03
Jan
11

Sopir Truk adalah Copywriter…

 “Membuat iklan itu ibarat sebuah pertandingan. Bagaimana mungkin kita mau memenangkan pertandingan kalo kita ga pernah latian. Mustahil bukan? Semua copywriter di kantor, saya anjurkan untuk bikin blog di internet. Sering menulis di blog sama aja dengan latian terus menerus. Akibatnya, kita jadi fasih membolak-balik sebuah kata, kita jadi mampu memberi makna baru pada sebuah kata dengan memanfaatkan konteksnya.”

Itulah tulisan saya di artikel sebelomnya. Nah ternyata artikel itu cukup banyak mengundang pertanyaan dan tanggapan dari orang iklan, kebanyakan dari yang berprofesi sebagai copywriter seperti saya.

“Om Bud, gue suka menulis tapi sering gue ga tau apa yang harus gue tulis.” Temen saya Pungki, seorang copywriter mulai curhat.

“Tulis aja sesuka lo.” jawab saya seenaknya.

“Gue mau nulis tentang sex aja ah di Kompasiana.com. Biar banyak yang berkunjung.” kata Pungki lagi.

“Mikirnya jangan gitu. Tulis aja dulu dan biarkan mengalir ga usah pikirin jadinya kayak apa.”

“Oh gitu ya?”

“Iya tulis aja kayak kita nyeritain pengalaman kecil ke temen kita. Kalo udah jadi baru kita masukin ke kategori yang cocok. Jadi biarin mengalir aja!

“Tapi kalo jadinya ke kategori filsafat ga ada yang baca, kalo ada pun pasti sedikit banget.”

“Mikirnya jangan gitu. Lebih baik punya tulisan bagus dengan pembaca sedikit daripada tulisan jelek dengan pengunjung membludak.”

“Tapi gue suka sedih kalo pengunjung gue cuma di bawah 50 orang!

“Kenapa musti sedih? Tulisan itu kan ekspresi jujur dari hati yang kita tuangkan. Kalo udah tertuang ya udah. Selesai! Biarin aja tulisan kita ga dibaca banyak orang?”

“Emang lo ga sebel kalo tulisan lo di Kompasiana yang baca sedikit?”

“Yang penting berkarya dulu. Biar yang baca sedikit kan bisa kita kumpulin semua tulisan di blog lalu kita jadiin buku.”

“Bener juga lo! Tapi kayaknya gue harus sholat minta berkah nih sama Allah biar dapet ide mau nulis apa.”

“Ga usah minta2 berkah sama Tuhan.”

“Loh kenapa?”

“Karena berkah Tuhan itu ada di mana2. Cuma kita aja yang ga peka buat ngeliatnya.”

“Misalnya gimana?”

“Gue selalu bilang bahwa bukalah pancaindera, amati segala sesuatu yang ditangkap oleh pancaindera, lalu biarkan otak kita mengolahnya dan tau ga? kalo udah dapet ide mau nulis apa jari kita akan menari dengan sendirinya di tuts laptop kita.”

Banyak dari kita yang selalu mengalami kesulitan mau nulis topik apa. Padahal berbagai topik tersebar di sekeliling kita. Intinya jangan sok tau mau nulis sesuatu yang kita kurang suka atau pahami. Tulisan yang remeh temeh pun bisa menjadi menarik kalo kita menceritakannya dengan jujur.

Misalnya: Kalau sedang mengendarai kendaraan di belakang sebuah truk, kita pasti pernah melihat gambar-gambar yang lucu di bagian belakang truk itu. Sebagian memang tidak ada maknanya, tapi sebagian lainnya kadang begitu bercerita dan mempunyai makna yang cukup dalam. Salah satu contohnya, saya pernah melihat gambar wanita cantik mengenakan kemben. Salah satu tangan wanita itu sedang menyibakkan rambutnya ke atas dengan cara yang amat sensual. Dan di samping gambar terdapat sebuah kalimat pendek berbunyi, “Kutunggu jandamu.”

Mengharukan sekali bukan? Kalimat sederhana ditunjang dengan gambar yang berbicara merangsang keingintahuan kita apa yang melatarbelakangi penciptaan itu. Bukan mustahil gambar itu adalah ekspresi rasa sakitnya Pak Supir ketika berpisah dengan pujaan hatinya sewaktu di desanya dulu. Ada banyak sekali cerita yang bisa digali. Kalau boleh saya mereka-reka cerita di balik gambar itu, mungkin ceritanya seperti berikut ini:

“Maman bersimpuh dan mohon pamit pada ayahnya yang sedang sakit. Tekadnya sudah bulat hendak menjadi supir truk lintas Sumatera, membawa hasil bumi dari Jakarta ke Padang. Tidak sanggup dirinya terus tinggal di desanya setelah sang kekasih, Jamilah, dijodohkan orang tuanya dengan pedagang material kayu dari Sukabumi.

Namun setelah setahun lebih mengemudikan truk, ia belum juga dapat melupakan wajah Jamilah. Selalu saja terbayang kekasihnya sedang mencuci pakaian di sungai dengan kemben basahnya. Sesekali ia harus menyibakkan rambutnya yang terjatuh karena harus senantiasa menunduk ke arah sungai.

Rindu yang tak tertahankan membuat Maman memberanikan diri pulang ke desanya di hari Lebaran. Tapi apa yang ditemuinya? Jamilah sudah punya anak dan tampak hidup berbahagia dengan suaminya.

Lebaran hari kedua, Maman langsung pergi lagi dan berusaha tenggelam dalam pekerjaannya. Namun kemana saja truk ia kendarai, bayangan Jamilah terus saja mengikutinya. Aduh bagaimana ini? Keluhnya dalam hati. Bagaimana mengeluarkan rindu yang akan meledak di dada? Dan muncullah idenya untuk berekspresi: Menggambar Jamilah dengan tulisan: Kutunggu jandamu….”

Bagi orang yang kurang peka, gambar di truk itu hanyalah sebuah gambar yang menghibur dan mengundang senyum. Tapi dari sudut lain, supir truk itu telah memberi contoh pada calon penulis tentang bagaimana gambar (visual) mempunyai kerjasama yang kuat dengan kata-katanya. Kita dapat membaca ada keperihan di situ. Ada kerinduan, ada airmata dan ada cerita menarik yang lebih membumi daripada sinetron-sinetron yang ada di TV.

Dengan menggambarkan seluruh ilustrasi di atas, saya cuma ingin mengatakan bahwa; semua orang telah dikaruniai kemampuan bercerita. Tua muda, kaya miskin, laki-laki perempuan pokoknya semua. Persoalannya adalah bagaimana memindahkan kemampuan bercerita kita dalam bentuk tulisan. Kalo dirasa susah ya pindahin aja gaya verbal kita plek ketiplek ke dalam tulisan.

Tulisan di truk memang banyak yang kocak. Banyak sih yang ngaco ga keruan tapi banyak juga yang kreatif. Misalnya `Buronan Mertua’, atau ada juga yang lebih kreatif, `The Me Is Tree.” Nah kalo ada yang berminat membuat artikel dari tulisan di truk, kemaren saya membaca tulisan yang lebih inspiratif dari `kutunggu jandamu’. Saya sampe ngakak membaca tulisan itu. Kata-katanya sebagai berikut :

“KAU LEBIH CEREWET DARI MANTAN ISTERIKU”

Budiman Hakim


1 Response to “Sopir Truk adalah Copywriter…”


  1. 1 Adaideaja™
    February 22, 2011 at 3:05 am

    dan tulisan copywriter sdh semestinya masuk copyright sehingga hak cipta nya terlindungi

    rama said : “betoooell….banget…cuman ukurannya apa yah???”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


sohibrama@gmail.com

soekarno falls

More Photos
Internet Sehat

Pengunjung

  • 213,236 hits

butuh buku ini email ajah:

kontak online

Hidup…Kawanku

Assalamu'alaikum Wr Wb, kawan, tidak selamanya kehidupan ini sulit bila kau ditemukan dalam susah hati itu hanyalah kebetulan saja apabila kita ditemukan dalam keadaan gembira itupun hanya kebetulan saja hidup ini adalah sesuatu yang sementara kita dapat menjadi senang dalam suatu waktu dan kita bisa sedih dalam suatu waktu Wassalamu'alaikum

Biennale Jogja XI

telpon kita :

Call kawanrama from your phone!

Categories

January 2011
M T W T F S S
« Dec   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
PageRank

kunjungan

free counters

RSS media ide periklanan

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS berita indonesia

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS kompas

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Muka Pembaca

View My Profile community View My Profile View My Profile View My Profile

RSS bola

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS inggris

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Yuk.Ngeblog.web.id

%d bloggers like this: