03
Jan
11

Gaya TV Indonesia di 2010

Biasanya, di hari-hari akhir dipenghujung tahun, ada semangat untuk mengkaji “flash back” acara2x televisi tahun itu ditambah dengan prediksi acara televisi yang bakal mendominasi mata pemirsa ditahun berikutnya. Tapi entah kenapa, dipenghujung 2010 ini, rasanya otak tua ini tidak mau lagi diajak berpikir, ber-analisa, ber-cengkerama dengan angka2x Rating Nielsen Televisi. Apalagi mencari jawaban: “kira2x acara televisi apa yang bakal sukses di 2011?”, kok tidak mampu ya. Menebak saja tidak berani. Ada apa ini?

Tepat pas 12 malam 2010, tepat pas “drop ball” di kota New York menyentuh lantai, tiba2x mata ini lagi2x sontak, “ada apa dengan televisi Indonesia?”. ANTV tampil dengan regular program, Trans TV dan RCTI memutar film Hollywood, Trans 7 ada ramalan ala Dedy dan Ki Joko, MNC dan Global TV hampir seragam. Hanya SCTV, Metro TV dan TV One yang masih mempunyai semangat memberikan acara dan liputan tahun baru dengan meriah. Dan sontak pula, tangan ini memencet remote control: MTV ada special show dgn setting clubbing, sementara CNN, ABC
dan NBC heboh “live show” dari New York dan kota2x dunia lain. FOX TV,
melenggang sendirian, “live show” dari Las Vegas. Walau kali ini hanya duduk berpesta keluarga depan televisi, nafas dan dentuman tahun baru merasuk lewat speaker layar televisi. Satu jam kemudian, mata iseng ini kembali melirik acara2x televisi Indonesia, mmmm… kurang menarik. Hanya Metro TV saja yang berhasil mencuri perhatian, memutar film “Help” The Beatles. Lalu, kalau begini, “kira2x format acara televisi apa yang bakal sukses di 2011?”…

Kalau kita menengok sebentar ke 2010, tanpa berhitung pada akurasi peringkat Rating Nielsen, format acara televisi kita kembali menampilkan format “Serupa Tapi Tak Sama”. Dari sisi inovasi format dan kreatifitas desain produksi, Trans TV dan Trans 7 cukup berhasil mempertahankan posisi sebagai trend-setter televisi Indonesia yang dulu dimiliki oleh Indosiar. Lepas dari menurunnya Extravaganza, dua stasiun bersaudara ini justru tampil dengan Reality, Game dan Variety Show yang semakin mendominasi penampilan. Bahkan dua program “Jika Aku
Menjadi” dan “Opera Van Java” bisa disebut sebagai “out of the box” format televisi 2010. Walau, muncul kekhawatiran, bila dikocok terus setiap hari maka penonton bisa bosan dan pergi tanpa kesan. Tapi disinilah tantangan mereka, toh kreatifitas itu harus dibangun dari kejemuan dan pelanggaran batas. Satu catatan lagi, ditengah arus Soap Opera yang menjadi bintang di tv2x lain, Trans TV justru tampil dengan Bioskop Trans TV yang memutar film2x papan atas Hollywood.
Teknik programming “stealing the remote” berhasil diterapkan dan merobek tatanan monoestik sinetronisme Indonesia.

Tapi Trans Grup harus terus berjibaku dengan pesaing utama, RCTI. Goyangan Dahsyat Olga dan Rafi dipagi hari, walau terasa agak kedodoran tetapi masih tetap mendominasi ibu2x dan mahasiswi bangun pagi. Di sore hari, Kabar-Kabari dan Cek-Ricek punya penonton tetap dan setia pada ke-Gosipan Artis. Dan yang menarik, ditengah perjalanan tahun 2010, tiba2x RCTI sempat terasa hambar, tidak ada tenaga bahkan cenderung “loss of translation”. Sinetron kurang menggigigit, Indonesia Idol menjadi rutin show biasa dan kurang program komedi.Mungkin ini adalah dampak dari berpindahnya para Punggawa dan Sosok RCTI ke Kerajaan lain. Tapi, tiga bulan sebelum layar 2010 ditutup, tiba2x RCTI kembali menggebrak dan menjadi juara peringkat Rating Nielsen. Awalnya adalah stripping “Si Doel Anak Sekolahan” dipagi hari! Kekuatan betawi saba kota dan adu mulut Mandra versus (alm) Basuki berhasil merobek rutinitas tontonan televisi pagi hari. Lalu muncul “Mama Udah Bobo” dan terakhir Semi Final dan Final Sepak Bola Piala AFF Suzuki Cup 2010. RCTIpun kembali menjadi Oke di bulan Desember 2010. Thanks to Gonzales dan Irfan…

Tapi gemerlap RCTI tidak diikuti oleh dua sanak keluarganya yaitu MNC dan Global TV. Sebagai pengganti raja dangdut TPI, MNC masih terus mencari bentuk terbaik untuk menunjukkan “positioning”nya. Belting program anak2x dari Disney Club hingga Upin-Ipin memang strategi jitu untuk meraup perhatian produk2x anak2x tetapi disisi lain, program2x ini justru harus bersaing dengan saudara sendiri Global TV. Upin-Ipin berhadapan dengan Penguins of Madagaskar, sementara Tom and Jerry bersaing dengan Sponge Bob. Agak heran juga, bagaimana strategi keluarga bila justru bersaing sesama mereka? Atau bisa jadi ini adalah strategi mengepung target penonton anak2x untuk penjualan paket marketing bersama. Walau secara tema, Global TV lebih punya posisi yang selalu setia, meraup anak2x muda lewat MTV dan serial Glee. Global berhasil bersaing dengan lawan utama mereka yaitu ANTV yang belakangan justru masuk ke pasar keluarga dan melebarkan pasar anak muda ke profesional. ANTV, justru menarik, tampil dengan warna-warni baru, live Show, game show dan program andalan Penghuni Terakhir. ANTV bisa dibilang stabil dan bisa bertahan diposisi rating ke 6 atau 7. Pesaing ANTV bukan Global atau MNC, tapi Trans 7. Dan inilah yang memacu ANTV untuk terus berkreatifitas karena Trans 7 mampu mempersembahkan karya2x yang lagi2x “out of the box”. Kekuatan
ANTV masih pada tayangan Liga Sepakbola lokal, Seleb Ngamen dan program klasik, Lensor atau Lensa Olah Raga.

Bagaimana dengan SCTV? Stasiun televisi yang gemar memberikan Award pada acara2xnya sendiri ini (SCTV AWARD), tahun 2010 adalah tahun SCTV dilanda Cinta. Dan Cinta memang ada dimana-mana, lihat saja, ada “Cinta Fitri”, ada “Cinta Kita”, “Cinta Gang”, “Cinta Milik Siapa” dan yang paling heboh “Atas Nama Cinta”. Lewat nada-nada Cinta inilah SCTV masih terus merajai Soap Opera Indonesia. Kalaupun berjudul lain seperti “Juragan Jengkol”, “Islam KTP” atau “Janji Juki”, tetap saja ada Cinta didalam hati. Tema Cinta ini pula yang dipakai SCTV untuk mengangkat “Uya memang Kuya” dan “Cinta Juga Kuya”. Dengan modal sulap dan teknik Ilusi, Uya berhasil memberikan pilihan bagi penonton yang bosan dengan politik dan gosip artis. Sementara, Liputan 6 masih tetap solid dan diminati, walau sudah ada Metro TV dan TV One. Ini menarik, artinya, kredibilitas Liputan 6 sangat kuat dan hanya bisa disaingi oleh program berita klasik di RCTI, Seputar Indonesia.

TV One VS Metro TV? belum ada pemenangnya. TV One memang terus menghadirkan program2x ter-aktual dengan berita2x Gress lewat Apa Kabar Indonesia yang mampu menghadirkan narasumber2x dari topik2x yang sedang hangat. TV One juga mempunyai koresponden yang kuat dilapangan, yang siap menyajikan berita secara faktual dan aktual. Tapi, Metro TV justru menghadirkan gaya berita yang berbeda. Hadirnya
“8Eleven”, program majalah berita yang disajikan dengan santai dan mempunyai rubrikasi rutin justru menjadi alternatif bagi penonton yang bosan dengan aktualisasi, gosip dan program anak2x. Metro juga banyak mengandalkan Talk-Show modern lewat Oprah Winfrey Show, Just Alvin dan Kick Andy. Metro menjadi lebih personal, sementara TV One menjadi lebih “hard news” tv.

Dan di tahun 2010, televisi yang kehilangan daya cengkram kreatifitas adalah Indosiar. Walau masih berada diantara lima peringkat utama televisi, Indosiar terlihat goyah dan ter-antuk-antuk. Hampir semua format televisi yang digelar, cenderung menjadi “serupa tapi tak sama” dengan stasiun tv lain. Dilayar sinetron, Indosiar seperti kehilangan arah, apalagi sempat menampilkan sinetron Superboy yang jauh diluar logika manusia. Tapi, Indosiar ini pemain senior, gebrakan pertama yang dilakukan di tahun 2011? Cinta Fitri sesi 7 ada di Indosiar. Sementara kuis 1 lawan 100 yang sukses di Amerika, pasti akan menaikkan kembali pamor Indosiar.

Wah… tidak terasam panjang juga menulis diatas, tapi itu semua adalah Flashback di 2010. Saat otak tua ini kembali berpikir analisa televisi di 2011? tiba2x “blank”! Bablas! Kenapa begitu sulit? ternyata jawabannya cuma satu. Tahun 2011 ini kelihatannya acara2x televisi masih saja “serupa tapi tak sama”. Apalagi, para bintang, host, musisi, artis, selebriti yang tampil ya itu2x saja. Sulit untuk mencari diferensiasi dalam “Brand”, karena pembawa dan pengisi acara
ya dari itu ke itu saja. Dan ini yang membedakan ratusan channel televisi di Amerika, walau format “serupa tapi tak sama”, namun Brand acara dibangun lewat personality dari bintang pembawa acaranya. Itulah mengapa nama2x seperti Oprah Winfrey, David Letterman, Jay Leno, Larry King, Barbara Walters, Howie Mandel dan Ryan Seacrest tetap menjadi idola sepanjang masa (bukan musiman). Itulah mengapa Bob Baker bisa menjadi Host acara “The Price is Right” selama lebih dari 30 tahun, karena Bob hanya menjadi Host diacara ini. Bila ada acara lain, Bob hanya menjadi bintang tamu atau special Host. Inilah yang dilakukan oleh Dirk Clark yang selalu menjadi host di acara New Year Eve special. Belakangan Dirk kenal Stroke dan posisinya digantikan oleh Ryan Seacrest. Ryan sendiri hanya menjadi host di American Idol dan E Entertainment….

Jadi 2011? Wajah acara televisi kita masih getuk tular. Masih “serupa tapi tak sama”. Hanya saja ada televisi yang serupa tapi berwajah rupawan dan cantik, yang lain serupa tapi berwajah lucu dan menyeramkan… ah tinggal pilih saja, wajah mana yang suka…

Salam

Naratama
Pengamat Televisi


0 Responses to “Gaya TV Indonesia di 2010”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


sohibrama@gmail.com

soekarno falls

More Photos
Internet Sehat

Pengunjung

  • 213,112 hits

butuh buku ini email ajah:

kontak online

Hidup…Kawanku

Assalamu'alaikum Wr Wb, kawan, tidak selamanya kehidupan ini sulit bila kau ditemukan dalam susah hati itu hanyalah kebetulan saja apabila kita ditemukan dalam keadaan gembira itupun hanya kebetulan saja hidup ini adalah sesuatu yang sementara kita dapat menjadi senang dalam suatu waktu dan kita bisa sedih dalam suatu waktu Wassalamu'alaikum

Biennale Jogja XI

telpon kita :

Call kawanrama from your phone!

Categories

January 2011
M T W T F S S
« Dec   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
PageRank

kunjungan

free counters

RSS media ide periklanan

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS berita indonesia

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS kompas

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Muka Pembaca

View My Profile community View My Profile View My Profile View My Profile

RSS bola

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS inggris

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Yuk.Ngeblog.web.id

%d bloggers like this: