09
Jan
09

Seni Modern

Dalam Sejarah Seni Modern tercatat bahwa teori-teori besar yang muncul di dunia fisika dan ilmu humaniora telah memengaruhi paradigma-paradigma serta metode dalam memandang dan menafsirkan realitas yang kemudian dinyatakan sebagai subjek seni. Atau dapat dikatakan bahwa perkembangan-perkembangan yang terjadi di dunia seni tidak lepas dari pengaruh teori-teori besar yang menggejala di jamannya. Salah satu teori besar dalam dunia fisika adalah teori fisika Isaac Newton, yang kemudian dikenal dengan determinisme Newtonian. Isaac Newton (1643–1727) – fisikawan berkebangsaan Inggris – mengandaikan alam semesta sebagai sebuah mesin raksasa yang berjalan dalam keteraturan yang absolut. Buku Newton berjudul Principia yang diterbitkan pada 1687 begitu meyakinkan. Dalam bukunya itu Newton memaparkan berbagai pengandaian-pengandaian yang lengkap dan rinci. Sejak itulah mekanika dipandang sebagai satu disiplin yang mapan, dan dianggap memadai dalam menjelaskan gerak partikel secara jelas dan pasti. Determinisme Newtonian mengandaikan bahwa atom itu bisa diukur besarannya. Posisi atom pun bisa diperhitungkan secara pasti. Begitu berpengaruhnya Determinisme Newtonian, sampai-sampai Pierre Simon – seorang pengikut ajaran Newton – berani mengatakan bahwa orang yang memiliki kemampuan menghitung yang tak terbatas dan pengetahuan yang lengkap tentang disposisi semua partikel, dapat dengan mudah meramalkan masa depan dan menyingkapkan masa lalu semesta raya dengan tingkat kepastian yang sama. Dalam perspektif Newtonian, ruang dan waktu dipandang sebagai sesuatu yang statis dan mutlak. Ruang dan waktu dianggap punya struktur yang sama dan bersifat universal. Sebagai contoh: tinggi 3 meter dan waktu 3 jam senantiasa sama di mana-mana dan kapan saja. Padahal kenyataannya panjang dan waktu itu bersifat relatif, misalnya ketinggian 3 meter bagi seseorang yang pendaki gunung yang sedang berjuang mencapai puncak gunung terasa tinggi sekali, dibandingkan dengan orang yang terbang dengan helikopter. Tiga jam dalam suatu pertempuaran terasa lama sekali, dibandingkan 3 hari yang terasa cepat nian bagi orang yang sedang menjalani bulan-madu. Newton bukan hanya melahirkan teori universal gravitasi, melainkan mempengaruhi pula pembentukan filsafat mekanistik-deterministik yang mempersatukan kosmos, manusia, dan masyarakat ke dalam sebuah metafora baru, yaitu mesin. Pendapat Newton ini diambil sebagai model pemersatu untuk sains dan masyarakat. Gagasan tentang mesin itu merembes dan merekonstruksi kesadaran, sehingga alam, masyarakat, bahkan tubuh manusia dilihat sebagai bagian-bagian teratomisasi yang dapat digantikan, dikontrol, dan direkayasa. Secara radikal Ajaran Newton mempengaruhi perkembangan sains, yaitu sains yang memberikan penekanan pada rasionalitas, dan sains yang berpijak pada empirikisme. Immanuel Kant, penggagas Filsafat Keindahan atau Estetika, adalah pemikir yang sangat terilhami oleh ajaran Newton. Determinisme Newtonian yang selama berabad-abad telah mempengaruhi filsafat, sains dan teknologi mulai goyah dengan mengemukanya temuan-temuan Albert Einstein. Einstein menguak realitas yang membongkar persepsi lama mengenai ruang dan waktu. Ia menyatakan bahwa ruang dan waktu tidaklah mutlak. Ruang dan waktu tidak sama dalam konteks yang berbeda. Ditegaskan oleh Einstein bahwa ruang, waktu, massa, dan energi tidaklah mutlak, melainkan tergantung dari keadaan bergerak. Dalam pengertian ini, panjang ruang tergantung dari kecepatan, dan antara dua peristiwa yang tidak berkaitan secara kausal kesamaan waktunya tidak dapat diobjektifkan. Secara sederhana Teori Relativitas Umum Einstein menyatakan bahwa ruang dan waktu tidaklah absolut, melainkan ‘lekuk’, artinya bentuknya tergantung dari adanya massa-massa berat. Tak mungkin ada ruang kosong dan waktu kosong. Teori Relativitas Einstein inilah yang merelativikasikan konsep-konsep absolut yang dulu dijarkan dalam fisika klasik. Dalam Seni Modern relativisme Einstein kuat memengaruhi berbagai wacana ilmu pengetahuan, termasuk atas bidang seni. Dalam sejarah Seni Modern memang muncul cara pendekatan seni yang mengadopsi relativisme, sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Kubist dengan Kubisme-nya yang merepresentasi relativisme melalui bahasa seni mereka. Sebagai ilustrasi mereka merepresentasi simultaneitas dengan cara pelukisan yang tidak representasional seperti biasanya, melainkan dengan melukiskan suatu realitas yang dipandang dari berbagai sudut pandang dan dihadirkan sekaligus. Dalam sebuah karya lukis, misalnya, si pelukis seolah-olah menghadirkan kembali sebuah objek pelukisan yang dilihatnya dengan cara mengitarinya untuk dianalisis, guna dicari sudut-sudut pandang yang menarik. Lalu semuanya dihadirkan kembali secara simultan dalam satu permukaan/ruang yang sama. Sebagai ilustrasi lain yang menerangi relasi antara seni dan filsafat serta sains, ada baiknya kita tengok hubungan antara Psikoanalisis dan Surrealisme. Teori Psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, pada mulanya dipakai untuk menerapi para penderita penyakit jiwa dan/atau pasien yang mengalami neorosis. Cara menerapi Freud ini kemudian diadopsi secara bebas oleh kaum Surrealist di Perancis yang mencetuskan manifesto pada 1924. Surrealisme dimaksudkan untuk mengekspresikan kerinduan para seniman muda untuk menghadirkan sesuatu yang mereka pandang lebih nyata daripada realitas itu sendiri, atau ingin merepresentasi sesuatu yang dianggap lebih signifikan daripada sekedar tiruan dari apa yang kita biasanya lihat secara apa adanya. Karya-karya kaum Surrealist merepresentasi tafsiran mereka tentang mimpi, fantasi, dan lamunan untuk direpresentasi melalui karya-karya mereka, sebagaimana terlihat pada karya-karya: Rene Margritte, Salvador Dali, dan Max Earnst. Di bagian lain di Eropa Barat dalam waktu yang tidak terlalu lama terpisah sejumlah seniman dari Copenhagen, Brussels dan Amsterdam, yang kemudian disebut sebagai kelompok Cobra, mengadopsi Psikoanalis dan Archetype yang dikemukakan oleh Carl Gustave Jung. Demikianlah ilustrasi untuk relasi antara seni, sains dan filsafat yang kait-mengait. Pada dekade ketiga abad ke-20 dicetuskan satu teori yang berpijak pada Fisika Quantum, disebut Teori Quantum. Secara prinsipal teori baru ini mematahkan Determinisme Newtonian. Dengan fisika Newton, sebagaimana dalam persepsi umum tentang hal-hal yang lebih besar, diasumsikan bahwa being (mahluk) pada levelnya yang paling basis yaitu pada level yang tak lagi terbagi, terdiri dari partikel-partikel diskret (discrete) yang kecil – yaitu atom-atom. Partikel-partikel diskret itu saling bertabrakan satu sama lain, saling tarik dan tolak. Atom-atom itu pejal dan terpisah, setiap atom menempati tempatnya yang pasti dalam ruang dan waktu. Asumsi atomik Newtonian tersebut ternyata keliru. Ini terungkap melalui eksperimen-eksperimen yang dilakukan oleh sejumlah fisikawan Quantum, seperti: Max Plank, Niels Bohr, Werner Heisenberg, Max Born, P.A.M. Dirac, Erwin Schrodinger, dan L. de Broglie. Eksperimen-eksperimen fisika inti quantum memberi pembuktian bahwa ternyata inti dari suatu makhluk (being) bukanlah partikel yang bersifat tunggal, melainkan dualitas dari gelombang atau partikel. Partikel dan gelombang itu saling bertukar-tukaran bentuk dan sifatnya. Yang saat ini jadi partikel, pada saat berikutnya jadi gelombang, dan terus berubah lagi jadi partikel dan seterusnya. Perubahan bolak-balik partikel-gelombang tidak bisa diprediksi kapan dan bagaimananya. Kapan dan bagaimana partikel jadi gelombang, atau dari gelombang jadi partikel, tidak dapat diketahui secara pasti. Karena itulah teori Newton gugur. (rama lagi serius…)


0 Responses to “Seni Modern”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


sohibrama@gmail.com

soekarno falls

More Photos
Internet Sehat

Pengunjung

  • 213,125 hits

butuh buku ini email ajah:

kontak online

Hidup…Kawanku

Assalamu'alaikum Wr Wb, kawan, tidak selamanya kehidupan ini sulit bila kau ditemukan dalam susah hati itu hanyalah kebetulan saja apabila kita ditemukan dalam keadaan gembira itupun hanya kebetulan saja hidup ini adalah sesuatu yang sementara kita dapat menjadi senang dalam suatu waktu dan kita bisa sedih dalam suatu waktu Wassalamu'alaikum

Biennale Jogja XI

telpon kita :

Call kawanrama from your phone!

Categories

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
PageRank

kunjungan

free counters

RSS media ide periklanan

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS berita indonesia

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS kompas

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Muka Pembaca

View My Profile community View My Profile View My Profile View My Profile

RSS bola

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS inggris

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Yuk.Ngeblog.web.id

%d bloggers like this: