28
Apr
10

Mati ayam Jantan di Lumbung Padi : catatan anak bangsa

Firman Allah Subhanahu wata’ala :
“Mereka mengetahui nikmat Allah (tetapi) kemudian mereka mengingkarinya…” (QS. An Nahl, 83).

Paradoks memang menanggapi kehidupan di negara ini…hampir setengah jatah kehidupan yang Allah SWT berikan telah saya jalani di negara republik ini…dari bertahun-tahun yang saya alami dan telah saya rasakan lima kepemimpinan telah saya alami Pak Harto, Habibie, Mbah Dur, Bu Mega dan Pak SBY…dan saya merasakan bagaimana harga beras yang dulu waktu SD saya beli ketika disuruh ibu saya seharga Rp. 150 rupiah telah bergulir menjadi Rp 6500 sekarang, padahal dari dulu hingga sekarang namanya rumah saya tetinggal ortu dekat dengan sawah…dan selalu panen. Saya masih ingat ketika SD saya sekolah di SD Negeri dengan bayaran sekolah yang cuman 300 rupiah per bulan saya bisa merasakan kebanggaan menjadi anak bangsa dengan bermain layang-layang bukan PS ataupun Nintendo…dulu saya sangat berharap ketika besar nanti saya bisa berangkat haji sebelum umur 25 tahun karena melihat ortu saya kok naik haji harus sudah pikun…yah…wah kalau dilihat sekarang ongkos haji yang selalu naik kayaknya hanya Allah saja yang saya tunggu untuk memberikan nikmatnya kepada saya. Betapa bersyukurnya saya dengan keluarga yang berjumlah 9 orang, semuanya bisa menikmati bangku kuliah walau kalau dilihat bagaimana ortu hanya seorang pekerja BUMN kecil…kecil hingga engga bisa dilihat….hemmm…

Dulu saya merasakan bagaimana enaknya saya bisa berangkat sekolah dengan sebuah kebanggaan, karena hasil jerih payah saya sendiri saya bisa mengongkosi “angkot” yang saya naiki, bagaimana ortu menanam beberapa jenis tumbuhan yang bisa dijual untuk mengongkosi anak-anaknya untuk berangkat sekolah, saya biasa memotong kangkung untuk dijual di warung dekat rumah untuk saya jual dan hasilnya untuk bayar angkot, dan bagaimana saya seringkali mengundang teman ke rumah untuk memancing karena ada dua kolam dengan ikan mas dan gurami yang dapat diambil dan dibakar bebarengan…Sekarang saya hidup didaerah yang telah diperkosa peradaban, rumah hasil kerja saya bersebelahan dengan sawah…tanahnya yang dahulu ditanami padi sekarang sawah tersebut ditanami tebu. Padahal, saya ketahui waktu di Jombang dikampung kelahiran, tanah yang setelah ditanami tebu untuk ditanami padi kembali, pak petani akan sangat bersusah payah untuk “ndongkeli” akar tebu tersebut….ya…memang tebu dengan hasil keluarannya gula berharga mahal dipasaran komersil sekarang, tetapi apakah gula merupakan bahan pokok?? entahlah!

Saya menulis sedikit catatan hidup saya karena betapa sedihnya saya melihat bangsa ini karena saya betul-betul “masih” bangga dengan bangsa ini, bahkan ada rekan yang mengajak untuk sekolah ke negeri sebelah, saya tidak mau karena negeri sebelah telah menyakiti harga diri bangsa ini…kebanggaan itu rasanya harga mati! Tetapi ketika saya sadar setelah sholat Shubuh dan menyapa pagi dengan menyaksiaran berita di TV, bagaimana kebanggaan itu seperti menyupahi ke dalam diri saya “makan tuh kebanggaan!!!”  Betapa banyak anak bangsa saling berantem, saling memakan tulang kawan, hukum yang hanya berpihak pada kepentingan sepihak, peraturan pemerintah yang hanya melindungi “kaum” tertentu, rakyat yang menghiba-hiba agar tanahnya  tidak digusur aparat, anak yang dibuang yang karena ibunya takut engga bisa kasih makan, anak yang menggamen demi sesuap nasi dan sekolah, rakyat miskin yang ditolak berobat di RS Pemerintah sekalipun, banyak anak remaja yang membuat film porno, kegagalan UAN bikin anak bangsa ini streesss dan bunuh diri…wah…wah…kata-kata ini engga bisa disebut satu persatu…lelah lidah ini berucap…pegal tangan ini mengetik di keyboard.
Kita adalah bangsa yang besar kalau tidak percaya ambilah butiran bawang merah tancapkan ke tanah didepan halaman kita tunggu 3 hari…butiran itu akan menjadi tanaman….ambilah butiran cabe ketika kita beli gado-gado di kedai, tancapkan di tanah dekat kita, tunggu kira2  6 hari bagaimana? butiran itu akan menjadi tanaman..! berarti bangsa ini sanggup membesarkan semua mahluk yang rendah sekalipun untuk menjadi besar, tetapi mengapa kita seperti Ayam jago mati di lumbung padi…. Mengapa dapat seperti itu? Sebabnya satu! Pemimpin kita belom sadar bahwa mereka adalah pemimpin yang memimpin 250 juta rakyat! Pemimpin kita belom sadar mereka harus mempunyai sifat adil!! karena dia harus membagi kekuasaannya untuk semua rakyat…  Dalam pandangan Islam para penguasa atau pemimpin dapat dikatakan adil apabila mereka dapat menjaga standar hidupnya sesuai dengan standar hidup orang-orang yang berpenghasilan rendah. Tetapi kita lihat kenyataan pemimpin kita sekarang??   Yaa Robb…betapa hinanya hambaMu ini..yang telah melakukan berbagai macam dosa-dosa atas Engkau…malu rasanya diri ini memohon belas kasihMu tapi aku tak tau harus bersandar kepada siapa…harus kepada siapa lagi Hamba memohon pertolongan , karena tidak ada satupun didunia ini yang dapat menolong hamba-Mu yang hina ini selain Engkau Yaa Kariim…Allohumma Arinal Haqqo haqqo warzuqnattibaa’ah, Wa Arinalbaatila baatila warzuqnajtinaabah…


1 Response to “Mati ayam Jantan di Lumbung Padi : catatan anak bangsa”


  1. 1 sditalam
    April 28, 2010 at 3:48 pm

    Panjangka tan kena sirna, harapan itu masih ada. Itulah energi yang akan membuat manusia mengalir seperti air. Air tidak pernah peduli terhadap apapun kondisi dan situasi di sekitarnya. Yang ada di pikiran air cuma satu. Mengalir. Mencari tempat yang lebih rendah. Menuruti tarikan gravitasi bumi. Itu saja. Tapi ‘itu saja’ justru yang akan menunjukkan kekuatan sebenarnya. Meski terlihat bersahabat, kalem saat jumlahnya sedikit. Manakala dihalang. Dengan sabar air kan menunggu kumpulan jama’ahnya. Bersama menjebol. Atau kalo tidak. Membludak melampaui ujung bendungan. Atau. Merembes di pori-pori bendungan. Atau cukup menunggu panas berkondensasi menjadi awan yang siap berpindah menjadi hujan dengan bantuan angin.
    Aku suka sekali air. Tapi. Jangan pernah menghentikan alirannya terlalu lama. Bukan manfaat dipetik justru bibit penyakit yang menjangkit. Jijik.

    Rama said :
    Menyerahkan pengaturan pada Allah berarti menempuh jalan Allah. Jalan lurus, jalan yang Allah berikan nikmat, jalan para nabi, shiddiqiin, jalan para syuhada dan orang-orang shalih. Yaa Rabbah…berilah jalan sesuai petunjukmu…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


sohibrama@gmail.com

soekarno falls

More Photos
Internet Sehat

Pengunjung

  • 213,125 hits

butuh buku ini email ajah:

kontak online

Hidup…Kawanku

Assalamu'alaikum Wr Wb, kawan, tidak selamanya kehidupan ini sulit bila kau ditemukan dalam susah hati itu hanyalah kebetulan saja apabila kita ditemukan dalam keadaan gembira itupun hanya kebetulan saja hidup ini adalah sesuatu yang sementara kita dapat menjadi senang dalam suatu waktu dan kita bisa sedih dalam suatu waktu Wassalamu'alaikum

Biennale Jogja XI

telpon kita :

Call kawanrama from your phone!

Categories

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
PageRank

kunjungan

free counters

RSS media ide periklanan

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS berita indonesia

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS kompas

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Muka Pembaca

View My Profile community View My Profile View My Profile View My Profile

RSS bola

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS inggris

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Yuk.Ngeblog.web.id

%d bloggers like this: