05
Apr
10

Jogja Kota Kreatif!!

Di Jogja banyak perhelatan pameran seni terselenggara dari Exposign yang sangat menciptakan ruang kolosal dalam jumlah, hingga Biennale yang menebarkan pesona kreativitas dan berlanjut hingga Biennale anak yang mengugah spontanitas anak-anak untuk mengenal dunia mereka sendiri. Banyak masyarakat dari luar kota Jogja, memuji aktivitas kreatif dari warga Jogja atas segala kegiatan yang diselenggarakan di kota Jogja. Bahkan bila diperhatikan aktivitas rutin yang berbentuk selain pameran-pameran berbentuk seni rupa, Jogja selalu beraktivitas dengan segala kreativitasnya, bisa kita tengok tiap akhir pekan dari pemutaran film yang diselenggarakan teman-teman aktivitas penggiat film di KINOKI, pementasan seni musik Jazz di Bentara Budaya tiap senin dan juga Sunday Morning di seputaran UGM , penggiat seni foto seperti HISFA, Flickr Jogja yang selalu menghasilkan visual indah kota Jogja, pemetasan seni tradisional di desa-desa wisata yang ada di sekitar Jogja. Dan tidak lupa aktivitas komunitas yang selalu kumpul di akhir pekan dari sepeda onthel hingga motor-motor berteknologi tinggi kumpul di pojok-pojok Malioboro. Aktivitas seperti itu telah menjadi agenda rutin yang menciptakan ruang-ruang kreativitas di masyarakat Jogja, tetapi apakah hal tersebut sudah menjadikan kota tercinta Jogja bisa disebut kota kreatif? Seperti halnya Bandung, kita semua sepakat bahwa kota Bandung adalah gudangnya sumber daya insan kreatif sehingga kota mereka diidentikkan dengan kota kreatif. Bandung bisa mengklaim kota mereka sebagai kota kreatif karena di Bandung mereka menawarkan berbagai macam jenis fesyen, aktivitas musik, desain berupa grafis dan visual, arsitektur kota yang dirawat, kuliner yang selalu hadir hingga larut malam, dan kriya yang siap dibawa pulang oleh para pelancong yang selesai bertamasya dari kota Bandung untuk menjadi info bagi para pelancong ke kerabat bahwa mereka sudah bertamasya di Bandung surganya kreativitas. Apakah kota Jogja juga sudah dapat mengklaim diri bahwa kota Jogja adalah kota kreatif? Ekonomi saat ini mengarah ke ekonomi baru yang berbasis pengetahuan yang disebut juga era ekonomi gelombang keempat. Pasalnya, keberhasilan ekonomi sangat ditentukan seberapa banyak pengetahuan-pengetahuan baru dihasilkan. Dengan demikian, peran para pekerja pengetahuan (termasuk pekerja kreatif) yang berketerampilan tinggi (highly skilled knowledge workers) mempunyai peran penting, dengan kreativitas dapat menghasilkan inovasi-inovasi berupa kekayaan-kekayaan intelektual yang mempunyai nilai cipta (copyright). Pekerja kreatif siap menjadi pencipta pengetahuan, mengaplikasikan, dan memanfaatkan pengetahuan baru karena Dunia kreatifitas membutuhkan sumberdaya yang memiliki potensi dan karakter individu yang otentik. Di Jogja, apakah para pekerja kreatif sudah menyadari hal itu semua, apakah masyarakat pekerja kreatif masih menjadi konsumen dari kreativitas kota lain bahkan bangsa lain? Industri kreatif penopang ekonomi kreatif yang digunakan Pemerintah Indonesia saat ini adalah hasil adopsi dari definisi Pemerintah Inggris, yaitu proses peningkatan nilai tambah hasil eksploitasi kekayaan intelektual berupa kreativitas, keahlian, dan bakat individu menjadi produk yang dapat dijual sehingga meningkatkan kesejahteraan bagi pelaksana dan orang yang terlibat. Dalam persepsi ekonomi kreatif, pada teori yang ada, sistem Triple Helix (Henry Etzkowitz dalam Re-Thinking Science) menjadi payung yang menghubungkan antara Cendekiawan (Intellectuals), Bisnis (Business), dan Pemerintah (Government) dalam kerangka bangunan industri kreatif. Dimana ketiga Helix tersebut merupakan aktor utama penggerak lahirnya kreativitas, ide, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang vital bagi tumbuhnya industri kreatif. Hubungan yang erat, saling menunjang, dan bersimbiosis mutualisme antara ketiga aktor tersebut dalam kaitannya dengan landasan dan pilar-pilar model industri kreatif akan menghasilkan industri kreatif yang berdiri kokoh dan berkesinambungan. Bangunan industri kreatif terdiri dari lima pilar. Lima pilar tersebut diantaranya yaitu: (1) industri yang terlibat dalam produksi industri kreatif; (2) teknologi sebagai pendukung mewujudkan kreativitas individu; (3) sumber daya seperti sumber daya alam dan lahan; (4) kelembagaan mulai dari norma dan nilai di masyarakat, asosiasi industri, dan komunitas pendukung hingga perlindungan atas kekayaan intelektual; dan (5) lembaga intermediasi keuangan. Sinergi ketiga aktor utama akan menghasilkan pilar yang kuat sehingga menghasilkan kolaborasi insan kreatif yang bergerak pada kelima bidang pilar tersebut. aktor utama yang terlibat dalam rantai produksi ekonomi kreatif ini agar dapat menjadi produk bernilai ekonomi. Aktor utama yang terlibat adalah intelektual, termasuk budayawan, seniman, pendidik, peneliti, penulis, pelopor di sanggar budaya, serta tokoh di bidang seni, budaya, dan ilmu pengetahuan; bisnis, yaitu pelaku usaha yang mentransformasi kreativitas menjadi produk bernilai ekonomi; dan pemerintah sebagai katalisator dan advokasi, regulator, konsumen, investor dan wiraswasta, serta perencana kota. Bila Jogja ingin mengklaim diri sebagai kota kreatif, pemerintah daerah di Jogja harus memiliki visi jangka panjang Jogja dijadikan kota kreatif dan mau tidak mau harus akan membuka diri sekaligus memikirkan ketersediaan pasokan para pekerja kreatif dalam jumlah dan mutu yang tepat, itu tidak bisa diabaikan. Pemda kota Jogja harus mulai mengembangkan aktifitas ekonomi kreatif yang berbasis komunitas dan peran usaha kecil dan menengah (UKM). Para pejabat berwenang harus mulai benar-benar menata industri kreatif apa yang dapat Jogja jual sehingga klaim Kota Kreatif dapat disematkan di kota tercinta ini. Para pekerja kreatif tidak dapat bekerja sendrian tanpa ada dukungan pejabat pemerintah setempat, seperti teori Triple Helix diatas, semua harus bersinergi membangun kota Jogja sebagai Kota Kreatif. Kota Jogja sudah memiliki potensi awal yaitu insan-insan yang sangat kreatif dalam mengelola segala jenis materi yang dapat dihasilkan sebagai sebuah produk yang memiliki inovasi tinggi. Ekonomi kreatif sangat menyandarkan aktifitasnya pada proses penciptaan dan transaksi nilai. Artinya aspek sumberdaya manusia (talent), teknologi, keberagaman budaya, dan pasar yang kritis (critical mass) merupakan sebuah ekosistem yang sangat dibutuhkan dan ekosistem tersebut sudah dimiliki Jogja sebagai sebuah kumpulan Indonesia mini (dimana ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia, bahkan mahasiswa asing berkumpul di Jogja untuk mencari ilmu). Selama ini Jogja juga dikenal sebagai kota Budaya dan Pelajar, Jogja yang memiliki sumber insan kreatif yang relatif lebih ideal apabila dibandingkan dengan kota lain. Banyak institusi sekolah, mulai dari SD sampai perguruan tinggi yang menjadi pemasok ratusan komunitas kreatif di kota Jogja. Selain itu, sikap masyarakat kota Jogja yang terbuka dan toleran membuat karakter mereka lebih dinamis dalam mengadaptasi perubahan. Jadi siapkah kota Jogja menjadi kota kreatif? Semoga kita semua beraktifitas dan berkreasi.


0 Responses to “Jogja Kota Kreatif!!”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


sohibrama@gmail.com

soekarno falls

More Photos
Internet Sehat

Pengunjung

  • 213,236 hits

butuh buku ini email ajah:

kontak online

Hidup…Kawanku

Assalamu'alaikum Wr Wb, kawan, tidak selamanya kehidupan ini sulit bila kau ditemukan dalam susah hati itu hanyalah kebetulan saja apabila kita ditemukan dalam keadaan gembira itupun hanya kebetulan saja hidup ini adalah sesuatu yang sementara kita dapat menjadi senang dalam suatu waktu dan kita bisa sedih dalam suatu waktu Wassalamu'alaikum

Biennale Jogja XI

telpon kita :

Call kawanrama from your phone!

Categories

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
PageRank

kunjungan

free counters

RSS media ide periklanan

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS berita indonesia

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS kompas

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Muka Pembaca

View My Profile community View My Profile View My Profile View My Profile

RSS bola

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS inggris

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Yuk.Ngeblog.web.id

%d bloggers like this: