09
May
11

Perlunya aspek Desain untuk Men”Drive” Konsumen

Ada aspek lain yang perlu diperhatikan, yaitu hubungan antara desain dan kondisi sosial ekonomi masyarakat tertentu. Worsley (Introducing Sociology 2nd ed., 1977) menyebut sosiologi sebagai studi terhadap ‘masalah-masalah sosial’ yang dapat dijadikan titik tolak seorang desainer untuk memutuskan metode dan issue yang akan digunakan untuk mengeksekusi sebuah pekerjaan untuk pengsa pasar tertentu. Lebih lanjut dia menulis: “Since sociology emerged largely in the context of movements of reform or modernisation, we tend to retain nineteenth-century conceptions of social sciences as the study of ‘social problems’. More than that, we retain nineteenth-century definition of only certain kinds of issues as social problems; deliquency and crime, unemployment, disease, malnutrition, poverty, drug addiction, alcoholism, prostitution, bad housing, sexual deviance, divorce, etc.” (Worsley, 1977:52)
Sayangnya, iklan-iklan di media televisi yang ‘bertema’ sampai saat ini jumlahnya masih cukup berimbang dengan yang ‘sekedar tayang’. Sebetulnya banyak sekali masalah-masalah sosial yang dapat diangkat lewat pendekatan yang tepat daripada melulu hanya menawarkan hal-hal yang sudah terlalu sering diangkat. Seri iklan Coca-Cola beberapa waktu belakangan ini adalah contoh dari yang cukup berhasil mengangkat tema yang agak lain, yaitu persahabatan. Apalagi di waktu Indonesia sedang dilanda banyak perpecahan. Tema itu semakin kuat dengan didukung oleh setting yang ‘sangat Indonesia’. Sebaliknya dengan beberapa iklan sandal yang berkesan ‘tidak berjiwa’. Para ahli mungkin saling beradu argumentasi tentang metode-metode baru, namun kecenderungan yang ada lebih banyak kepada hal-hal mendasar yang telah terbukti berhasil bertahun-tahun. Hal-hal mendasar tersebut menawarkan lebih banyak uang dan pekerjaan yang lebih baik, rasa aman dari ketuaan dan penyakit, popularitas dan prestise, dipuja oleh orang lain, kenyamanan lebih, peningkatan kenikmatan, peningkatan status sosial, peningkatan penampilan, dan kesehatan yang lebih baik kepada konsumen. Pengiklan-pengiklan modern menekankan bukan hanya produknya tapi juga keuntungankeuntungan yang akan dinikmati konsumennya. Banyaknya cara untuk menarik perhatian konsumen dibatasi oleh kemampuan berpikir kreatif, juga oleh batasan-batasan jumlah cara untuk berekspresi dalam dunia periklanan. Mengenai hal ini Ries (The 22 Immutable Laws of Branding, 1998) mempunyai argumen yang agak berbeda dengan pandangan biro periklanan pada
umumnya mengenai pilihan konsep membangun merek dan memelihara merek. Anggaran iklan yang besar umumnya diperlukan untuk memelihara merek seperti Coca-Cola atau McDonald’s, tapi pengiklanan tidak mempu membuat banyak perbedaan dalam melambungkan merek yang samasekali baru. Ia mengambil contoh The Body Shop yang dibangun oleh Anita Roddick menjadi merek kuat di dunia tanpa melalui pengiklanan. Kokohnya merek The Body Shop lebih banyak dikarenakan usahanya untuk memperoleh publisitas dengan berkeliling dunia dengan membawa ide-ide peduli lingkungan yang terus disuarakannya. Publisitas diperoleh melalui artikel yang terus-menerus muncul di koran, majalah, jugawawancara di radio atau televisi. Suatu hal yang masih sulit diterapkan di negara kita yang kondisi masyarakatnya belum banyak memiliki minat baca serta belum peka terhadap berbagai persoalan. Media paling efektif sementara ini adalah televisi yang dulunya termasuk ke dalam kategori barang mewah. Sementara itu Chandradhy (Strategi Strategi Pemasaran di Indonesia, 1984)berpendapat bahwa masyarakat pedesaan umumnya bersikap lebih berhati-hati dalam membeli sesuatu karena pendapatannya yang rendah. Sebagian dari mereka memiliki pengetahuan serba terbatas, dan biasanya informasi didapat lewat pergaulan dengan para tetangganya. Informasi ini menambah pengetahuan dan menjadi penentu sikap mereka terhadap suatu produk tertentu. Satu teknik dasar dalam advertising terdahulu yang juga masih digunakan dalam prosedur modern adalah pengulangan (repetition). Hal ini senada dengan pendapat Kuhn yang dikutip Worsley (1977:43): “What a man sees, depends upon what he looks at, and also upon what his previous visual-conceptual experience has taught him to see.”
Pengalaman visual-conceptual tersebut dapat terjadi bila pesan yang disampaikan sangat kuat (memorable). Gambar atau pesan yang kuat dari sebuah iklan akan melekat di ingatan pemirsanya. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Apabila kita pergi ke supermarket untuk meluangkan waktu sekitar setengah jam, kita akan melihat ratusan bahkan ribuan produk. Berikutnya yang akan dilakukan orang pada umumnya adalahmengambil barang-barang yang pernah dilihat sebalumnya, yang juga berarti ‘yang
memorable’. Dalam hal ini Worsley (1977:45) menulis:
“We carry history around with us, lock up in our heads, and are constantly referring to it all the time, as historians rightly amphasise. But in acting at any time, we are also making estimates about the future. We prefigure the outcome in our ‘mind’s eye.”
Metode pengulangan (repetition) sangat berguna bagi para pemasang iklan. Iklan dengan kualitas yang rata-rata atau bahkan yang buruk sekalipun dapat bekerja dengan baik (diingat oleh pemirsa) dengan bantuan cara ini. Contohnya iklan Marcopolo dan Contrex yang ditayangkan tiga kali berturut-turut dalam setiap pemunculan. Satu contoh lain adalah lagu baru. Apapun kualitasnya, baik itu penyanyi, musik atau seleranya, orang
kebanyakan akan tetap ingat karena setiap hari dibombardir dengan lagu tersebut lewat video clip atau bentuk lain di media elektronik. Yang perlu digarisbawahi adalah seorang desainer harus bekerja sangat hati hati
dan sebaiknya juga mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan lain yang berkaitan dengan pekerjaannya. Seorang desainer juga sebaiknya mempu memperkirakan bagaiman orang akan bereaksi terhadap desainnya, dan hal itu adalah merupakan bagian dari social action, seperti yang diungkap Worsley:
“Social action, then is action which takes into account, or is affected by, the
existence of others. It involves understanding or interpreting the meaning of their behaviour – estimating what they are thinking, feeling, and trying to do. We project ourselves into other people’s minds. And off course, they are doing exactly the same vis-à-vis our behaviour.” (Worsley, 1977:44)

Seorang desainer adalah orang yang punya kesempatan yang cukup untuk membuat suatu kreasi yang cukup berpengaruh untuk mengubah perilaku konsumen melalui karyanya, karena pada saatnya desain itu sendiri akan mengatakan kepada konsumen apa yang akan mereka peroleh bila memakai produk tertentu. Apa kata orang nanti? Apakah saya akan kelihatan muda, enerjik dan sportif kalausaya memakainya? Jadi pada dasarnya sebuah iklan adalah selalu mencoba untuk menjadi semacam pemenuhan kebutuhan
tertentu manusia, misalnya rasa percaya diri tadi. Ini adalah kesempatan bagi desainer untuk mengangkat opini-opini baru lewat media yang tersedia yang akan berakhir menjadi perilaku masyarakat, walaupun itu hanya akan terjadi secara perlahan.
Iklan-iklan dalam masyarakat modern dapat menjadi semacam model bagaimana kelas tertentu dalam masyarakat seharusnya berperilaku dan bergaya hidup. Ya, ini memang soal gaya hidup. Iklan-iklan yang ditampikan baik di media cetak atau elektronik umumnya menunjukkan orang-orang atau sebuah keluarga ideal yang bahagia karena menggunakan suatu produk tertentu, itu semua ditujukan untuk memperdekat hubungan produk dengan calon konsumen, namun demikian ada satu hal yang perlu diperhatikan desainer dan pemasang iklan yaitu kejujuran dalam beriklan. Ada norma-norma yang harus diperhatikan dan juga konsumen untuk dilindungi. Karenanya, kata ‘desain’ sendiri secara umum dapat berarti merencanakan apapun dengan mengkolaborasikan banyak aspek berbeda yang mungkin diikutkan untuk memperkaya kehidupan manusia.


0 Responses to “Perlunya aspek Desain untuk Men”Drive” Konsumen”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


sohibrama@gmail.com

soekarno falls

More Photos
Internet Sehat

Pengunjung

  • 213,236 hits

butuh buku ini email ajah:

kontak online

Hidup…Kawanku

Assalamu'alaikum Wr Wb, kawan, tidak selamanya kehidupan ini sulit bila kau ditemukan dalam susah hati itu hanyalah kebetulan saja apabila kita ditemukan dalam keadaan gembira itupun hanya kebetulan saja hidup ini adalah sesuatu yang sementara kita dapat menjadi senang dalam suatu waktu dan kita bisa sedih dalam suatu waktu Wassalamu'alaikum

Biennale Jogja XI

telpon kita :

Call kawanrama from your phone!

Categories

May 2011
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
PageRank

kunjungan

free counters

RSS media ide periklanan

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS berita indonesia

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS kompas

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Muka Pembaca

View My Profile community View My Profile View My Profile View My Profile

RSS bola

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS inggris

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Yuk.Ngeblog.web.id

%d bloggers like this: