28
Jan
09

Etika Iklan : Baty Subakty

Indonesia sudah memiliki etika periklanan sejak tahun 1981. Jadi logikanya
semua praktisi mesti sudah tahu. Setidaknya sadar bahwa beriklan itu ada
etikanya. Sebelum menjadi Etika Pariwara Indonesia (EPI). dalu namanya Tata
Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia (TKTCPI), karena ia memang mengatur
baik tata krama (code of conducts) atau eteika profesi, maupun tata cara
(code of practices) atau etika bisnisnya.
Dalam hal etika periklanan ini Indonesia termasuk yang paling maju di Asia,
karena sudah punya etika periklanan nasional saat banyak negara belum punya
sama sekali. Bahkan TKTCPI/EPI kita didukung oleh 10 asosiasi pengiklan,
biro iklan, dan media.

Soal sosialisasi, sempai sekarang pun Badan Pengawas Periklanan (BPP) PPPI
masih terus aktif melakukannya. Beberapa klien bahakan mengundang BPP untuk
menjelaskannya dalam sesi2 khusus bagi para karyawan mereka.

Soal sanksi, karena ini bersifat hukum normatif, maka sanksi sosial adalah
yang paling berat. Di tingkat selanjutnya, atas rekomendasi lembaga penegak
etika, para asosiasi pendukung bisa mengenakan sanksi organisasi kepada
anggota2 mereka yg melanggar. Dan instansi terakhir adalah penerapan sanksi
polisional melalui hukum positif. Ada beberapa Ketentuan hukum positif (UU,
PP, SK, dsb.) yang menyebut soal ancaman hukuman ini, seperti UU Pangan, PP
tentang rokok, dan UU Kesehatan. Bahkan secara khusus dalam UU Perlindungan
Konsumen, dinyatakan bahwa pelanggaran etika periklanan adalah pelanggaran
UU tersebut. Ini berarti ada ancaman hukuman pidana antara Rp 500 juta s.d.
Rp 2 miliar atau kurungan minimal 6 bulan.

Dalam praktiknya, para pelaku industri sebenarnya tidak cenderung pada
pilihan memidanakan pelanggaran, karena kita menganut asas etka global
periklanan, yaitu swakramawi (self regulatory). Maksudanya kita aturlah diri
kita sendiri, tidak usah perlu Pamong atau orang lain untuk mengatur etika
kita. Itu sebabnya praktis tidak ada kasus etika yang kita (BPP) ajukan ke
pengadilan. Tentu sebagian juga karena ada semangat melindungi dan membina
industri dan para anggota asosiasi pendukung TKTCPI/EPI tersebut.

Demikian dulu, semoga lebih jelas.

Salam,
Baty Subakti


0 Responses to “Etika Iklan : Baty Subakty”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


sohibrama@gmail.com

soekarno falls

More Photos
Internet Sehat

Pengunjung

  • 213,125 hits

butuh buku ini email ajah:

kontak online

Hidup…Kawanku

Assalamu'alaikum Wr Wb, kawan, tidak selamanya kehidupan ini sulit bila kau ditemukan dalam susah hati itu hanyalah kebetulan saja apabila kita ditemukan dalam keadaan gembira itupun hanya kebetulan saja hidup ini adalah sesuatu yang sementara kita dapat menjadi senang dalam suatu waktu dan kita bisa sedih dalam suatu waktu Wassalamu'alaikum

Biennale Jogja XI

telpon kita :

Call kawanrama from your phone!

Categories

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
PageRank

kunjungan

free counters

RSS media ide periklanan

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS berita indonesia

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS kompas

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Muka Pembaca

View My Profile community View My Profile View My Profile View My Profile

RSS bola

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS inggris

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Yuk.Ngeblog.web.id

%d bloggers like this: