kita melihatnya. Dari melihat lah muncul penafsiran, walau pada awalnya masih samar-samar, tidak jelas, atau menampak tidak punya makna apa-apa. Penafsiran mulai mengaktual ketika dimasukkan dalam ruang visual dimensi mata kita sebagai stimuli indera. Sesungguhnya penafsiran itu ada di sekitar kita, bahkan yang berdetak dalam diri kita seperti degup jantung dan rasa nafas kita sekalipun. Sumber-sumber penafsiran ada di dalam kesekarangan dan kedisinian kita. Masalahnya adalah sudahkah, atau maukah kita melihat, mendengarkan, merasakan, mencecap apa-apa yang ada pada dan di sekitar kita? Itulah kata-kata yang saya terima ketika mengenal bahasa “seni” dari Dwi Marianto ketika kuliah dulu, walau tafsiran itu sering ku tak mengerti…
Keberanian menjejak kumpulan karya seni di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dalam frame “Biennale Jogja XI-Equator#1 – Shadow Lines : Indonesia Meets India” menyadarkan langkah ini bahwa seni dapat berasal dari langkah berani untuk mengenal dan membuka dimensi indera, untuk mengenal hasil cipta manusia, mengenal estetika kehidupan selain ruang matematis-ilmiah. Ruang visual sudah terbuka ketika kuparkirkan motor shogun, disertai hujan dibulan Desember diriku berlari kecil menuju pelataran seni Bienalle, di pelataran TBY ini, simbol-simbol seni mulai diperkenalkan bahwa ruang ini membawa orang-orang yang datang untuk saling berkumpul dan mengenal dua budaya. Jelas terlihat dalam tema yang diangkat di ruang Biennale Jogja di TBY berupaya untuk mempresentasikan nilai-nilai Ke-In (dalam) -donesia dan –dia, dimana seniman dari dua Negara menerjemahkan dan menafsirkan kondisi kekinian mereka, mereka memantulkan pengalaman personal mereka dan juga kondisi wacana politik yang terjadi didalam ruang pengalaman mereka sehari-hari.
Continue reading ‘Sejenak Mengenal “Seni” dari Ke-In-(donesia/ dia) : Di Biennale Jogja XI’
Efektivitas Iklan Suatu iklan dapat dikatakan efektif, apabila tujuan dari periklanan tersebut dapat tercapai atau terlaksana. Purnama 2001 menyatakan bahwa : “Tujuan dari pembuatan iklan harus dapat menginformasikan, membujuk dan mengingatkan pembeli tentang produk yang ditawarkan oleh perusahaan melalui media iklan tersebut”. Handoko, menyatakan bahwa ada beberapa kriteria dalam menilai efektivitas, yaitu :
a. Kegunaan,
b. Ketepatan dan Objektivitas,
c. Ruang lingkup,
d. Efektivitas biaya,
e. Akuntabilitas, dan
f. Ketepatan waktu. Continue reading ‘Efektivitas Iklan…(sebuah cerita ilmiah)’
ini tutor yang mngkin dapat menjadi rujukan, sedangkan untuk memasukkan file flv (film flash) kedalam lembar kerja kita, sudah saya oprek di Flash MX tahunya tidak bisa tetapi bisanya di Flash 8…nanti kita belajar kembali ya….
Berkarier di bidang Periklanan adalah sebuah karier yang unik, antara seni dan teori berkaitan disana. Seseorang menyukai karya sebuah iklan, bukanlah sebuah persoalan sederhana dalam mengartikannya. Kehidupan menggali ide kreatif selalu harus ada dalam berkarier di periklanan. Ada seorang teman dari sebuah radio terkenal di Yogyakarta, dia bertanggungjawab penuh dalam pengelolaan program siaran diradionya, pernah bertanya pada saya. “Apa sih maksudnya kreatif itu? Berkali-kali saya suruh penyiar saya untuk kreatif tetapi mereka bingung siaran yang kreatif itu bagaimana”. Kreatif-kreatif apa sih kreatif, kalau kata guyon mataraman sih kere sing aktif…ya ndak? Kreatif sih menurut saya adalah create yang aktif. Kita selalu disibukkan dengan kegiatan yang kita bisa dan dapat menghibur orang lain, dan harus selalu fresh! Ya…Fresh, gimana rasanya roti yang baru keluar dari oven, baunya, warnanya memikat bukan?
Ada hal yang mendasar orang bisa disebut bekerja secara kreatif, dia selalu melakukan atau percaya pada intuisi. Pada dasarnya tiap manusia memiliki intuisi, dia selalu dapat menduga memprediksi apa yang seharusnya dia lakukan, cuman kita seringkali tidak mau mendapat resiko dari prediksi kita. Kita cuman mau diwilayah aman-aman saja (safe zone) yang penting untung dan jalan, payah! Resiko selalu kita hindari, kalau perlu kita jauhi jangan mendekat dari kehidupan kita. Di Indonesia pekerjaan PNS menjadi idola bagi beberapa (mayoritas sih kalau mau diomongin) orang, karena dari segi nyaman, wuih! nyaman banget, kerja nggak kerja dapat gaji, nanti tua langsung dapat pensiun, nyaman banget ya? Di dunia periklanan mau kerja gini ya tidak akan pernah ketemu kita.
Di dunia iklan kita dididik menjadi penerjemah mimpi seseorang, lebih dekatnya sih Target Audience kita, kita lebih mengerti mereka dibanding mereka sendiri, hebat coba! Kalau kita cuman menunggu mereka pengen apa ya masalah, karya kita enggak pernah diterima mereka, tapi ya cuman itu, pendekatan kita harus selalu personal and emotional oriented. Hasilnya Target audience kita senang…kita ya pastinya senang juga, iya enggak sih. Dalam buku Inside the Minds: The Art of Advertising, karangan Joe Grimaldi CEOs from BBDO. Dikemukakan banyak hal mengenai kegiatan kreatif, intinya adalah ekploitasi kegilaan kita mengenai estetika kesukaan Target audience, ilmu tentang tetek bengek periklanan kita peras habis-habisan dan disiplin…bisa enggak disiplin? Menggapai masa depan bukan hil yang mustahal kok! Sadarlah, mimpi itu dekat dengan kita, hari ini hujan tidak? kita pasti bisa jawab dengan apa? Ya…melihat tanda-tanda cuacakan, kita menjawab hujan atau tidak bukan menunggu kita kehujanankan, konyol! Bila kita ingin menggapai apa yang disukai target audience, ya…pelajarilah kesukaan Target Audience dengan sisi emosional mereka, kita sedang mempelajari tanda-tanda dari mereka. Nah, itulah iklan, kita di dunia periklanan. Bahasa konotatif, bo!
Periklanan membutuhkan orang-orang yang ingin memetik masa depan untuk sebuah entertainment dunia. Iklan seharusnya menghibur, walau menjual itu harus. Tetapi unsur menghibur adalah hal yang harus menjadi unsur yang tak terlupakan. Kreatif is unimpossible kok, jadilah diri kita menggapai masa depan, selalu berpikir kearah depan, jangan nunggu…emang bis. Banyak temen-temen mahasiswa bertanya pada saya, kreatif itu kita harus ngapain? Kalo udah membaca awal tulisan ini ya. Pertama ambil pena atau pinsil, pengen apa kamu untuk memajukan dirimu di dunia iklan ini dan lakukan setelah menulis itu, bukan cuman disimpan dibawah bantal. Bisa? Dan yang kedua, ketiga, keempat? Enggak ada…just do it!
Mendengar lagu baru GIGI “cintailah cinta mereka” merasa bahwa hidup ini diciptakan untuk yang “terbaik” bagi semua. Seringkali kita tidak tulus menatap diri kita dan lingkungan, karena merasa orang lain lebih berharga daripada diri kita sendiri. Satu saat kita mendapatkan cobaan untuk menjadi yang terbaik! Hidup akan menjadi semakin berharga dengan kita melihat diri dan lingkungan diciptakan untuk menjadi sesuatu yang terbaik karena Allah ndak mungkin menciptakan kita untuk turun ke bumi, kalau diciptakan dengan “adonan” yang tidak terbaik…istilah adonan kue …Bantat…ndak mungkin kan? Allah maha sempurna jadi ciptaannya pasti yang terbaik. Ada teman dekatku sewaktu di sekolah menengah atas merasa rendah dihadapan teman-teman sekolahnya dulu karena kehidupannya dianggap tidak berhasil karena dia mengalami kesulitan hidup menurut dia lho…yang pertama dia menikah dengan seseorang dan dianugerahi dua anak tetapi sang suami meninggal karena kanker otak kemudian dia menikah kembali dengan seseorang dan dia menganggap tidak diberi rejeki “banyak” dan dia malu bertemu dengan teman-teman lain…apakah seperti itu kehidupan…kayaknya ndak fair yah…hidup itu tidak ada yang merasa memiliki kok…yang punya yang diatas, kita cuman menjalani skenario yang Allah buat. Punya dan kepunyaan adalah sebatas pandangan kita…kita adalah ciptaan yang diatas yang “terbaik”. Terbaik berarti dia bisa menentukan langkahnya…bukan hanya sekedar menerima angin lewat tanpa berani melawan sang angin. Sang angin adalah kisah hidup…sekali lagi kita adalah yang terbaik jadikan kita memang yang terbaik jangan menyerah untuk berjuang menjalani hidup.
Adakalanya secara Jujur… memang, untuk memandang dan menghargai teman sebagai sesuatu yang terbaik, memang sulit. Bahkan menyamakan diri kita dengan mereka pun cenderung kita sulit, seringkali ketika kita dijadikan yang “terbaik” kita merendahkan mereka alias orang lain…kita merendahkan teman dan lingkungan kita. Sadarlah, sebenarnya kita sedang merendahkan “sang pencipta” teman dan lingkungan kita yang “Maha,” ….wah…hebat bener yah kita berani ngehina seperti itu…percayalah kita memang yang terbaik cuman kita lupa untuk menjadi yang terbaik…Allah memberi jalan kehidupan untuk dilalui…dan percayalah kita dapat melaluinya…
Download file diatas, kemudian telaah sesuai dengan kategori yang ada di powerpoint…bandingkanlah dan beri penjelasan kemudian ambil kesimpulan, iklan mana yang lebih efektif…beri penjelasan!
Iklan yang ditelaah:
Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli inderawi (sensory stimuli). Sensasi adalah bagian dari persepsi. Persepsi, seperti juga sensasi ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional. Faktor lainnya yang memengaruhi persepsi, yakni perhatian.
Televisi merupakan media audiovisual yang canggih. Dengan menggunakan dua elemen kekuatan sekaligus yaitu audio dan visual menjadikan televisi sebagai media promosi yang sangat mahal. Sebuah tayangan 60 detik saja akan dapat disaksikan serentak oleh puluhan juta bahkan ratusan ribuan juta pasang mata di seluruh dunia.
Program di televisi memiliki kekhasan tertentu yang mempengaruhi pemirsanya. Dengan demikian , pemirsa terbagi pada program televisi yang disukainya. Misalnya, acara film anak-anak pada pagi dan petang hari menjangkau khalayak anak-anak. Acara memasak, sinetron, dan kesehatan menjangkau ibu-ibu rumah tangga. Dan acara diskusi politik, berita, film-film detektif menjangkau para pria berpendidikan.
Yang jelas media televisi merupakan media audiovisual sehingga estetika yang dituntut menyangkut indra pendengaran dan penglihatan. Untuk itu copywriting untuk iklan televisi memiliki karakteristik tertentu. Continue reading ‘membuat iklan TV (=tipi)’
ini berita dari CCI :
Bagi rekan-rekan yang ingin acara CSRnya ingin diliput dan dipublikasikan
silakan hubungi kami
http://108csr.com
email centre : contact@108csr.com
Alamat Kantor :
Jl. Duri Raya 39, Duri Kepa, 11510, Jakarta Barat
Telp : 021-56960668
Fax. : 021-56967128
Ada aspek lain yang perlu diperhatikan, yaitu hubungan antara desain dan kondisi sosial ekonomi masyarakat tertentu. Worsley (Introducing Sociology 2nd ed., 1977) menyebut sosiologi sebagai studi terhadap ‘masalah-masalah sosial’ yang dapat dijadikan titik tolak seorang desainer untuk memutuskan metode dan issue yang akan digunakan untuk mengeksekusi sebuah pekerjaan untuk pengsa pasar tertentu. Lebih lanjut dia menulis: “Since sociology emerged largely in the context of movements of reform or modernisation, we tend to retain nineteenth-century conceptions of social sciences as the study of ‘social problems’. More than that, we retain nineteenth-century definition of only certain kinds of issues as social problems; deliquency and crime, unemployment, disease, malnutrition, poverty, drug addiction, alcoholism, prostitution, bad housing, sexual deviance, divorce, etc.” (Worsley, 1977:52) Continue reading ‘Perlunya aspek Desain untuk Men”Drive” Konsumen’
Sebelum masuk lebih jauh, perlu dimengerti dulu arti kata ‘desain’
karena ada semacam kesulitan dalam menggunakan kata ‘desain’ untuk mengacu kepada suatu kegiatan yang cukup luas artinya, baik itu berupa hasil dari sebuah keputusan desain ataupun aktivitas mendesainnya sendiri. Penjelasan dari kamuspun terbatas artinya; pada kenyataannya kata ‘desain’ juga diterapkan terhadap produk dari rencana yang ada dalam pikiran, bukan hanya berupa satu set gambar atau instruksi teknis lainnya, tapi juga hasil berupa produk sesungguhnya. Continue reading ‘Desain : IS?’
coba kita lihat bagaimana iklan jaman dulu positioningnya penggalian unique selling point nya engga jauh beda dengan iklan kita di era 2011 ini, so…yang lemah penggalian ide orang kreatif jaman sekarang ato emang hebat-hebat yah sdm iklan jaman dulu. Bahkan, honda aja berani nyantumin harga…nekad yah secara pricing….
Any childrens play gets harder when they suffer from rheumatism.
Advertising Agency: Fischer+Fala!, São Paulo, Brazil
Creative Director: Pedro Cappeletti
Art Directors: Thiago Lacorte, Widerson Souza
Copywriters: Jaime Agostini, Ricardo Polinesio
Published: October 2010
ini adalah sebuah ambient media yang dibuat oleh tim kreatif sangat simpel…tolong anda analisa prinsip-prinsip desain mengapa desain ini menjadi begitu menarik menjadi sebuah pesan/informasi kepada khalayak….
jadikan diri anda mempunyai: Visual-Eyes, Critic-Eyes, Analy-Eyes yang baik….
Judul dan kata-kata belum tentu sama dengan yang dimaksud, begitulah keinginan saya dalam menulis artikel ini. Apa yang kita inginkan itulah sebenarnya seharusnya kita. Seringkali kita iri dan sirik melihat orang lain lebih sukses dari kita dan kita cuman mengkhayal bahwasanya yang sukses itu adalah kita dan bukan”dia”…tetapi itu cuman khayalan kita??? Saya pernah mengingat ada hadist Qudsi menyatakan “Allah sesuai dengan prasangka hambanya“, jadi sebenarnya kita diberi hak untuk kaya, pintar, sukses apapun yang dalam kategori dunia ini menjadikan kita bahagia tetapi itu tidak pernah kita lakukan kepada diri kita….Kita sering kecewa terhadap orang lain….karena kita merasa dikecewakan oleh dia….kita sering merasa bodoh dari orang lain karena kita sering menganggap orang lain lebih pintar dari kita….oalah…padahal Allah menjadikan diri kita khalifah di muka bumi ini artinya apapun itu pemimpinnya adalah diri kita tetapi yaaa….itu pemimpin pun akan dimintai pertanggungjawabannya loh?? Jadi, kalau prasangkamu dirimu senang pertanggungjawabkan dong dengan jangan menciptakan lubang kekecewaan didalam dirimu…biarkan-ikhlaskan perkataan atau perbuatan teman yang membuat kamu kecewa dengan ucapan senang….sehingga hatimu tidak kecewa. Continue reading ‘Andaikan….’
Kalau anda memiliki sifat seperti berikut ini, maka mungkin anda akan hidup bahagia selamanya sebagai copywriter…
1. Suka menulis (harus!)
2. suka membaca (lebih baik)
3. suka mengamati Continue reading ‘Copywriter adalah :!’
Waktu menunjukkan pukul 03.30, menanti subuh datang. Hmmm… menjelang subuh adalah waktu dimana sang Khalik menunggu kita didepan pintunya, karena subuh adalah waktu para ksatria bumi bergerak memegang janji untuk mengolah ciptaan Sang Khalik. Dalam renungan menjelang subuh sering kita terpuruk mengingat masa lalu ataupun membuat rencana menghadapi keesokan hari.Tetapi ketika subuh kita sering terlupakan atas pengingatan kita ketika menjelang subuh. Di rumahku ketika menjelang subuh, aku melihat banyak sepeda mulai beriringan menuju pasar, sepertinya mereka santai dalam berperilaku. Dua tiga empat sepeda beriringan dan mereka saling bercakap diatas sepeda membicarakan aktivitas yang nantinya akan mereka lakukan, mereka bercerita dari harga cabe yang melangit hingga Gayus yang super dupper kaya……dan tidak mungkin mereka mencapai seperti itu… Continue reading ‘Orang kreatif lagi melankolis…’
”Membuat iklan itu ibarat sebuah pertandingan. Bagaimana mungkin kita mau memenangkan pertandingan kalo kita ga pernah latian. Mustahil bukan? Semua copywriter di kantor, saya anjurkan untuk bikin blog di internet. Sering menulis di blog sama aja dengan latian terus menerus. Akibatnya, kita jadi fasih membolak-balik sebuah kata, kita jadi mampu memberi makna baru pada sebuah kata dengan memanfaatkan konteksnya.”
Itulah tulisan saya di artikel sebelomnya. Nah ternyata artikel itu cukup banyak mengundang pertanyaan dan tanggapan dari orang iklan, kebanyakan dari yang berprofesi sebagai copywriter seperti saya. Continue reading ‘Sopir Truk adalah Copywriter…’
Biasanya, di hari-hari akhir dipenghujung tahun, ada semangat untuk mengkaji “flash back” acara2x televisi tahun itu ditambah dengan prediksi acara televisi yang bakal mendominasi mata pemirsa ditahun berikutnya. Tapi entah kenapa, dipenghujung 2010 ini, rasanya otak tua ini tidak mau lagi diajak berpikir, ber-analisa, ber-cengkerama dengan angka2x Rating Nielsen Televisi. Apalagi mencari jawaban: “kira2x acara televisi apa yang bakal sukses di 2011?”, kok tidak mampu ya. Menebak saja tidak berani. Ada apa ini? Continue reading ‘Gaya TV Indonesia di 2010′
Jika anda tertarik untuk membuat logo, ada tahapan-tahapan yg harus dilakukan terlebih dahulu, hal ini sebenarnya tidak baku, namun cukup dapat dijadikan acuan dalam mendesain logo.
1. Mengenali Entitas
Pada tahap ini, anda sebagai desainer logo dituntut untuk dapat mengenali entitas yg akan dibuatkan logonya. Memahami karakter, visi-misi, kultur, nilai-nilai yang dikandung, keunggulan, target pasar,pesaing, sejarah, dan semua hal yang berhubungan dengan entitas tersebut.
Dalam tahap ini semakin banyak informasi yang digali oleh desainer akan semakin baik. Klien diajak untuk ‘curhat’ mengenai entitas yang akan dibuatkan logo, sampai desainer benar-benar memahami maksud dibuatkan logo dan memahami entitas yang akan diwakilinya lewat logo.Selain lewat curhat, desainer juga dapat mencari informasi tambahan melalui internet. Continue reading ‘Rahasia pembuatan Logo’
Sebuah film dokumenter adalah mempresentasikan sebuah kenyataan, disini berarti kita menampilkan fakta yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari, Film dokumenter merupakan penemuan baru untuk mengatasi kegelisahan orang atas hilangnya pengalaman visual. Pernah penulis ngobrol dengan teman yang sangat kreatif, dia berkata bahwa mengapa republik ini tidak bisa menjadi sebuah negara yang besar, menurutnya dikarenakan bahwa bangsa ini tidak pernah mendokumentasikan semua karya-sejarah-budaya bangsa ini, seringkali malah ingin membunuh semua itu untuk keperluan individu…Makanya atas pernyataan teman itu, semangat untuk memberikan sebuah “enlightment” sejak dini pada anak-anak untuk selalu belajar mulai dari awal agar nanti sudah besar mereka sudah terbiasa dengan hal-hal yang baru. Continue reading ‘Ngajarin Anak SDIT Nurul Islam Film Dokumenter’
klik juga :
Ada sebuah sesi yang membuat saya sedikit terpukau dengan pembicara Pinasthika 2010, mereka semua berbicara tentang dunia global…yang dari Singapura, Japan…dan lain-lain. Ketika mereka berpresentasi mereka semua berbicaranya sangat global banget dan serius mencermati perkembangan budaya urban audience di negaranya masing-masing, mereka sangat teliti mencermati insight customer, dan dengan data itu mereka hasilkan sebuah karya yang sangat bagus dengan bantuan teknologi IT sekarang…tetapi ketika mereka dalam kegiatan Meet The Jury mereka juga sangat kesengsem dengan kegiatan kreatif iklan-iklan lokal kita. Mereka mencermati iklan lokal kita, mereka sangat tertarik dengan iklan lokal kita…tetapi mereka cuman menyanyangkan iklan-iklan lokal kita yang terlalu luas ketika berbicara….(itulah iklan yang selalu membandingkan eksekusinya dengan mengklik mbah Google!). Kita tidak terlalu pede menghasilkan karya yang lokal banget (bahasa 100% local, cuman ada di jargon) kita masih takut-takut bermain di wilayah lokal kita…orang japan memang sudah global sehingga mereka ketika berbicara yah…bahasanya global, begitu pula Singapura dan para pembicara lainnya mereka sudah menglobal, sedangkan Indonesia kan masih…begini-begini ajah…makanya semangat 100% local yah harus kita yang menciptakan menjadi Global, engga di-mix dengan bahasa Global hasilnya yah… lumayan eksekusinya but no vision…!
Ambil inti masalah kebersamamaan itu apa? hatikah…karena hartakah…ato apa? jadikan sebuah cerita yang sekilas/ slice of life ajah. Jangan buat bingung para penonton dengan menjelaskan kebersamaan dengan berpanjang lebar…Karena panjang kali lebar jadinya meluas!! Ada sinopsis mu yang mengatakan “semakin hari semakin…” padahal iklan cuman 60′ masa harus bercerita seharian….
Pedagang Burjo Keliling :
Jangan terlalu bijaksana dengan menceritakan semua keseluruhan cerita, emang film pendek…! Ambil inti cerita yang selalu membuat penonton berpikir sebentar tanpa harus berpikir lama-lama…tapi harus langsung…Hyattt!!!
Si Kaya dan si Miskin :
Terlalu sempit ceritanya dan umum banget…iklan itu setidaknya menghibur agak otak penonton memang selalu ngeeh…dengan misi iklan kita…iklan kita bukan iklan duka cita yang bercerita harus mengeluarkan air mata dan background musiknya Ebiet G Ade !!!
Dua Sahabat :
Terlalu sempit ceritanya tidak mengakar dan menggali orang lain bahwa hidup itu berarti dan jangan disia-siakan!! terlalu ndankdut!! bikin yang lebih greenKK!!
Perjuangan hidup mahasiswa perantauan di Jogja :
Inilah sebuah sinopsis yang bisa dibikin cerita bersambung…bayangkan penonton harus berpikir 1 tahun kemudian…6 bulan kemudian dan kemudian-kemudian lainnya….Heh!!! ini iklan yang cuman 60 detik…emangnya cukup??? buatlah sebuah cerita yang sesaat tapi berkesan seperti ketika kamu melihat orang ketabrak tiang listrik di jalan dan kamu ketawa terbahak-bahak…engga perlu mikir kan kamu ketawa tapi visual itu membuat kamu terkesan sepanjang hari!! wake up boys!!
Pesta blogger tahun ini memasuki yang keempat. Seperti tahun sebelumnya, pesta blogger tahun ini juga mengadakan rally ke daerah-daerah diantaranya Jogjakarta. Kota pelajar ini akan mengadakan pesta blogger Jogja pada Sabtu, 9 Oktober 2010. Menurut Herman Saksono, ketua panitia PB Jogja saat ini di begitu banyak komunitas online di Jogja. Mereka yang sangat aktif itu diantaranya Jogtug, Cahandong, @resepmini, kuliner Jogja, Jogjaflickr.
Media komunikasi modern sekarang sudah tak terhitung jumlah, ragam, dan luasnya jangkauan kemampuannya, itu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Di tempat-tempat kesendirian kita, di kamar kita, di pelosok-pelosok desa terpencil sekalipun, media komunikasi banyak tersedia. Bahkan melalui kamar kerja di rumah bagi mereka yang mempunyai fasilitas komputer dan internet, sanggup mengakses informasi yang tempatnya jauh di belahan dunia sana. Ilmu komunikasi menyebutnya sebagai media komunikasi, sedangkan dunia perpustakaan menyebutnya sebagai sumber-sumber informasi. Tidak ada definisi umum yang tegas tentang media ini, kecuali telah dikonteksan ke dalam bidang subjek tertentu. Continue reading ‘Esensi interaksionisme simbolik’
Selayaknya anak muda harus menggunakan akal untuk berpikir menjadikan mereka survival, Anak muda sering mengeluh ketika berproses dalam mencari Ilmu dari enggak punya Komputer lah…enggak punya Hape lah…engga ada TV yang bisa akses informasi lah…Internet yang mahal lah dan sebagainya. Berpikir kreatif tidak mengenal hambatan, hambatan malah menjadikan dia menjadi manusia yang super kreatif, menilik perkataan Prof Yohannes Surya:”jadikan dirimu selalu dalam posisi tertekan karena dalam tertekan itu daya kreativitas dan survival kita bergerak, daya imaji kita jauh melesat!” ungkapnya. Haram hukumnya manusia kreatif cuman tergantung dengan alat, tetapi memang alat dapat menjadi orang lebih terdukung proses kreatifnya. jadikan ilmu kreatif kita untuk menjadi sumbangan atau tabungan untuk kita membeli alat, dengan kreativitas kita dapat mencari modal untuk mendapatkan alat bantu untuk mendukung proses kerja bukannya dibalik dengan alat kita pasti dapat bekerja…Kapan itu?
Pagi ini, berbicara di depan jamaah yang terlalu hopeless dengan teknologi, mereka berpikir bahwa ketinggalan teknologi terupdate menjadi diri ketinggalan jaman…MasyaAllah…pemikiran yang terlalu banyak nonton TV dan programnya sinetron…he…he…ya memang dalam sinetron kayaknya orang engga usah kerja tetapi hidupnya enak banget dari bagun tidur ditemani istri cantik, mobil bagus, HP terkini dan stelan Hugo Bosss…wkk.wkkk… just a dream!! Itulah yang dibangun media kita untuk menikam daya kreativitas anak-anak muda kita. kreatvitas bagaikan sebuah bunga bangkai dengan segala keterbatasannya sebagai bunga, harum engga, bentuknya tidakartistik…pokoknya dari sisi semua tidak ada nilai yang membanggakan tetapi ketika di rumah kita ada bunga bangkai…wah kita menjaga sangat menjaga agar bunga bangkai tersebut tidak dicuri oleh orang lain…bahkan semua media meliput….jadi ini analogi yang bisa mewakilikan walau orang kreatif tidak seperti bunga bangkai secara material…he…he…Intinya kreativitas akan mendatangkan materi yang mau bersabar, Man shobaro dzofiro!! Jogja engga dibangun dalam satu hari khan??
Beriklan adalah nafas dalam dunia marketing, sesuai dengan konsep 4P yaitu : product, place, price dan promotion. Iklan berada pada akar dari elemen promosi, sering sekali kita mendengar orang-orang menggunakan kata-kata iklan dan promosi secara berganti-ganti bahkan oleh profesional sekalipun. Sebenarnya dalam penggunaan biasa promosi adalah semua yang dilakukan untuk membantu penjualan produk atau jasa di setiap tempat jaringan penjualan. Sebaliknya secara teknis iklan adalah konsep promosi yang bertanggungjawab penuh pada ruang atau cetak dan bersifat langsung. Continue reading ‘Beriklan : nafas dunia marketing’
Komentar Kawanrama