12
Apr
10

Gayusologi

Ada sebuah trend yang berkembang karena Gayus di negara kita sekarang ini adalah, ”Hiduplah dari negara mu dan negara mu akan memberikan segalanya untukmu”. Betapa sangat bijaksananya kita ketika kita bersekolah dari SD yang bertitel Negeri hingga berkuliah di sebuah PT Negeri dengan sebagian besar pembayaran sekolah kita dari biaya ”rakyat” dari hasil pajak. Apabila UU BHP yang dibuat oleh teman-teman di kementerian  pendidikan Nasional dan DPR di tahun 2009 dapat bergulir dengan mulus tanpa stopan (MK), kemungkinan dana pajak akan dapat berhenti untuk pendidikan tingi kita, karena dalam UU BHP, Perguruan Tinggi layaknya Perusahaan Komersial yang harus mencari dana untuk kehidupan Institusi mereka! Tetapi Cak Mahfud dengan tegas mengatakan ” Dalam UUD 1945, dalam bidang pendidikan negara mempunyai peran dan tanggung jawab yang utama” nah, itulah pernyataan yang menghancurkan UU BHP 2009 ini. Kegiatan pendidikan masyarakat kita telah dibiayai oleh masyarakatnya sendiri dengan ”ikhlas” agar hasil pajak mereka memajukan sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul dan tidak ”engrik-engrikan” di era globalisasi. Pajak dari masyarakat Indonesia memberikan banyak keuntungan bagi mereka (SDM) indonesia untuk dapat berkembang karena mereka dapat bersekolah atau mendapat pendidikan yang layak sehingga dapat memajukan negara ini. Bayangkan paham Gayusologi, kita sekolah dari SD Inpres/ Negeri, SMP Negeri, SMA Negeri, PT Negeri lalu menjadi pekerja di Institusi negeri, berapa banyak dana dari masyarakat yang ditelan oleh darah Gayus  hingga kesunsumnya  tetapi apa lacur…Gayus memakan negaranya sendiri?? Sebuah Tragedi personal, ada kesalahan apa dalam kurikulum pendidikan kita sehingga hasil didikan kita memakan induknya sendiri. Bukannya kita pesimis dengan hasil didikan kita, tetapi hasilnya adalah Gayus yang berasal dari industri pendidikan STAN yang notabene sekolah kedinasan dengan SPP yang dijamin full oleh negara, ehh… alih-alih membangun negara malah ”nguntal negoro” kata SBY (Si Butet dari Yogya). Jadikanlah hasil rakyat ini menjadi pembangun bangsa menuju bangsa yang berkarakter dan beradab, bukannya berkarakter ”nuthuk ibune dhewe”…


0 Responses to “Gayusologi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


sohibrama@gmail.com

soekarno falls

More Photos
Internet Sehat

Pengunjung

  • 213,236 hits

butuh buku ini email ajah:

kontak online

Hidup…Kawanku

Assalamu'alaikum Wr Wb, kawan, tidak selamanya kehidupan ini sulit bila kau ditemukan dalam susah hati itu hanyalah kebetulan saja apabila kita ditemukan dalam keadaan gembira itupun hanya kebetulan saja hidup ini adalah sesuatu yang sementara kita dapat menjadi senang dalam suatu waktu dan kita bisa sedih dalam suatu waktu Wassalamu'alaikum

Biennale Jogja XI

telpon kita :

Call kawanrama from your phone!

Categories

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
PageRank

kunjungan

free counters

RSS media ide periklanan

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS berita indonesia

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS kompas

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Muka Pembaca

View My Profile community View My Profile View My Profile View My Profile

RSS bola

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS inggris

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Yuk.Ngeblog.web.id

%d bloggers like this: