<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Visual Iklan : Bahasa Komunikasi : Canda Kreatif</title>
	<atom:link href="http://ramakertamukti.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ramakertamukti.wordpress.com</link>
	<description>iklan, kamus iklan, komunikasi pemasaran, komunikasi visual</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 06:51:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ramakertamukti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/51c97251fe83b6d7b8eaa2fc16d854e7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Visual Iklan : Bahasa Komunikasi : Canda Kreatif</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>melihat dan tidak tahu&#8230;</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/11/06/melihat-dan-tidak-tahu/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/11/06/melihat-dan-tidak-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 06:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=952</guid>
		<description><![CDATA[mengenal seseorang tetapi lupa adalah kewajaran bila kita sendiri nggak yakin ama memori kita. Lah ini kita diberi clue berupa suara kita sendiri lewat rekaman kok lupa&#8230;? memang sebuah bencana tidak akan kita rasakan bila kita sendiri merasa bahwa bencana itu bukan ancaman&#8230;tetapi sebuah kebohongan akan kita rasakan ketika kita menjadi tua dan akan ditunggu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=952&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>mengenal seseorang tetapi lupa adalah kewajaran bila kita sendiri nggak yakin ama memori kita. Lah ini kita diberi clue berupa suara kita sendiri lewat rekaman kok lupa&#8230;? memang sebuah bencana tidak akan kita rasakan bila kita sendiri merasa bahwa bencana itu bukan ancaman&#8230;tetapi sebuah kebohongan akan kita rasakan ketika kita menjadi tua dan akan ditunggu oleh waktu. Waktu tidak akan pernah lupa akan tindakan kita&#8230;siapa bilang akan <em>hilang di makan waktu</em>&#8230;sebuah kebohongan akan diingat oleh waktu bila kita sadar itu  sudah memakan banyak orang&#8230;.</p>
<p>rasakan harapan orang banyak terhadap diri kita bila kita salah melangkah&#8230;.kecewa mending&#8230;bila diri kita dianggap aib oleh mereka&#8230;.?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/952/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=952&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/11/06/melihat-dan-tidak-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pertarungan mbah gayus VS mbah oc kaligis</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/11/02/pertarungan-mbah-gayus-vs-mbah-oc-kaligis/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/11/02/pertarungan-mbah-gayus-vs-mbah-oc-kaligis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 01:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=950</guid>
		<description><![CDATA[sebuah komunikasi yang ditularkan dari para orang tua hari ini kulihat&#8230;saling membentak di TVOne hari senin yang kelabu(2 nop 2009), saling berujar : &#8220;kupukul &#8230;.&#8221; whatz up bro kita anak muda melihat begini kayaknya illfeel banget.  Memang sih kita butuh pemimpin yang tegas tapi jangan saling menghardik dong&#8230;.ingat efek air jatuh dari komunikasi, mbah-mbah ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=950&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>sebuah komunikasi yang ditularkan dari para orang tua hari ini kulihat&#8230;saling membentak di TVOne hari senin yang kelabu(2 nop 2009), saling berujar : &#8220;kupukul &#8230;.&#8221; whatz up bro kita anak muda melihat begini kayaknya<em> illfeel </em>banget.  Memang sih kita butuh pemimpin yang tegas tapi jangan saling menghardik dong&#8230;.ingat efek air jatuh dari komunikasi, mbah-mbah ini yang menciptakan kita anak muda kayaknya jadi phobia! dari atas keruh gimana jatuh kebawah&#8230;buthek&#8230;</p>
<p>Dulu waktu kuliah kayaknya saya diajarkan bahwa komunikasi menciptakan hubungan yang semakin baik tetapi kalo yang terjadi seperti ini kayaknya tidak ada komunikasi, penilaian buruk akan saling bersahutan. Hukum? emang ada hukum yang adil? kan tidak tergantung hukum itu dibawa oleh siapa? Hukum yang mana? hukum kita warisan dari Belanda, UU yang kita punya menerawang jauh ke angan-angan&#8230;pagi-pagi gini kite Illfeel&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/950/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=950&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/11/02/pertarungan-mbah-gayus-vs-mbah-oc-kaligis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>arti sebuah brand awareness</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/10/22/arti-sebuah-brand-awareness/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/10/22/arti-sebuah-brand-awareness/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 04:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=948</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia pemasaran modern, manajemen perusahaan tidak cukup hanya memfokuskan diri untuk membuat suatu produk dengan brand platform yang kokoh, tetapi perlu juga menetapkan suatu harga.
yang kompetitif untuk suatu merek, serta membuatnya terjangkau bagi pasar sasaran. Iklim persaingan yang ketat membuat manajemen pemasaran untuk mampu membuat merek produk mereka dapat dikomunikasikan pada pasar sasarannya. Dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=948&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam dunia pemasaran modern, manajemen perusahaan tidak cukup hanya memfokuskan diri untuk membuat suatu produk dengan brand platform yang kokoh, tetapi perlu juga menetapkan suatu harga.<span id="more-948"></span></p>
<p>yang kompetitif untuk suatu merek, serta membuatnya terjangkau bagi pasar sasaran. Iklim persaingan yang ketat membuat manajemen pemasaran untuk mampu membuat merek produk mereka dapat dikomunikasikan pada pasar sasarannya. Dengan demikian, fungsi komunikator dan komunikan merek tidak dapat dihindarkan. Secara umum, komunikasi suatu merek memiliki tiga tujuan</p>
<p>utama yaitu:</p>
<p>1.     Membangun serta meningkatkan brand awareness.</p>
<p>2.     Memperkuat, memperjelas dan mempercepat pesan suatu merek.</p>
<p>3.     Menstimulasi dan memotivasi target konsumen untuk melakukan aksi pembelian.</p>
<p>Brand Awareness sudah banyak diketahui pemasar. Namun menurut saya sering kali rancu, atau salah menafsirkan, ketika kita memasarkan sebuah produk baru, hambatan yang mungkin dihadapi adalah omset yang masih kecil. Seorang teman kerja saya dipanggil atasannya, &#8220;Kenapa omset kamu sedikit?&#8221;, &#8220;Karena konsumen belum tahu dengan merek ini, pak!&#8221;. Mungkin teman saya beranggapan bahwa konsumen belum tahu merek yang dipasarkan olehnya adalah Brand Awareness,, Invasi Pasar Dengan Iklan Yang Efektif : Strategi, Program, dan Teknik Pengukuran, Kesadaran Merek (Brand Awareness) adalah kesanggupan seseorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Jadi,belum tahu (Recognition) atau belum sadar merek (unAwareness) ??.</p>
<p>Pengukuran Tingkatan kesadaran merek dapat dilakukan dengan melakukan survey kuesioner kepada target market konsumen kemudian secara berurutan dapat digolongkan</p>
<p>sebagai berikut:</p>
<p>a. Top of mind (puncak pikiran)</p>
<p>Apabila responden ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan ia dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang pertama sekali disebutkan merupakan puncak pikiran. Dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak responden.Contoh pertanyaan &#8221; Apakah Merek yang paling anda ingat? &#8220;</p>
<p>b. Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek)</p>
<p>Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan kepada setiap responden untuk menyebutkan tiga merek tertentu yang diingat dalam suatu kelas produk. Hal ini diistilahkan dengan pengingatan kembali tanpa bantuan, karena berbeda dari pertanyaan pengenalan merek, responden tidak perlu dibantu untuk memunculkan merek tersebut dalam ingatan. Contoh pertanyaan&#8221;Selain Merek yang anda sebutkan diatas, Merek apa lagi yang anda ingat?&#8221;</p>
<p>c. Brand recognition (pengenalan merek)</p>
<p>Tingkat minimal dari kesadaran merek konsumen. Responden diminta untuk menjawab pertanyaan yang langsung berhubungan dengan pengenalan merek tertentu. Dalam hal ini ini responden dibantu untuk memunculkan merek dalam ingatan responden melalui pertanyaan yang langsung berhubungan dengan suatu merek tertentu. Pertanyaan ini dapat membantu responden pada saat memilih suatu merek saat akan melakukan pembelian. Contoh pertanyaan &#8220;Apakah Anda mengetahui merek&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;?(Merek yang kita pasarkan)&#8221;</p>
<p>d. Unaware of brand (tidak menyadari merek)</p>
<p>Merupakan tingkat yang paling rendah dalam kesadaran merek, di mana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek yang kita pasarkan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/948/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=948&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/10/22/arti-sebuah-brand-awareness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>interview with David Droga is the first ever Worldwide Creative Director</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/10/08/interview-with-david-droga-is-the-first-ever-worldwide-creative-director/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/10/08/interview-with-david-droga-is-the-first-ever-worldwide-creative-director/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 07:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=944</guid>
		<description><![CDATA[David Droga is the first ever Worldwide Creative Director for Publicis Worldwide. Droga, who has had an exceptional international career, has won more awards than any other creative director including 42 Cannes Lions, 23 One Show Pencils and seven D&#38;ADs. In addition, he was named &#8220;World&#8217;s Top Creative Director&#8221; by Ad Age in 2002 and [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=944&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/10/droga.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-945" title="droga" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/10/droga.gif?w=190&#038;h=225" alt="droga" width="190" height="225" /></a>David Droga is the first ever Worldwide Creative Director for Publicis Worldwide. Droga, who has had an exceptional international career, has won more awards than any other creative director including 42 Cannes Lions, 23 One Show Pencils and seven D&amp;ADs. In addition, he was named &#8220;World&#8217;s Top Creative Director&#8221; by Ad Age in 2002 and named one of the most influential people in Europe under the age of 40 by Media Magazine in 2001. Under his leadership as executive creative director at Saatchi &amp; Saatchi London, that agency was named &#8220;Global Agency of the Year&#8221; at the Cannes International Advertising Festival 2002. Droga, 37, is currently creating a joint venture with Publicis Groupe called Drogafive. The &#8220;brand ideas and entertainment laboratory&#8221; will open this year in New York and Los Angeles.  And next, i found an interview with Droga by Ihaveanidea.com in April 2005. I hope Droga could inspire you as he inspire me&#8230; Enjoy!  <span id="more-944"></span>How the hell did you become a creative director at 21? Luck. Circumstances. I think ignorance and naivety go a long way. I had no idea about the industry, the structure of the industry, the timeline of what you should be doing, what titles meant or anything like that. I was quite wide-eyed when I entered the industry. I was 18, and I had just finished an advertising school in Australia, which was sort of the main ad school in Australia and which is run by the ad industry. I was lucky to be a top student, so I got a job right away in some big boring multinational. After only a few months in that boring big multinational I knew what I clearly didn’t want to do. And by chance there was some big creative in Australia who was setting up an agency and he asked if I wanted to join, and I did, so I was the first employee. Essentially there were 4 people in this agency. They didn’t even have a desk or anything like that, and again they were relatively young as well, 27, 28. So none of us had any agenda or cared too much about money. It had to do with the right timing. How ideas just seemed to resonate with anybody. Suddenly it became the ‘it’ agency in Australia, and this was sort of the late 80’s. It sort of boomed. I grew up with the agency very quickly. Suddenly we went from a four man shop to a fifty man shop. One of the partners decided to leave advertising. When he left, I was almost writing everything so they asked me if I wanted to be the creative director and they offered me a partnership in the agency. So by the will of the agency I found myself at 21 being the creative director. I didn’t know what I inherited, I just thought, wow, that’s an interesting title. We were quite removed from the industry then, we were sort of the whipper snapper. But our work was not only the most awarded, it was also the most talked about. So that’s how I became a creative director.   Did you mess up a lot? Because from the sounds of it, you smoothly went into fame. Those three years from 18 to 21, when one is most scared and insecure, must have been filled with messups right? I never thought I was more talented than anyone else, but I made a conscious decision to work harder than anyone else. I decided to do whatever it took to get the best ideas out. I slept in the agency two nights a week. My social life was rubbish.  How is it now? It’s a different type of rubbish. This industry isn’t ruled by timelines. It’s not like law firms when you know you have to put 10 years here, 15 years there. You are only as good as everyone says. You all stare at the same white page. From the biggest to the smallest names in the industry. I decided to work as hard as I could to leapfrog past the bullshit and awkwardness of some of the stuff we do in our industry. I wasn’t at all preoccupied by money. At that time I was very successful in Australia and I had lots of offers to go to other places for muuuch much more money, but I knew that if I did that it would go in a different avenue that I didn’t want to go. So I just said, do the work, do the work. And I was learning all the way along. That ignorance and naivety probably allowed me to present and say things in meetings that other people would have been too sensible to do. I stayed there for a while, but it got to a point where we were taking ourselves too seriously, and of course the partners were now married with kids and they were now sitting down to think about their mortgages and stuff, which is o.k. since it’s part of life, but I was still a young, angry, restless guy. I didn’t like the idea of having responsibilities and when I felt the agency was going mainstream I decided to leave. BBDO bought the agency, I gave up my share and got out. Then you joined Saatchi right? Yeah, in Asia. I wasn’t tied and Asia is an exciting place. The likes of the Neil Frenches had put a spotlight on that.  Was Neil a big mentor for you? Yes and no. I have a huge respect for Neil, but I have never worked with him. He proved geography didn’t matter. You could take a country like Singapore and create waves globally. This was a very interesting thing for me since it wasn’t about money or population, it was about ideas. I was there for two and a half years, and that was like five or six years anywhere else. It’s a workload that is very rapid and very global. My creative department was like the U.N. Everyone was aware of everything around the world. That was very good for me because I was out of my comfort zone. I like leaving that comfort zone and building a creative culture. From a great creative culture comes great work.   So tell me, we all know about Saatchi&#8217;s culture, its origins and history. But what about Publicis? What does it stand for? Clearly you gotta look at the beginnings of it. It’s very European. It started in this very small and iconic shop in France. It had a lot of business success. It bought out all the major players and suddenly it also realized it had to stamp out its creative authority. They are very honest about what they had and what they are lacking. To me, one of the reasons why I took the job, (while everyone tells me ‘you are crazy’, which actually makes me want to do it even more), is that the natural thing for me, after Saatchi was to do a start-up. And that’s exciting on one level. But taking a huge operation and make it feel like a startup is a great challenge. Fundamentally an agency, no matter how big, is really a collection of people. You have 20 right people in the network and you can change it. It’s about picking the right people in the structure and having an honest mandate from the top. Instead of starting from scratch.  You’ve been a CD for a long time. Has the actual function and role of a creative director changed over the past years? I think so, well what’s interesting for me from being a writer to a creative director was that I am the most selfish person in the world. I couldn’t work with an art director, I had to do the idea myself. I was very closed about that. The surprise was, when I became a creative director, was that I got off just as much, if not more, from my creatives having great ideas. I could feel my personality in their ads, but I didn’t have to write it for them. Gone are the days when the CD was this intimidating force at the end of the room with a closed door that says yes or no. It’s as much as setting a benchmark of what work is good enough and setting a mandate for the agency. It’s about the spirit of the place. I also think a lot of CD’s are torn between the ‘I want to be a creative director’ and the “but I also want to do a lot of the glory pieces myself.” It’s crazy. I knew when I lived in Singapore and London that the more successful people there were in my department, as opposed to one or two start teams, the better. If everyone is getting better, it will reflect on you. I wasn’t worried thinking my name has to be in what this or that writer is doing. For me, the best CD’s are the ones who don’t hijack a creative department and let it be just that, a ‘creative department’. So you are in the hall of fame. What happens when they put you in the hall of fame. Do you have to embed your hands on a star in the floor or something? It’s another burden. It’s wonderful to get recognition for things. I get nervous every time there’s too many accolades. I am very appreciate of getting respect and recognition. But at the same time, I also beat myself up over it. When I went to Singapore my mission was simple, to piss off Saatchi London. Which we did, so they hired me to run Saatchi London. When I went into London, what happened, which was very interesting, was that I was one of the first foreign creative directors. The reception I got was a very cynical cold one. Who the hell is this 29 year old Australian from Singapore. What the fuck is he doing coming into our market. So that made me think, “O.K. Put your head down and do the job. Prove that a foreigner can do the job.” Now coming to my new job, which is a global job, the same thing happens. The American press has been very very good in welcoming me with open arms. Which is almost the opposite, which of course, creates exactly the same result, since there has been so much goodwill and faith that ‘oh no’ I know have to deliver the results as well.   How come you are part of the VCU Adcenter board? I am a product of an advertising school myself. So I really like them. I think there are way too many ad schools and way too many award shows, so when the right one comes along, that has integrity and has a mission that’s more than pumping students out, it really intrigues me. I have a lot of respect for Rick Boyko. He didn’t need to do this, he’s really trying to build something substantial. I want to be part of that. There’s some selfish reasons cause I want to be in the loop of where the best young talent is coming in. There’s also something incredibly refreshing about trying to be involved with the people coming in. You cannot have a mountain peak without the base of the mountain. I am trying to take the industry somewhere good, but there’s people who’s name I don’t even know who will take their turn in redefining the industry.  So what’s the story with Australia. I always think of them as the ones who do the edgy crazy stuff. I have however read that you side with the fact that Australians produce great work, but Australia not so much. I am probably one of the proudest Australians you’ll meet but I am also very Australian because I say what I think. We have some great people, but it’s wrestling with an attitude about (a) it’s not too interested that much in what’s happening elsewhere (b) Australia is a very relaxed country. Why does London produce the best bands in the world and all time? It’s raining all day and people go to their basements to produce beautiful music. Given the choice, in Australia between sitting by the harbour and having a three hour lunch and spending your weekend working at the office, what are you going to do? Who’s the schmuck? No one. It’s a choice you make.  How about India? They are making headlines, and an Indian is the chief judge at Cannes this year. India is open minded and cosmopolitan. I think they are looking at the rest of the world thinking “hey I can do that”. I have a worldwide creative board and one of the stars in the board is the woman running our India office. They are such a genuine energy. There is creative hunger, but it doesn’t have the cynicism of the other markets.   It doesn’t seem like they are following anyone. They have a very unique culture to tap into. There are certain things you must do compete in global shows and I am sure they fall into some formulas but its culture is so rich and diverse that there’s a lot of great stuff nonetheless. I am very lucky to have been given the opportunity to experience different markets. There are more similarities than there are differences. We’re all basic humans moved by the same things.   You have won everything there is to be won, so tell me. Is there an ideal time frame from brief to final delivery that a gold, award-winning ad needs to be in. Could it be possible that if your idea is taking too x time too long to produce it will start to get mushy and grey? Not really. If you spend too much time you over think it. But I don’t think there is a benchmark of time.   What about that Monster.com stuff you made, or the Army ads you made? Some of the edgiest stuff I’ve been involved with was the easiest thing I ever solved. It’s the ones that are built upon bullshit or generic stuff that is hard. If you can have a rational and honest conversation with the clients about the product, then the execution is the easiest part. I have found that the ideas that I’ve loved the most have been the easiest to sell.   You talk a lot about honest advertising and having brands that have a point of view. But that seems to be something that the Chief Creative Officer will deal with, not us the creatives. That’s what the CD is there for. They have to go beyond ‘that’s a funny spot’. I’ve blown down so many ideas that I know are funny, but which I know are disposable. The conversations I always have with the creative teams are ‘what does the brand stand for?’, ‘what is its point of view?’ There’s nothing more moving than reality, but reality doesn’t mean slice of life. I always make my creatives present thoughts, not scripts. They present conversation starters. We don’t ‘open on’ anything. Don’t waste your time crafting something that won’t go anywhere. Let’s first talk about direction. It’s weird cause it’s sounding I have this massive wisdom, but I don’t. I don’t have formulas or anything.  How do you keep up? What fuels you these days? I believe in what I do. What inspires is playing with emotions. I am the youngest of 5 boys so I am massively competitive. Maybe that’s my fuel.  So how do you offset it? I am into Yoga now.   SOURCE: ihaveanidea.org</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/944/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/944/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/944/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/944/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/944/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/944/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=944&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/10/08/interview-with-david-droga-is-the-first-ever-worldwide-creative-director/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/10/droga.gif" medium="image">
			<media:title type="html">droga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berpikir : KREATIF</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/09/30/berpikir-kreatif/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/09/30/berpikir-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 05:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=940</guid>
		<description><![CDATA[Berpikir kreatif menurut James C. Coleman dan Coustance L. Hammen, adalah “thinking which produces new methods, new concepts, new understanding, new invebtions, new work of art.” Berpikir kreatif harus memenui tiga syarat:
1. Kreativitas melibatkan respons atau gagasan yang baru, atau yang secara statistic sangat jarang terjadi. Tetapi kebauran saja tidak cukup.
2. Kreativitas ialah dapat memecahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=940&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/09/side2.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-941" title="side2" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/09/side2.gif?w=142&#038;h=311" alt="side2" width="142" height="311" /></a>Berpikir kreatif menurut James C. Coleman dan Coustance L. Hammen, adalah “thinking which produces new methods, new concepts, new understanding, new invebtions, new work of art.” Berpikir kreatif harus memenui tiga syarat:</p>
<p>1. Kreativitas melibatkan respons atau gagasan yang baru, atau yang secara statistic sangat jarang terjadi. Tetapi kebauran saja tidak cukup.<br />
2. Kreativitas ialah dapat memecahkan persoalan secara realistis.<br />
3. Kreativitas merupakan usaha untuk memertahankan insight yang orisinal, menilai dan mengembangkannya sebaik mungkin.<br />
<span id="more-940"></span><br />
Ketika orang berpikir kreatif, cara berpikir yang digunakan adalah berpikir analogis. Guilford membedakan antara berpikir kreatif dan tak kreatif dengan konsep konvergen dan divergen. Kata Guilford, orang kreatif ditandai dengan cara berpikir divergen. Yakni, mencoba menghasilkan sejumlah kemungkinan jawaban. Berpikir konvergen erat kaitannya dengan kecerdasan, sedangkan divergen kreativitas. Berpikir divergen dapat diukur dengan fluency, flexibility, dan originality.</p>
<p>Proses Berpikir Kreatif</p>
<p>Para psikolog menyebutkan lima tahap berpikir kreatif :</p>
<p>1. Orientasi : Masalah dirumuskan, dan aspek-aspek masalah diidentifikasi<br />
2. Preparasi : Pikiran berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah.<br />
3. Inkubasi : Pikiran beristirahat sebentar, ketika berbagai pemecahan berhadapan dengan jalan buntu. Pada tahap ini, proses pemecahan masalah berlangsung terus dalam jiwa bawah sadar kita.<br />
4. Iluminasi : Masa Inkubasi berakhir ketika pemikir memperoleh semacam ilham, serangkaian insight yang memecahkan masalah. Ini menimbulkan Aha Erlebnis.<br />
5. Verifikasi : Tahap terakhir untuk menguji dan secara kritis menilai pemecahan masalah yang diajukan pada tahan keempat.</p>
<p>Faktor-faktor yang Memengaruhi Berpikir Kreatif</p>
<p>Berpikir kreatif tumbuh subur bila ditunjang oleh faktor personal dan situasional. Menurut Coleman dan Hammen, faktor yang secara umum menandai orang-orang kreatif adalah :</p>
<p>1. Kemampuan Kognitif : Termasuk di sini kecerdasan di atas rata-rata, kemampuan melahirkan gagasan-gagasan baru, gagasan-gagasan yang berlainan, dan fleksibilitas kognitif</p>
<p>2. Sikap yang terbuka : orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimuli internal maupun eksternal.</p>
<p>3. Sikap yang bebas, otonom, dan percaya pada diri sendiri : orang kreatif ingin menampilkan dirinya semampu dan semaunya, ia tidak terikat oleh konvensi-kovensi. Hal ini menyebabkan orang kreatif sering dianggap “nyentrik” atau gila.</p>
<p>Selain faktor lingkungan psikososial, beberapa peneliti menjukan adanya faktor situasional lainnya. Maltzman menyatakan adanya faktor peneguhan dari lingkungan. Dutton menyebutkan tersedianya hal-hal istimewa bagi manusia kreatif, dan Silvano Arieti menekankan faktor isolasi dalam menumbuhkan kreativitas.</p>
<p>Faktor-faktor yang Memengaruhi Proses Pemecahan Masalah</p>
<p>Pemecahan masalah dipengaruhi faktor-faktrot situasional dan personal. Faktor-faktor situasional terjadi, misalnya, pada stimulus yang menimbulkan masalah. Pengaruh faktor-faktor biologis dan sosiopsikologis terhadap proses pemecahan masalah. Contohnya :</p>
<p>1. Motivasi. Motivasi yang rendah lebih mengalihkan perhatian. Motivasi yang tinggi membatasi fleksibilitas.<br />
2. Kepercayaan dan sikap yang salah. Asumsi yang salah dapat menyesatkan kita.<br />
3. Kebiasaan. Kecenderungan untuk memertahankan pole berpikir tertentu, atau misalnya melihat masalah dari satu sisi saja, atau kepercayaan yang berlebihan dan tanpa kritis pada pendapat otoritas, mengahambat pemecahan masalah yang efisien.<br />
4. Emosi. Dalam menghadapi berbagai situasi, kita tanpa sadar sering terlibat secara emosional. Emosi mewarnai cara berpikir kita. Kita tidak pernah berpikir betul-betul secara objektif.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/940/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/940/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/940/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/940/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/940/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/940/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=940&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/09/30/berpikir-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/09/side2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">side2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan buat Malaysia 2: serumpunkah?</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/09/09/catatan-buat-malaysia-2-serumpunkah/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/09/09/catatan-buat-malaysia-2-serumpunkah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 04:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=933</guid>
		<description><![CDATA[Memang sedikit menggelikan kok saya ikut-ikutan terlibat secara emosional tentang masalah Indonesia Malaysia, enggak emosional sih cuman mulut kreatif saya agak gatal untuk urusan kreativitas. Indonesia adalah negara dengan berbagai suku bukan multi ras tetapi multi etnik. Semua suku di Indonesia mempunyai ciri khasnya masing-masing, walaupun sama-sama orang Jawa tetap ada perbedaan Orang Jakarta sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=933&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/09/123.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-934" title="123" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/09/123.jpg?w=234&#038;h=234" alt="123" width="234" height="234" /></a>Memang sedikit menggelikan kok saya ikut-ikutan terlibat secara emosional tentang masalah Indonesia Malaysia, enggak emosional sih cuman mulut kreatif saya agak gatal untuk urusan kreativitas. Indonesia adalah negara dengan berbagai suku bukan multi ras tetapi multi etnik. Semua suku di Indonesia mempunyai ciri khasnya masing-masing, walaupun sama-sama orang Jawa tetap ada perbedaan Orang Jakarta sangat berbeda dengan orang Sunda dan juga berbeda dengan orang Jawa Tengah ataupun Jawa Timur. Makanya kehidupan di Indonesia sangatlah beragam, cuman ada yang menyamakan diantara suku-suku di Indonesia yaitu nilai-nilai religi atau agama sehingga menciptakan sedikit kesamaan budaya antar suku tetapi bukan material budaya. Kalo kita lihat dari lagu-tari-tarian akan banyak berbeda satu sama lain di Indonesia tetapi ketika mereka pulang ke rumah dan berkehidupan mereka akan melebur secara ideologi agama&#8230;yang islam gayanya akan sama dengan islam dengan suku yang berbeda begitu juga agama yang lain&#8230;Suku di Indonesia tak hanya Melayu saja&#8230;ada suku jawa, bugis, dani (irian) dan buanyak lagi sampe lupa saya menyebutnya&#8230;.<span id="more-933"></span>Makanya dengan beraneka ragam suku tersebut akan menciptakan material budaya yang sangat berbeda-beda&#8230;.memanggil orang saja ada yang menggunakan kata : Uda, Cak, Mas, Dab, Kang, Tiyang&#8230;.banyak lagi jadi bila ada yang mengatakan sebuah lagu dengan didalamnya ada syair kata &#8220;nona&#8221; berarti itu berasal dari jajahan portugis bukan dari jawa&#8230;.bukan juga dari Kalimantan tetapi dari teman-teman wilayah Indonesia Timur,  jadi jangan anggap orang Melayu bilang ke seorang wanita &#8220;Nona&#8221; tetapi&#8230;UNI yah (ingat lagu &#8220;rasa sayange&#8221; jelas-jelas itu milik teman-teman maluku? Jadi, bila kita membajak karya seseorang yang dapat kita ambil hanyalah kulitnya, bukan hatinya.So, bila ditanya asal usul karya tersebut jawabannya pasti ngawur bila kita hanya mengambil secara paksa hanya dari kulitnya saja. Jadi kalo di bilang negara Indonesia serumpun  dengan Malaysia kayaknya engga yah? Dapat dikatakan : cuman serumpun dengan Propinsi Riau jadi Malaysia serumpun dengan Propinsi Riau&#8230;.bukan negara Indonesia, betul?? Lihat dulu kalo mau bajak kreativitas orang lain teman&#8230;.siapa tahu kita tidak tahu asal muasalnya&#8230;.(foto :http:ustadsfahrur.files.wordpress.com/2009)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/933/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=933&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/09/09/catatan-buat-malaysia-2-serumpunkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/09/123.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mie Ayam Bukan (aseli) Wonogiri : Catatan buat Malaysia</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/09/03/mie-ayam-bukan-aseli-wonogiri-catatan-buat-malaysia/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/09/03/mie-ayam-bukan-aseli-wonogiri-catatan-buat-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 03:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=928</guid>
		<description><![CDATA[Siapa tidak mengenal mie ayam, di Indonesia mie ayam seperti sudah menjadi makanan pokok di siang hari. Pekerja di Indonesia kebanyakan menghabiskan waktu makan siangnya dengan mie ayam, mereka dapat membelinya dari penjaja pinggir jalan (kaki lima) ataupun di rumah-rumah makan dari yang menengah hingga yang elit. Kalau dilihat sepertinya mie ayam sudah menjadi kebiasaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=928&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/09/indon.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-929" title="indon" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/09/indon.jpg?w=300&#038;h=225" alt="indon" width="300" height="225" /></a>Siapa tidak mengenal mie ayam, di Indonesia mie ayam seperti sudah menjadi makanan pokok di siang hari. Pekerja di Indonesia kebanyakan menghabiskan waktu makan siangnya dengan mie ayam, mereka dapat membelinya dari penjaja pinggir jalan (kaki lima) ataupun di rumah-rumah makan dari yang menengah hingga yang elit. Kalau dilihat sepertinya mie ayam sudah menjadi kebiasaan bahkan dapat dibilang sudah menjadi budaya kuliner di Indonesia. Tetapi apakah orang Wonogiri yang kebanyakan menjual Mie Ayam dengan Brand “Tunggal Rasa” merasa bahwa barang dagangannya memang asli cap jempol dari Wonogiri, padahal mereka sudah bertahun-tahun menjual barang dagangan ini sehingga dapat membangun daerahnya dengan bangunan yang megah dan jalan yang mulus. Jawaban yang akan diperoleh dari para pedagang mie ini adalah mereka hanya memodifikasi mie sehingga rasanya bener-bener aseli dari wonogiri beda dengan yang dibuat oleh mie jakarta maupun mie surabaya. Mereka sadar betul bahwa mie ini adalah milik bangsa China. Mereka sadar betul bahwa mie berasal dari budaya Tionghoa yang dibawa oleh para pedagang mereka ke tanah Jawa (Nusantara), walau sudah sangat bertahun-tahun di Indonesia budaya makan mie ini, mereka tidak pernah mengakui bahwa mie adalah dari budaya Wonogiri, para pedagang Wonogiri hanya pandai menciptakan kreativitas tersendiri yaitu rasa yang berbeda dengan yang lain.<span id="more-928"></span></p>
<p>Mie sendiri sesuai catatan sejarah, mie pertama kali dibuat di daratan China sekitar 2000 tahun yang lalu pada masa pemerintahan Dinasti Han. Dari China, mie berkembang dan menyebar ke Jepang, Korea, Taiwan dan negara-negara di Asia Tenggara bahkan meluas sampai kebenua Eropa. Bahkan di benua Eropa, mie mulai dikenal setelah Marco Polo berkunjung ke China dan membawa oleh-oleh mie. Namun, pada perkembangannya di Eropa mie berubah menjadi pasta seperti yang kita kenal saat ini. Sesungguhnya seni menggiling gandum telah lebih dahulu berkembang di Timur Tengah, seperti di Mesir dan Persia. Logikanya, mie juga mula-mula berkembang di sana dan diajarkan sebagai sebagai lembaran-lembaran tipis menyerupai mie. Pada awalnya mie diproduksi secara manual, baru pada tahuan 700-an sejarah mencatat terciptanya mesin pembuat mie berukuran kecil dengan menggunakan alat mekanik. Evolusi pembuatan mie berkembang secara besar-besaran setelah T Masaki pada tahun 1854 berhasil membuat mesin pembuat mie mekanik yang dapat memproduksi mie secara massal. Sejak saat itu, mie mengalami banyak perkembangan, seperti di China mulai diproduksi mie instant yang dikenal dengan nama Chicken Ramen dan di Jepang muncul Saparo Ramen (1962).</p>
<p>Kesadaran bahwa mie adalah milik budaya Cina a.ka Tionghoa ini yang menjalar di setiap pribadi bangsa Indonesia, mereka percaya betul bahwa budaya milik bangsa lain harus dihormati kita hanya bisa memodifikasi. Kita bangsa Indonesia, sadar betul bahwa kita memang pandai memodifikasi bukan mengakui budaya orang lain menjadi warisan bangsa walu bertahun-tahun itu ada di negara Indonesia. Jadi penggunaan logika bahwa itu sudah lama ada di negara kita dan kita punya hak untuk mengklaim bahwa itu warisan bangsa adalah sangat naif, Mie ayam tetap hasil modifikasi mie, dan itu hanya sekedar modifikasi. Mie tetap milikmu bangsa Cina kita hanya dompleng kreativitasmu, orang Wonogiri…ayo tetep jualan tidak usah bayar royalti kok ke babah-babah cina, mereka baik-baik. (foto:http://newafifkhazin.multiply.com/journal/item/233/Mie_Instan_di_Malaysia)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/928/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/928/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/928/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/928/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/928/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/928/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/928/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/928/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/928/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/928/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=928&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/09/03/mie-ayam-bukan-aseli-wonogiri-catatan-buat-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/09/indon.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arek Malaysia dan Cak malaysia&#8230;</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/08/24/arek-malaysia-dan-cak-malaysia/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/08/24/arek-malaysia-dan-cak-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 03:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=925</guid>
		<description><![CDATA[He&#8230;he&#8230;orang Malaysia masak sih cuman pengen terkenal nyuri-nyuri kreativitas orang Indonesia kayaknya enggak asyik ah&#8230;masak nanti orang Malaysia udah enggak mau dipanggil Pak ciek lagi tapi Cak&#8230;Cak Noordin M Top&#8230;Rek Ashary&#8230;he&#8230;he&#8230;Ndak cukup apa ambil yang lain-lain. Katanya bangsa melayu&#8230;katanya orang Muslim (Dan Melarang memakan hak orang lain secara tidak sah (Al Baqoroh, 2 :188). pAK [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=925&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>He&#8230;he&#8230;orang Malaysia masak sih cuman pengen terkenal nyuri-nyuri kreativitas orang Indonesia kayaknya enggak asyik ah&#8230;masak nanti orang Malaysia udah enggak mau dipanggil Pak ciek lagi tapi Cak&#8230;Cak Noordin M Top&#8230;Rek Ashary&#8230;he&#8230;he&#8230;Ndak cukup apa ambil yang lain-lain. Katanya bangsa melayu&#8230;katanya orang Muslim (Dan Melarang memakan hak orang lain secara tidak sah (Al Baqoroh, 2 :188). pAK cIEK bukan cak atau rek loh yah&#8230;udahlah cari atau gali deh karya anda sendiri, atau mau jadi bagian NKRI ngak apa-apa kok, pak SBY siap kok menerima asal ikut aturan kita deh, coba ini adalah daftar artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan atau diklaim oleh Malaysia dan korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain: Sumber http://budaya-indonesia.org <span id="more-925"></span></p>
<p>1. Batik dari Jawa oleh Adidas<br />
Nama Artefak : Batik Jawa<br />
Asal Daerah : Jawa<br />
Kategori : Motif<br />
Tahun Klaim: 2006<br />
Exploitor : Adidas<br />
Modus : Produksi Topi, Jaket dan Sepatu bermotif batik<br />
Keterangan : Merupakan program materials of the world<br />
Sumber : adidas.com</p>
<p>2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Riau<br />
Asal Daerah : Riau<br />
Kategori : Naskah Kuno<br />
Tahun Klaim: 2007<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Klaim dan eksploitasi komersial<br />
Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya)<br />
Sumber : Kompas, 12 Desember 2007</p>
<p>3. Naskah Kuno dari Sumetera Barat oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Sumatera Barat<br />
Asal Daerah : Sumatera Barat<br />
Kategori : Naskah Kuno<br />
Tahun Klaim: 2007<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Klaim dan eksploitasi komersial<br />
Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya)<br />
Sumber : Kompas, 12 Desember 2007</p>
<p>4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Naskah Kuno Dari Sulawesi Selatan<br />
Asal Daerah : Sulawesi Selatan<br />
Kategori : Naskah Kuno<br />
Tahun Klaim: 2007<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Klaim dan eksploitasi komersial<br />
Keterangan : Dibawa ke Malaysia, dibuat versi online (pengunjung harus membayar untuk melihatnya)<br />
Sumber : Kompas, 12 Desember 2007</p>
<p>5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Rendang<br />
Asal Daerah : Sumatera Barat<br />
Kategori : Makanan dan Minuman<br />
Tahun Klaim: 2007<br />
Exploitor : Oknum WN Malaysia<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Dipatenkan<br />
Sumber : Liputan 6 SCTV, 28 Oktober 2007</p>
<p>6. Rendang dari Sumetera Barat oleh Oknum WN Malaysia<br />
Nama Artefak : Sambak Bajak<br />
Asal Daerah : Jawa Tengah<br />
Kategori : Makanan dan Minuman<br />
Tahun Klaim: 2001<br />
Exploitor : Oknum WN Belanda<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia<br />
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001</p>
<p>7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda<br />
Nama Artefak : Sambak Bajak<br />
Asal Daerah : Jawa Tengah<br />
Kategori : Makanan dan Minuman<br />
Tahun Klaim: 2001<br />
Exploitor : Oknum WN Belanda<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia<br />
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001</p>
<p>8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda<br />
Nama Artefak : Sambak Petai<br />
Asal Daerah : Riau<br />
Kategori : Makanan dan Minuman<br />
Tahun Klaim: 2001<br />
Exploitor : Oknum WN Belanda<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia<br />
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001</p>
<p>9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda<br />
Nama Artefak : Sambak Nanas<br />
Asal Daerah : Riau<br />
Kategori : Makanan dan Minuman<br />
Tahun Klaim: 2001<br />
Exploitor : Oknum WN Belanda<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi masal di Australia<br />
Sumber : Kompas, 1 Maret 2001</p>
<p>10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing<br />
Nama Artefak : Tempe<br />
Asal Daerah : Jawa<br />
Kategori : Makanan dan Minuman<br />
Tahun Klaim: Bervariasi<br />
Exploitor : Oknum WN Jepang<br />
Modus : Beberapa Perusahaan Asing<br />
Keterangan : Tercatat ada 19 paten tentang tempe, di mana 13 buah paten adalah milik AS, yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership; 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe; 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan; dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe; 1 paten mengenai antioksidan; dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. Paten lain untuk Jepang, disebut Tempeh, temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele, tepung terigu, tepung beras, tepung jagung, dekstrin, Na-kaseinat dan putih telur.<br />
Sumber : http://www.icrp-online.org/wmprint.php?ArtID=170</p>
<p>11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Lagu Rasa Sayang Sayange<br />
Asal Daerah : Maluku<br />
Kategori : Musik dan Lagu<br />
Tahun Klaim: 2007<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Dipatenkan dan digunakan<br />
Sumber : Liputan 6 SCTV, 28 Oktober 2007</p>
<p>12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Reog Ponorogo<br />
Asal Daerah : Jawa Timur<br />
Kategori : Tarian<br />
Tahun Klaim: 2008<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Klaim<br />
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial<br />
Sumber : www.heritage.gov.my</p>
<p>13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : lagu Soleram<br />
Asal Daerah : Riau<br />
Kategori : Lagu<br />
Tahun Klaim: 2007<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Klaim<br />
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial<br />
Sumber : www.heritage.gov.my</p>
<p>14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Lagu Injit-injit Semut<br />
Asal Daerah : Jambi<br />
Kategori : Lagu<br />
Tahun Klaim: 2000<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Klaim<br />
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial<br />
Sumber : www.heritage.gov.my</p>
<p>15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Gamelan<br />
Asal Daerah : Pulau Jawa<br />
Kategori : Alat Musik<br />
Tahun Klaim: 2000<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Klaim<br />
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial<br />
Sumber : www.heritage.gov.my</p>
<p>16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Tari Kuda Lumping<br />
Asal Daerah : Jawa Timur<br />
Kategori : Tarian<br />
Tahun Klaim: tidak diketahui<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Klaim<br />
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial<br />
Sumber : www.heritage.gov.my</p>
<p>17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Tari Piring<br />
Asal Daerah : Sumatera Barat<br />
Kategori : Tarian<br />
Tahun Klaim: tidak diketahui<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Klaim<br />
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial<br />
Sumber : www.heritage.gov.my</p>
<p>18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Lagu Kakak Tua<br />
Asal Daerah : Maluku<br />
Kategori : Lagu<br />
Tahun Klaim: tidak diketahui<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Klaim<br />
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial<br />
Sumber : www.heritage.gov.my</p>
<p>19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Lagu Anak Kambing Saya<br />
Asal Daerah : Nusa Tenggara<br />
Kategori : Lagu<br />
Tahun Klaim: tidak diketahui<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Klaim<br />
Keterangan : Klaim dan eksploitasi komersial<br />
Sumber : Diputar saat pertunjukan Musical Fountain di Singapura dan diklaim sebagai lagu Malaysia</p>
<p>20. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara<br />
Asal Daerah : Jawa Tengah<br />
Kategori : Ornamen<br />
Tahun Klaim: 2005<br />
Exploitor : Oknum WN Perancis<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi<br />
Sumber : Tempo, 2 April 2008 (http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2008/04/02/brk,20080402-120239,id.html</p>
<p>21. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis<br />
Nama Artefak : Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara<br />
Asal Daerah : Jawa Tengah<br />
Kategori : Ornamen<br />
Tahun Klaim: 2004<br />
Exploitor : Oknum WN Inggris<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Dipatenkan dan diproduksi<br />
Sumber : Berita Kriya, 10 April 2008 (http://id.indonesian-craft.com/news/54/tahun/2008/bulan/04/tanggal/10/id/200/</p>
<p>22. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris<br />
Nama Artefak : Batik Parang<br />
Asal Daerah : Yogyakarya<br />
Kategori : Motif Kain<br />
Tahun Klaim: 2006<br />
Exploitor : Pemerintah Malaysia<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Diklaim dan Dipatenkan<br />
Sumber : http://batikindonesia.info/2006/03/31/batik-parang-dipatenkan-malaysia/</p>
<p>23. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti<br />
Asal Daerah : Bali<br />
Kategori : Ornamen<br />
Tahun Klaim: 2005<br />
Exploitor : Oknum WN Amerika<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Kisah sedih yang dialami pengerajin perak Desak Suwarti dari Desa Celuk, Gianyar, yang harus berurusan dengan WTO. Ia dituduh melanggar Hak Kekayaan Intelektual (Haki) atau Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs), karena menjual kepada orang lain desain produk yang pernah dibuatnya untuk konsumen berkebangsaan Amerika, yang selanjutnya mematenkan desain tersebut sebagai Haki miliknya.<br />
Sumber : Bali Post, 26 Juni 2005 (http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/6/26/opini.html</p>
<p>24. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika<br />
Nama Artefak : Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat<br />
Asal Daerah : Berbagai daerah di Indonesia<br />
Kategori : Tata cara pengobatan dan pemeliharaan kesehatan<br />
Tahun Klaim: 2002<br />
Exploitor : Shiseido Co Ltd<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Telah berhasil digagalkan<br />
Sumber : Tempo, 28 January 2002 (http://www.korantempo.com/news/2002/1/28/Nasional/55.html</p>
<p>25. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd<br />
Nama Artefak : Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat<br />
Asal Daerah : Berbagai daerah di Indonesia<br />
Kategori : Tata cara pengobatan dan pemeliharaan kesehatan<br />
Tahun Klaim: 2002<br />
Exploitor : Shiseido Co Ltd<br />
Modus : Paten<br />
Keterangan : Telah berhasil digagalkan<br />
Sumber : Tempo, 28 January 2002 (http://www.korantempo.com/news/2002/1/28/Nasional/55.html</p>
<p>26. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Badik Tumbuk Lada<br />
Asal Daerah : Kepulauan Riau, Deli dan Siak<br />
Kategori : Senjata dan Alat Perang<br />
Tahun Klaim: 2005<br />
Exploitor : Perpustakaan Negara Malaysia<br />
Modus : Klaim<br />
Keterangan : Di situs resmi Perpustakaan Negara Malaysia, ia disebut warisan budaya Malaysia<br />
Sumber : http://malaysiana.pnm.my/05/0501badik.htm</p>
<p>27. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda<br />
Nama Artefak : Kopi Gayo<br />
Asal Daerah : Aceh<br />
Kategori : Makanan dan Minuman<br />
Tahun Klaim: 2008<br />
Exploitor : Holland Coffee<br />
Modus : Merek Dagang<br />
Keterangan : Didaftarkan sebagai merek dagang oleh Holland Coffee, sebuah perusahaan multinasional (MNC) Belanda. Akibatnya petani tidak bisa lagi memakai merek Kopi Gayo. Saat ini pemerintah tengah berusaha untuk ntuk pendaftraan merek kopi gayo<br />
Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/28/15421243/paten.kopi.gayo.milik.belanda.toraja.milik.jepang dan http://www.dgip.go.id/ebscript/publicportal.cgi?.ucid=2663&amp;ctid=23&amp;id=1905&amp;type=2</p>
<p>28. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang<br />
Nama Artefak : Kopi Toraja<br />
Asal Daerah : Sulawesi Selatan<br />
Kategori : Makanan dan Minuman<br />
Tahun Klaim: 2005<br />
Exploitor : Key Coffee (Jepang)<br />
Modus : Merek Dagang<br />
Keterangan : Kopi jenis arabika ini disebut-sebut sebagai &#8220;queen of coffee&#8221; di dunia, bersama dengan kopi dari Kolombia, lantaran aroma dan cita rasanya yang sedap. Mestinya kopi yang ditanam di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, itu bisa menjadi produk khas Indonesia. Namun apa lacur, ternyata merek Kopi Toraja sudah didaftarkan oleh Key Coffee di Jepang. Alhasil, eksportir Indonesia tak bisa langsung menjual Kopi Toraja ke Jepang dan AS&#8211;kecuali lewat Key Coffee. Jika mengekspor langsung, pihak Indonesia bisa dituding melanggar merek yang telah didaftarkan di sana.<br />
Sumber : Warta Ekonomi, tanggal 16 April 2004</p>
<p>29. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia<br />
Nama Artefak : Musik Indang Sungai Garinggiang<br />
Asal Daerah : Sumatera Barat<br />
Kategori : Musik dan Lagu<br />
Tahun Klaim: 2007<br />
Exploitor : Tim kesenian Malaysia &#8220;Cinta Sayang&#8221; pada 14 Oktober 2007 di Asia Festival 2007, Osaka, Jepang (Jepang)<br />
Modus : Dipergunakan di forum internasional<br />
Keterangan : Menurut informasi yang diperoleh, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu. Salah seorang staf konsulat Jenderal Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim kesenian Malaysia &#8220;Cinta Sayang&#8221; pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu &#8220;Indang Sungai Garinggiang&#8221;. Sebelum dan sesudahnya pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal dari Indonesia.<br />
Sumber : Antara, tanggal 25 Oktober 2007 (http://antara.co.id/arc/2007/10/25/malaysia-kembali-bajak-lagu-daerah-indonesia-di-osaka/</p>
<p>30. Kain Ulos oleh Malaysia<br />
Nama Artefak : Kain Ulos<br />
Asal Daerah : Sumatera Utara<br />
Kategori : Motif Kain<br />
Tahun Klaim: 2008<br />
Modus : Dipertunjukkan sebagai Kebudayaan Malaysia<br />
Keterangan : Menurut informasi yang diperoleh, kain ulos tersebut digunakan pada acara yang mewakili kebudayan negara-negara yang ada di Malaysia. Kain dipakai dalam suatu tarian, yang kalau tidak salah jenisnya ‘ragi hotang’, dengan tarian yang mirip tortor, hanya tangan mereka tidak ‘manyomba’ di depan dada, tapi diletakkan di samping paha kiri dan kanan dan kakinya ‘manyerser’ -serser.<br />
Sumber :Lidyanata Blog http://lidyanata.blogspot.com/2008/05/sejak-kapan-orang-malaysia-pake-ulos.html</p>
<p>31. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Alat Musik Angklung<br />
Asal Daerah : Jawa Barat<br />
Kategori : Alat Musik<br />
Tahun Klaim: 2006<br />
Exploitor : Pemerintahan Malaysia<br />
Modus : Menumpang belajar di Indonesia lalu memperjuangkan HAKI di mata internasional<br />
Keterangan : Membudidayakan bambu untuk angklung, belajar mengolah teknologi untuk pembuatan angklung dan memperjuangkan HAKI di mata internasional<br />
Sumber : Republika, 14 Desember 2006, dengan judul artikel ANGKLUNG INDONESIA DI TANGAN MALAYSIA</p>
<p>32. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia<br />
Nama Artefak : Lagu Jali-Jali<br />
Asal Daerah : Jakarta<br />
Kategori : lagu<br />
Tahun Klaim: 2007<br />
Exploitor : Pemerintahan Malaysia<br />
Modus : Klaim memiliki lagu tersebut<br />
Keterangan : Disebutkan oleh Malaysia sebagai lagu asli dari Langkawi<br />
Sumber : Wawancara dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jero Wacik di Harian Suara Karya, 27 Oktober 2007 dengan judul artikel &#8220;Menbudpar Jero Wacik: Lagu &#8220;Jali Jali&#8221; Milik Indonesia &#8221; (http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=185059</p>
<p>Thanks ndiek koeswoyo atas datanya&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/925/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/925/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/925/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/925/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/925/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/925/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/925/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/925/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/925/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/925/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=925&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/08/24/arek-malaysia-dan-cak-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zapping dan prime time</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/08/12/zapping-dan-prime-time/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/08/12/zapping-dan-prime-time/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 06:49:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Prime time is:?
Maksud prime time dan non prime time :
Prime time adalah waktu penayangan acara TV yang paling baik, yaitu pada jam 1930–21.00, sedangkan non prime time adalah waktu penayangan acara TV di luar prime time. Secara lengkap pembagian waktu penayangan acara TV adalah sebagai berikut :
Morning :  7.00 AM &#8211; 9.00 AM
Daytime :  9.00 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=922&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Prime time is:?</p>
<p>Maksud prime time dan non prime time :</p>
<p>Prime time adalah waktu penayangan acara TV yang paling baik, yaitu pada jam 1930–21.00, sedangkan non prime time adalah waktu penayangan acara TV di luar prime time. Secara lengkap pembagian waktu penayangan acara TV adalah sebagai berikut :<span id="more-922"></span></p>
<p><em>Morning</em> :  7.00 AM &#8211; 9.00 AM</p>
<p><em>Daytime</em> :  9.00 AM &#8211; 4.30 AM</p>
<p><em>Early Fringe</em> :  4.30 PM &#8211; 7.00 PM</p>
<p><em>Evening News</em> :  7.00 PM &#8211; 7.30 PM</p>
<p><em>Prime Time</em> :  7.30 PM &#8211; 9.00 PM</p>
<p><em>Late News</em> :  9.00 PM &#8211; 9.30 PM</p>
<p><em>Late Fringe</em> :  9.30 PM &#8211; 1.00 AM</p>
<p>Zapping is:</p>
<p>Zapping adalah pemindahan saluran TV ketika pemirsa tidak menyukai acara yang ditayangkan.  TV merupakan salah satu media yang mempunyai jangkauan yang paling luas dalam waktu yang bersamaan, sehingga TV merupakan media iklan yang sangat efektif. Karena sifatnya yang demikian maka banyak perusahaan yang memasang iklan di TV. Akan tetapi dari sisi pemirsa, penayangan iklan sering dianggap mengganggu, sehingga banyak pemirsa yang memindah saluran TV-nya ketika penayangan iklan. Dengan adanya fenomena seperti diuraikan di atas, menarik minat saya untuk meneliti jumlah zapping yang dilakukan pemirsa yang dipengaruhi pada saat penayangan iklan (prime time dan non prime time), durasi iklan (panjang/30 detik, pendek/15 detik), jumlah iklan (banyak/lebih dari tujuh, sedikit/kurang dari tujuh), dan letak iklan (diawal, di tengah dan di akhir acara).</p>
<p>Jenis zapping :</p>
<p>Jumlah zapping pada saat prime time (waktu tayang utama) dan non prime time (waktu tayang utama).</p>
<p>Jumlah zapping pada durasi panjang (30 detik) dan durasi pendek (15 detik).</p>
<p>Jumlah zapping jika jumlah iklan yang ditayangkan banyak (lebih dari tujuh).</p>
<p>Jumlah zapping jika jumlah iklan yang ditayangkan sedikit (kurang dari tujuh).</p>
<p>Jumlah zapping jika letak iklan di awal acara.</p>
<p>Jumlah zapping jika letak iklan di tengah  acara.</p>
<p>Jumlah zapping jika letak iklan di akhir acara.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/922/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=922&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/08/12/zapping-dan-prime-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nginggetin aku&#8230;.</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/08/05/nginggetin-aku/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/08/05/nginggetin-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 03:13:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/08/05/nginggetin-aku/</guid>
		<description><![CDATA[ketika sore hari ada yang bertanya padaku&#8230;
apa yang telah kau perbuat hari ini?
aku cukup bingung untuk menjawabnya, karena sore hari ini
aku habis bekerja&#8230; yah cukup kujawab&#8221; habis bekerja, ada masalah dengan itu?&#8221; tanyaku kembali.
&#8220;tidak, bekerja untuk siapa?&#8221;
&#8220;Bekerja untuk diriku dan keluargaku&#8221;, jawabku kembali
&#8220;hanya itukah?&#8221;
&#8220;iya&#8230;&#8221;
&#8220;berapa banyak kau habiskan udara ketika kau bekerja&#8230;?&#8221;tanya temanku kembali
&#8220;wah enggak kepikir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=921&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>ketika sore hari ada yang bertanya padaku&#8230;<br />
apa yang telah kau perbuat hari ini?<br />
aku cukup bingung untuk menjawabnya, karena sore hari ini<br />
aku habis bekerja&#8230; yah cukup kujawab&#8221; habis bekerja, ada masalah dengan itu?&#8221; tanyaku kembali.<br />
&#8220;tidak, bekerja untuk siapa?&#8221;<br />
&#8220;Bekerja untuk diriku dan keluargaku&#8221;, jawabku kembali<br />
&#8220;hanya itukah?&#8221;<br />
&#8220;iya&#8230;&#8221;<br />
&#8220;berapa banyak kau habiskan udara ketika kau bekerja&#8230;?&#8221;tanya temanku kembali<br />
&#8220;wah enggak kepikir tuh!&#8221;<br />
&#8220;Seperti itulah diri kita, tidak pernah memikirkan kebaikan orang lain ketika melakukan sesuatu. begitu egoisnya diri kita ya&#8230; Eh&#8230;ketika baru dikasih sedikit kesusahan baru berkeluh&#8230;kok aku sih yang dikasih susah!&#8221; temanku berujar.<br />
&#8220;iya&#8230;ya&#8230;bener juga?!&#8221; sadarku.<br />
Berpaling dengan kesakitan sendiri adalah hal terbiasa, berpaling melihat sekeliling yang memberikan kebaikan tak terbiasa&#8230;bilang terima kasih aja yah&#8230;susah ya&#8230;teman&#8230;kalo engga ada yang nginggetin kita sering lupa. Ya udah deh, makasih udah nginggetin&#8230;thanks!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/921/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=921&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/08/05/nginggetin-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UNSUR-UNSUR ESTETIKA</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/07/11/unsur-unsur-estetika/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/07/11/unsur-unsur-estetika/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 04:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[works]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=918</guid>
		<description><![CDATA[Tidak semua karya grafis mampu memenuhi unsur-unsur  estetika secara penuh. Namun demikian desainer pasti selalu ingin tampil khas didalam merancang, termasuk dalam menggunakan pendekatan-pendekatan estetis. Unsur fungsi semata kurang berarti tanpa  unsur keindahan. Desainer harus memperhatikan elemen-elemen grafis dan prinsip-prinsip desain. Seperti telah disebutkan bahwa estetika juga menyangkut komposisi sebagai satu kesatuan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=918&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tidak semua karya grafis mampu memenuhi unsur-unsur  estetika secara penuh. Namun demikian desainer pasti selalu ingin tampil khas didalam merancang, termasuk dalam menggunakan pendekatan-pendekatan estetis. Unsur fungsi semata kurang berarti tanpa  unsur keindahan. <span id="more-918"></span>Desainer harus memperhatikan elemen-elemen grafis dan prinsip-prinsip desain. Seperti telah disebutkan bahwa estetika juga menyangkut komposisi sebagai satu kesatuan yang menarik, nikmat untuk dipandang, tidak berlebihan, dan memberikan kesan. Apa yang dikomposisikan adalah elemen-elemen desain mengikuti prinsip-prinsip desain tertentu secara terarah.<br />
Unsur-unsur dari estetika sendiri menurut A.M Djelantik ada tiga, yaitu:<br />
1.	Wujud atau rupa<br />
2.	Bobot/ isi<br />
3.	dan Penampilan atau penyajian<br />
Wujud menyangkut bentuk (unsur yang mendasar) dan susunan atau struktur. Bobot menyangkut bukan apa yang dilihat semata namun dirasakan sebagai makna dari wujud. Bobot menyangkut suasana (mood), gagasan (idea) dan ibarat pesan. Sementara penampilan menyangkut cara penyajian karya kepaada pemerhati atau penikmat. Penampilan sangat dipengaruhi oleh bakat (talent), ketrampilan (skill) dan sarana/ media (medium).<br />
ELEMEN-ELEMEN GRAFIS<br />
Elemen grafis erat kaitannya dengan pembuatan lay out. Masing-masing sifat dari elemen perlu dipelajari sehingga untuk menggabungkan sekian banyak elemen menjadi bentuk yang serasi diperlukan pemahaman sifat atas setiap elemen. Elemen-elemen tersebut adalah :</p>
<p>GARIS<br />
Garis terdiri dari unsur titik yang memiliki peran untuk mendukung keindahan, keseimbangan dan harmoni. Setiap bentuk garis yang berbeda memiliki karakter yang berbeda. Secara umum orang lebih mengenal garis lurus, lengkung dan garis bersudut. Garis juga memiliki arah vertikal, horizontal, diagonal. Garis juga memiliki dimensi panjang, pendek, tipis, tebal. Garis dapat saling berhubungan satu sama lain membentuk apa yang dinamakan garis sejajar atau paralel, garis memancar atau garis berlawanan. Dalam media komunikasi visual, garis dapat  menjadi pembatas kolom, memberi kesan tertentu dan menjadi pembatas antara unsur grafis satu dengan lainnya.<br />
BENTUK atau FORM<br />
Bentuk atau shape juga diartikan form, terutama berkaitan dengan benda-benda dua dimensional. Sedangkan untuk benda “massa” sering dipergunakan untuk benda dua atau tiga dimensi. Bentuk benda sebenarnya didalamnya berisi garis-garis. Sebuah benda terdiri dari fill dan stroke. Stroke dapat juga disebut dengan garis tepi, membentuk kontur (contour) benda yang dapat mengidentifikasikan  bangun atau gerakan dari bentuk tersebut.</p>
<p>TEKSTUR<br />
Tekstur menyangkut sifat dan kualitas fisik  permukaan suatu benda, seperti kusam, mengkilap, kasar, halus, dapat diaplikasikan dalam desain. Tekstur terkait dengan indera penglihatan dan inderaa peraba. Intensitas dan arah cahaya dapat membentuk bayangan yang mempengaruhi jelas-tidaknya tekstur atau karena ilusi optis. Setiap benda memiliki sifat dan kualitas tekstur yang berbeda-beda. Dalam penggunaanya tekstur disusun secara serasi dan kontras, namun tekstur yang kontras tampak lebih menonjol dan mnarik. Dibutuhkan ketrampilan tersendirri untuk menggabungkan berbagai macam tekstur pada sebuah karya desain, karena belum ada aturan khusus untuk hal ini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/918/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=918&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/07/11/unsur-unsur-estetika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>buat yang sering dapat penghargaan iklan :</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/06/29/buat-yang-sering-dapat-penghargaan-iklan/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/06/29/buat-yang-sering-dapat-penghargaan-iklan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 05:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=915</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=915&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/06/psa-buat-awards.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-916" title="PSA buat Awards" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/06/psa-buat-awards.jpg?w=655&#038;h=442" alt="PSA buat Awards" width="655" height="442" /></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/915/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/915/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/915/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/915/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/915/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/915/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=915&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/06/29/buat-yang-sering-dapat-penghargaan-iklan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/06/psa-buat-awards.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PSA buat Awards</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk menjadi orang kreatif yang disukai:</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/06/22/untuk-menjadi-orang-kreatif-yang-disukai/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/06/22/untuk-menjadi-orang-kreatif-yang-disukai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 05:01:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=910</guid>
		<description><![CDATA[Temukan passion Anda : Politikus yang bisa menangkap isu-isu penting dalam masyarakat, antusias dan memperjuangkannya, pasti akan mendapat citra yang positif dan didukung para pemilih.  Bersikap fokus pada aspek dalam pekerjaan yang menjadi passion Anda : bisa membantu Anda mencapai tujuan yang inginkan. Cari tahu apa yang menjadi passion Anda untuk memperbesar peluang keberhasilan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=910&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/06/jam.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-913" title="jam" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/06/jam.jpg?w=300&#038;h=400" alt="jam" width="300" height="400" /></a>Temukan passion Anda</strong> : Politikus yang bisa menangkap isu-isu penting dalam masyarakat, antusias dan memperjuangkannya, pasti akan mendapat citra yang positif dan didukung para pemilih.  <strong>Bersikap fokus pada aspek dalam pekerjaan yang menjadi passion Anda</strong> : bisa membantu Anda mencapai tujuan yang inginkan. Cari tahu apa yang menjadi passion Anda untuk memperbesar peluang keberhasilan kita dalam karier. Misalnya saja, kalau Anda sangat menikmati saat ditugaskan sebagai pimpinan proyek, mulailah menyusun peta karier dengan tujuan untuk menjadi manajer dalam waktu dekat. <strong><span id="more-910"></span>Mau berkompromi</strong>:  Seorang politikus ulung tahu bagaimana mendapat persetujuan dan kesepakatan bersama. Mereka juga harus mau mendengar pandangan pihak lain dan bernegosiasi.  Memahami kapan dan bagaimana cara berkompromi adalah hal yang penting dalam mengambil sebuah keputusan. Setuju untuk mengerjakan sebuah proyek penting, namun dengan penambahan tenggat waktu akan memiliki kesan yang berbeda ketimbang sejak awal Anda sudah menolaknya. Sediakan ruang untuk negosiasi, gunakan bahasa yang diplomatis dan dengarkan masukan pihak lain. <strong>Ketahui apa yang penting</strong> : Para pemimpin yang sukses bukanlah orang yang hanya mempelajari apa yang tampak di permukaan. Mereka memerhatikan semua sisi, termasuk juga efek dari ide yang dilontarkan dan bagaimana ide tersebut bisa memberi kontribusi positif bagi perusahaan. Terapkan cara yang sama. Saat mengerjakan sebuah proyek, kenali siapa saja yang akan terlibat, bantuan apa yang dibutuhkan, dan seluruh aspek lainnya.  <strong>Punya pendukung </strong> : Masa kampanye adalah masa yang penting bagi para kandidat untuk membangun massa pendukung agar mereka berhasil mendapatkan kursi yang diincar. Meski bukan politikus, Anda juga perlu memiliki &#8220;massa pendukung&#8221;. Jangan malas bergaul, ah. Mengikuti komunitas profesi di luar kantor bukan cuma untuk memperluas jejaring, tapi juga menjadi batu loncatan yang penting untuk karier Anda di masa datang.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/910/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/910/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/910/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/910/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/910/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/910/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/910/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/910/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/910/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/910/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=910&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/06/22/untuk-menjadi-orang-kreatif-yang-disukai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/06/jam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bersahabat dengan alam : proses kreatif</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/05/21/bersahabat-dengan-alam-proses-kreatif/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/05/21/bersahabat-dengan-alam-proses-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 09:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/05/21/bersahabat-dengan-alam-proses-kreatif/</guid>
		<description><![CDATA[


       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=906&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-908" title="bersahabat dengan alam2" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/bersahabat-dengan-alam21.jpg?w=500&#038;h=407" alt="bersahabat dengan alam2" width="500" height="407" /></p>
<p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/bersahabat-dengan-alam1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-907" title="bersahabat dengan alam" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/bersahabat-dengan-alam1.jpg?w=500&#038;h=332" alt="bersahabat dengan alam" width="500" height="332" /></a></p>
<p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/bersahabat-dengan-alam.jpg"></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/906/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=906&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/05/21/bersahabat-dengan-alam-proses-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/bersahabat-dengan-alam21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bersahabat dengan alam2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/bersahabat-dengan-alam1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bersahabat dengan alam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siap-siap Pinasthika Award 2009</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/05/06/siap-siap-pinasthika-award-2009/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/05/06/siap-siap-pinasthika-award-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 15:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[gallery]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[



       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=898&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/pinasthi.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-899" title="pinasthi" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/pinasthi.jpg?w=300&#038;h=199" alt="pinasthi" width="300" height="199" /></a></p>
<p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/pinasthika.jpg"></a></p>
<p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/pinasthika.jpg"></a></p>
<p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/pinasthika.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-897" title="pinasthika" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/pinasthika.jpg?w=200&#038;h=300" alt="pinasthika" width="200" height="300" /></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/898/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=898&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/05/06/siap-siap-pinasthika-award-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/pinasthi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pinasthi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/05/pinasthika.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">pinasthika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Media Selalu Dicari &#8211; Tapi Konten adalah Raja  Tiga Layar Trifecta: Ponsel, Televisi &amp; Internet</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/30/media-selalu-dicari-tapi-konten-adalah-raja-tiga-layar-trifecta-ponsel-televisi-internet/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/30/media-selalu-dicari-tapi-konten-adalah-raja-tiga-layar-trifecta-ponsel-televisi-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 00:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/30/media-selalu-dicari-tapi-konten-adalah-raja-tiga-layar-trifecta-ponsel-televisi-internet/</guid>
		<description><![CDATA[Fakta atau Fiksi? Studi perintis atas Pemetaan Video Konsumen yang dilakukan atas nama Nielsen-funded Council for Research Excellence oleh Pusat Universitas Ball State untuk Desain Media dan Mitra mengkaji kondisi terkini atas penggunaan media video oleh berbagai kelompok umur. Dapatkah Anda menyebutkan pernyataan mana yang benar di bawah ini—atau media semata-mata setara dengan ‘mitos urban’? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=893&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Fakta atau Fiksi? Studi perintis atas Pemetaan Video Konsumen yang dilakukan atas nama Nielsen-funded Council for Research Excellence oleh Pusat Universitas Ball State untuk Desain Media dan Mitra mengkaji kondisi terkini atas penggunaan media video oleh berbagai kelompok umur. <span id="more-893"></span>Dapatkah Anda menyebutkan pernyataan mana yang benar di bawah ini—atau media semata-mata setara dengan ‘mitos urban’? 1. Pemirsa TV secara meningkat cenderung berpindah saluran TV saat jeda komersial. [Salah] 2. Internet telah mengambil alih TV sebagai media paling populer dari tiga layar (TV, Internet, Mobile). [Salah] 3. Generasi milenium menghabiskan waktu lebih banyak menonton media video dibandingkan kelompok umur lainnya. [Salah] 4. Penonton umumnya berinteraksi dengan layar lebih dari delapan jam sehari. [Benar] 5. Komputer telah mengganti radio sebagai aktivitas media paling populer kedua. [Benar] 6. Pemirsa menonton iklan dan promosi TV lebih dari satu jam per hari. [Benar] 7. Rata-rata, generasi milenium menghabiskan lebih dari dua jam sehari menonton video komputer. [Salah] 8. Ponsel-video memimpin dalam hal mayoritas waktu menonton pada konsumen usia 18-24. [Salah] Tidak diragukan lagi, lanskap media berubah drastis bagi konsumen dan para pemasang iklan. Lempengan tektonis dari pilihan media telah beralih, dan kawasan yang semula tampak akrab mengalami perubahan radikal. Tampaknya, tidak ada lagi batasan pada selera masyarakat atas video dan jumlah alternatif video digital, tetapi tiga layar mendikte hiburan masyarakat: televisi, ponsel dan Internet. Rupanya, pengguna lintas-platform memilih “layar terbaik yang tersedia”, membuat pilihan mereka berdasarkan kualitas pengalaman menggunakan layar, kenyamanan, ketersediaan dan kesesuaian jadwal. Waktu adalah segalanya Kepenontonan TV di rumah sebanyak 151 + jam per bulan untuk rumah tangga biasa Nielsen pada kuartal terakhir 2008. Pengguna Internet mengakses lebih dari 27 jam setiap bulan. Pada kepenontonan TV alih-waktu melalui perekam video digital terhitung tambahan 7+ jam per bulan—meningkat 33% pada kuartal keempat tahun 2007. Pelanggan ponsel mengkonsumsi video hampir empat jam pada ponsel dan hampir tiga jam melihat video di Internet, sebagian besar berkat parodi kandidat pada Saturday Night Live yang diposting di YouTube. Saluran TV Beberapa atribut unik televisi yang menjadikannya unggul: kemampuan menangkap perhatian, menciptakan kesadaran dan menyampaikan kebaruan secara efektif bahkan dalam lingkungan yang semakin cluttered.</p>
<p>Bersamasama, fitur-fi tur ini bertanggung jawab atas terlampauinya penggunaan Internet oleh TV. TV sebenarnya beruntung dari perilaku menonton lintas platform. Ketika orang mengakses banyak layar, kepenontonan TV biasa meningkat. Walaupun kepenontonan alih-waktu meningkat popularitasnya, dengan 3 dari 10 rumah tangga yang memiliki perekam video digital, menonton TV langsung masih menjadi favorit penggemar video. Indikator ekonomi Pecinta video terus berinvestasi dalam hiburan rumah dibandingkan area lain, walaupun pada tingkat yang lebih rendah, menurut Nielsen. Rupanya, konsumen tidak bisa hidup tanpa layar kecil. Saat ini, 54% dari rumah tangga AS memiliki satu atau dua TV, 25% memiliki tiga TV dan 21% memiliki empat atau lebih TV. Secara keseluruhan, 63% dari responden survei melaporkan perubahan kebiasaan belanja, dengan 26% membeli lebih sedikit video atau fi lm atas-permintaan dan berbayar. Penonton video online Siapa konsumen utama video? Penelitian Nielsen menemukan, pemirsamuda (rumahtangga dengan remaja memiliki tingkat insiden paling tinggi dalam menonton dan mengunduh video secara online), kaya (menonton online dan mengunduh meningkat seiring dengan pendapatan yang semakin tinggi sekitar $ 60000 + rumah tangga), dan Latin (rumahtangga Hispanik dua kali lebih banyak mengunduh fi lm). Kurang dari setengah dari rata-rata rumahtangga Afrika-Amerika mengunduh klip video atau fi lm ke ponsel mereka, tapi setengahnya lagi lebih mungkin untuk mengakses jaringan melalui ponsel mereka. Portal populer Bagaimana pemirsa mengakses video? YouTube benar-benar mendominasi streaming video dengan dua per tiga pemirsa mngakses klip melalui jaringan situs Internet. Meski demikian, dalam mengunduh game, jaringan mengeluarkan video kepada 43% penonton, diikuti oleh Google (28%), jaringan berita dan kabel, masing-masing 22%. Musik memberikan hasil yang positif untuk iTunes, yang kehadirannya hampir monolitis, dengan pangsa pengunduhan musik sebesar 60%. Kompetitor Rhapsody dan Amazon masing-masing berusaha keras hanya lebih sedikit dari 6% penjualan pengunduhan musik. Mata berjalan Seperti TV, ponsel dan asisten digital personal (PDA) menikmati poin unik yang berbeda yang menarik pemirsa video. Yang terutama karena bentuknya yang ergonomis. Layar yang lebih kecil menyediakan bidang visual yang lebih kecil, dan memerlukan konsentrasi lebih untuk menerima pesan, yang kemudian menumpuk dalam ingatan. Sementara elemen yang lebih emosional, yang disampaikan dengan sangat baik oleh TV, bisa jadi hilang, misalnya sangat sulit untuk melihat ekspresi wajah di layar kecil-kecepatan dan efektivitas media memberikan kompensasi lebih.</p>
<p>Jaringan pintar Internet memiliki teka-teki pemasaran yang menarik. Baik yang paling tidak efektif di antara tiga layar dalam menguasai perhatian dan membangun kesadaran pengguna, maupun yang paling efektif dalam tahap penjualan kemudian— sangat berdaya dalam kemampuannya untuk meyakinkan pemirsa untuk mengambil tindakan. Sebanyak 91% dari rumahtangga memiliki akses Internet dan 57% dari rumahtangga memiliki koneksi kecepatan-tinggi. Audit Konsumen Nielsen menetapkan bahwa salah satu alasan Internet ada di mana-mana mungkin karena rata-rata $ 37 per bulan yang dikenakan penyedia jasa layanan internet hanya sekitar setengah dari biaya layanan ponsel dan TV. Akses Internet berkorelasi positif dengan keluarga dengan anak-anak berusia kurang dari 18 tahun, dan rumahtangga yang berpendidikan tinggi dan berpendapatan lebih tinggi. Komunitas video Salah satu tren yang muncul yang memiliki potensi tinggi bagi pengiklan yang ingin membangun hubungan konsumen adalah “telekomunitas”. Telekomunitas terdiri dari orang-orang yang secara bersamaan menonton TV dan berbincang secara online tentang program pada saat itu juga. Selama Oscar disiarkan di televisi, 11% orang-orang yang menonton Academy Awards juga terkoneksi ke Internet, mewakili lebih dari empat kali penggunaan secara bersamaan dari biasanya. Anggota telekomunitas yang terhubung melalui Facebook selama Oscar disiarkan online selama 76 menit dan menonton lebih banyak 50% dibandingkan rata-rata pemirsa Academy Awards. Twitter.com melaporkan lebih dari 100.000 suara yang berhubungan dengan Oscar selama siaran, dengan 400 pesan yang menakjubkan per menit. Remaja lebih mungkin untuk merangkul jenis koneksi multi-media multi-tugas ini dibandingkan orang dewasa. Jaringan sosial Dua pertiga dari populasi Internet dunia berpartisipasi dalam jaringan sosial atau situs-situs blog. Penggunaan ini mewakili hampir 10% dari waktu Internet di seluruh dunia menurut laporan Nielsen Global Faces and Networked Places. Satu dari setiap 11 menit online global dihabiskan pada situs jaringan sosial seperti Facebook dan MySpace. Di Brazil, konsumsi populasi kaum muda dan melek-Internet sejumlah 1 pada setiap 4 menit Internet. Di Inggris, aktivitas jaringan sosial dilaporkan mencapai 1 pada setiap 6 menit. Namun ini bukan hanya permainan kaum muda. Segmen pengguna Facebook yang paling cepat berkembang adalah usia 35-49, dan pengguna usia 50-64 bertambah dua kali lipat, seperti halnya usia 18 pada tahun sebelumnya. Langkah yang berbeda Semua poin di atas sampai pada titik untuk membuktikan bahwa ada media yang cocok untuk setiap anggaran, umur, jenis kelamin dan kepribadian, dan bahwa kita dapat berharap tren konvergensi terus berlanjut secara cepat. Oleh: Dave Thomas, President, Global Media Client Services, The Nielsen Company</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/893/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=893&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/30/media-selalu-dicari-tapi-konten-adalah-raja-tiga-layar-trifecta-ponsel-televisi-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>obrolan fresh graduate:orang kreatif iklan</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/20/obrolan-fresh-graduateorang-kreatif-iklan/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/20/obrolan-fresh-graduateorang-kreatif-iklan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 03:19:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=889</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih arti sebenarnya Fresh Graduate?
Fresh Graduate seperti yang aku tahu adalah FRESH&#8221; from the oven yaitu seseorang yang baru saja lulus dari kuliah, ibaratnya kalau bisa dibilang baru menetas dari telur dan baru melihat dunia pertama kalinya, atau bisa diibaratkan kue yang baru matang setelah di panaskan di oven dan menjadi &#8220;panas&#8221; untuk pertama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=889&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apa sih arti sebenarnya Fresh Graduate?<br />
Fresh Graduate seperti yang aku tahu adalah FRESH&#8221; from the oven yaitu seseorang yang baru saja lulus dari kuliah, ibaratnya kalau bisa dibilang baru menetas dari telur dan baru melihat dunia pertama kalinya, atau bisa diibaratkan kue yang baru matang setelah di panaskan di oven dan menjadi &#8220;panas&#8221; untuk pertama kalinya.<span id="more-889"></span></p>
<p>Sayangnya Fresh Graduate yang sekarang ada terlalu memperebutkan posisi di agency manapun yang ada di Jakarta. Faktanya seorang (entah) Creative Director, Senior Designer dan apapun itu terlalu memperhatikan Egoisme mereka dengan membuang begitu saja seorang graphic designer &#8220;fresh graduate&#8221; yang dikatakan tadi.</p>
<p>Seharusnya mereka mengerti bahwa FRESH GRADUATE di sini baru belajar 20% di dunia perkuliahan dan belum memiliki pengalaman apapun. Dan ketika masuk di agency, yang namanya seorang graphic designer akan belajar dengan sangat amat serius untuk mengasah skill graphic design nya dengan jam terbangnya.</p>
<p>Apakah karena Resesi atau malah &#8220;EGOISME&#8221; Para CD, Boss, Senior GD yang ada di perusahaan yang membuat fresh graduate menjadi terbuang begitu saja ketika mengadakan &#8220;MASS INTERVIEWS&#8221; dengan banyak orang.</p>
<p>Mereka bahkan memasang iklan di, entah JobsDB, Jobstreet, CCI atau apapun itu dan ratusan bahkan gerombolan Graphic Designer berhura &#8211; hura terbirit &#8211; birit interview. Sedangkan karena 20% skill yang hanya diperoleh ketika &#8220;kuliah&#8221; ini Ya tidak bisa disalahkan juga jika misalkan tidak diterima di perusahaan graphic design.</p>
<p>Saya melihat perusahaan terlalu egois. Persaingan terlalu ketat di dunia industry design sekarang. Bukannya bagaimana, berkali &#8211; kali interview, bahkan 10 &#8211; 15 interviews panggilan dari JOBSDB, JOBSTREET, CCI entah dari mana lah, selalu saja nggak manggil balik. Bukannya PORTFO jelek, tapi memang selalu ADA saja yang menyaingi. Mbok ya kalau misalkan sekarang nyari &#8220;Fresh Grad&#8221; mending ngomong aja kita nyari Fresh Grad yang masih belum pengalaman.</p>
<p>Jangan samain FRESH GRAD dengan Middle / Senior Level dong. Mereka kan udah banyak pengalaman. Sedangkan kita sbg fresh grad ya normal kalau misalkan nggak langsung mendapatkan pekerjaan seperti itu.</p>
<p>Padahal Portfolio saya juga nggak tergolong JELEK BANGET / Murahan sampai sebegitunya. Yah karena perusahaan terlalu Bitchy dan nggak nganggep Fresh Grad. Mereka selalu cari yang Middle / Senior Level bukan? Fresh Grad sendiri dianggap seperti itu&#8230;</p>
<p>Saya sih ngerti kalau banyak Lulusan GD yang akhirnya banting setir, atau bahkan buka usaha sendiri dan such&#8230;.. Ya wong kalau caranya begini siapa yang nggak tahan? Lagian kan di perusahaan kita di treat sebagai Slave, bukan kah begitu?</p>
<p>Ok deh &#8230; just wanna share my thoughts&#8230;(From: Ardie Siswanto &lt;ardiesiswanto@ yahoo.co. id&gt;)</p>
<p>Jawab :<br />
hahaha&#8230;.. pengalaman saya juga tuh, ditolaok sana sini sebagai Fresh Graduate.<br />
Saya kira masih banyak para Fresh Graduate diluar sana yang memiliki nasib yang sama.<br />
Saran saya seh buat mas Ardie, coba2 aj nambah pengalaman dengan mengikuti kompetisi2, festival2, ato apapun itu untuk menambah pengalaman berkompetisi dan buat nambah PortFolio. Atau coba cari agency yang baru berkembang yang bisa ngasi pengalaman.<br />
Karena BESAR berasal dari yang kecil, tak ada salahnya untuk mencoba&#8230;.. .(Dari: roy stg &lt;djin_roy@yahoo. com&gt;)</p>
<p>Jawab :<br />
Mas Ardi, kalo dosen Anda bilang ilmu di perkuliahan hanya memberikan 20% saja terhadap kemampuan Anda di dunia kerja, mengapa Anda tidak melengkapi 30%-nya saja untuk membekali diri Anda supaya lebih mangtabs? Seperti berkenalan dengan orang iklan (ada fesbuk gitu.. pasti di-approve deh kalo mo kenalan.. hehe), nimbrung di komunitas iklan, ikut festival atau lomba iklan untuk menambah portfolio Anda.</p>
<p>Saya calon fresh grad (amin^^). Begitu banyak tantangan bagi saya untuk bersaing dengan fresh grad dari kampus lainnya. Apalah arti lulusan perguruan tinggi terkenal tanpa dibekali dengan ilmu, attitude, dan ability yang baik. Jangan menyerah pada keadaan Mas, justru saya (atau kami) calon fresh grad membutuhkan motivasi untuk bisa bersaing, bukannya cerita curhatan yang menggambarkan kondisi yang &#8220;menyedihkan&#8221; .</p>
<p>Dalam bahasa saya (maaf kalo salah), industri advertising itu industri jual beli orang (serem ya?^^). Karena advertising itu termasuk dalam usaha jasa, sehingga hasil dari kerjanya ya tergantung orang2 di dalamnya. Saya yakin agensi masih membutuhkan fresh grad.. Mengapa? Karena Anda, saya, dan (calon) fresh grad lainnya merupakan orang-orang yang masih memiliki ide segar, semangat (karena baru bekerja), dan dibayar dengan murah. Tenang saja mas, agensi itu gak buta kok. Kalo dia melihat orang yang punya nilai gak mungkin dilepas begitu saja. Karena kembali ke definisi saya tadi, advertising itu industri jual beli orang.</p>
<p>Mohon koreksi dari pendapat saya.<br />
Semoga usaha banting stirnya berhasil ya Mas,, Jangan patah semangat!<br />
From: elita dianingratri &lt;im_dianing@yahoo. co..id&gt;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/889/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=889&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/20/obrolan-fresh-graduateorang-kreatif-iklan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tolong jangan GOLPUT&#8230;Anak Muda&#8230;</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/08/tolong-jangan-golputanak-muda/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/08/tolong-jangan-golputanak-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 00:43:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[
Ketika Kita masih muda waktunya kita untuk menjadi sebuah reaktor kritik, bila kita Golput &#8220;Anak Muda&#8221; kita kehilangan Jiwa&#8230;Jiwa untuk Protes terhadap keadaan sekarang&#8230;maaf&#8230;.tetap nyontreng untuk tetap dapat protes!!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=884&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/04/putih.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-885" title="putih" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/04/putih.jpg?w=300&#038;h=166" alt="putih" width="300" height="166" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Ketika Kita masih muda waktunya kita untuk menjadi sebuah reaktor kritik, bila kita Golput &#8220;Anak Muda&#8221; kita kehilangan Jiwa&#8230;Jiwa untuk Protes terhadap keadaan sekarang&#8230;maaf&#8230;.tetap nyontreng untuk tetap dapat protes!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/884/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=884&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/08/tolong-jangan-golputanak-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/04/putih.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">putih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1.605.884 caleg siap masuk ruang 8.500 kamar RSJ</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/08/1605884-caleg-siap-masuk-ruang-8500-kamar-rsj/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/08/1605884-caleg-siap-masuk-ruang-8500-kamar-rsj/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 14:37:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=881</guid>
		<description><![CDATA[Judul diatas benar-benar saya bikin bombastis&#8230;tetapi percaya tidak ini adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat terbantahkan tentang suatu efek dari pesta demokrasi yang nanti akan dihasilkan di tanggal 9 April 2009. benar-benar suatu angka yang fantastis bila para Caleg kita tidak siap untuk kalah, mereka akan mengisi bangsal-bangsal yang telah disiapkan oleh departemen kesehatan. Data [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=881&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Judul diatas benar-benar saya bikin bombastis&#8230;tetapi percaya tidak ini adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat terbantahkan tentang suatu efek dari pesta demokrasi yang nanti akan dihasilkan di tanggal 9 April 2009. benar-benar suatu angka yang fantastis bila para Caleg kita tidak siap untuk kalah, mereka akan mengisi bangsal-bangsal yang telah disiapkan oleh departemen kesehatan. Data ini diambil dari data MetroTV di 7 April 2009. Ya agak sedikit bersyukur memang bila kita berfikir bila mereka yang tidak siap secara mental mengisi ruang-ruang legislatif kita, mereka diharuskan berhari-hari untuk menggodok UU yang harus mengatur hajat hidup orang banyak. Mereka yang secara mental memang tidak disiapkan untuk menjadi wakil rakyat diharuskan menjadi wakil kita untuk mengurus sebuah &#8220;nation&#8221;&#8230;.<span id="more-881"></span>Kemungkinan di otak calon legislatif kita cuman berfikir&#8230;&#8221;ada uang rapatnya tidak dan bekerja cuman &#8230;mainin tuts hape atau blackberry&#8230;.wah selamat  deh&#8230;. Berupaya untuk hadir memang sih sebenarnya adalah sebuah kodrati alias mencari eksistensi diri adalah sebuah keharusan sebagai mahluk hidup sesuai teorinya Robert Maslow :</p>
<p>1. Kebutuhan akan rasa aman (safety needs);<br />
2. Kebutuhan akan keterikatan dan cinta (belongingness and love needs);<br />
3. Kebutuhan akan penghargaan (esteem needs);<br />
4. Kebutuhan untuk pemenuhan diri (self-actualization).</p>
<p>Pemenuhan-pemenuhan kebutuhan itu yang seringkali membuka ruang yang sama sekali jarang disentuh, berani ambil resiko tetapi tidak berani menempuhnya&#8230;.wah&#8230;Manusia adalah makhluk biologis yang tidak berbeda dengan hewan yang lain. la lapar kalau tidak makan selama dua puluh jam, kucing pun demikian. la memerlukan lawan jenis untuk kegiatan reproduktifnya, begitu pula kerbau. la melarikan diri kalau melihat musuh yang menakutkan, begitu pula monyet. Faktor biologis terlibat dalam seluruh kegiatan manusia, bahkan berpadu dengan faktor-faktor sosiopsikologis. Bahwa warisan biologis manusia menentukan perilakunya, dapat diawali sampai struktur DNA yang menyimpan seluruh memori warisan biologis yang diterima dari kedua orang tuanya. Begitu besarnya pengaruh warisan biologis ini sampai muncul aliran baru, yang memandang segala kegiatan manusia, termasuk agama, kebudayaan, moral, berasal dari struktur biologinya. faktor-faktor biologis yang mendorong perilaku manusia, yang lazim disebut sebagai motif biologis. Yang paling penting dari motif-motif biologis antara lain, ialah kebutuhan akan makanan-minuman dan istirahat (disebut &#8220;visceral motives&#8221;), kebutuhan seksual, dan kebutuhan memelihara kelangsungan hidup dengan menghindari sakit dan bahaya.</p>
<p>Kembali pada caleg yang akan gagal siapkah diri anda untuk tidak &#8220;gila&#8221; karena dengan kondisi anda yang gila, anda akan memberatkan lingkungan anda, keluarga anda bahkan orang lain yang sama sekali tidak kenal dengan anda. Menjadi caleg adalah bukan mencari lapangan kerja baru tetapi dengan menjadi  caleg adalah sebuah kebutuhan manjadi mahluk sosial yang memberikan cinta dan intelektual pada masyarakat. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama&#8230;bukan nama seorang napi&#8230;hemmm</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/881/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=881&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/04/08/1605884-caleg-siap-masuk-ruang-8500-kamar-rsj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kode etik jurnalisme</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/31/kode-etik-jurnalisme/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/31/kode-etik-jurnalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 14:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[black community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=873</guid>
		<description><![CDATA[(black in news)Kebebasan pers sering disalah artikan dengan menganggap kaidah kebebasan pers
berlaku untuk seluruh informasi yang dijadikan informasi media massa. Untuk itu perlu
disikapi pengertian dasar yang membedakan antara kebebasan pers (freedom of the press)
dengan kebebasan ekspresi (freedom of the expression). Kedua macam kebebasan ini
merupakan hak dasar, tetapi memiliki signifikansi kontekstual yang berbeda. Kebebasan pers
berkonteks kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=873&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>(black in news)Kebebasan pers sering disalah artikan dengan menganggap kaidah kebebasan pers<br />
berlaku untuk seluruh informasi yang dijadikan informasi media massa. Untuk itu perlu<br />
disikapi pengertian dasar yang membedakan antara kebebasan pers (freedom of the press)<br />
dengan kebebasan ekspresi (freedom of the expression). Kedua macam kebebasan ini<br />
merupakan hak dasar, tetapi memiliki signifikansi kontekstual yang berbeda. Kebebasan pers<br />
berkonteks kepada kehidupan publik, sedang kebebasan ekspresi berkonteks kepada<br />
kehidupan kultural.<span id="more-873"></span><br />
Secara sederhana dapat dilihat bahwa masing-masing kebebasan ini membawa<br />
konsekuensi terhadap informasi yang disampaikan, yaitu informasi jurnalisme dan informasi<br />
hiburan. Informasi jurnalisme berkaitan dengan kebebasan pers, merupakan basis dalam<br />
kehidupan publik agar warga masyarakat dapat ikut ambil bagian (sharing) dalam proses<br />
demokrasi kehidupan negara. Sedangkan signifikansi informasi hiburan dalam konteks<br />
kebebasan ekspresi adalah dalam peningkatan penghayatan nilai dan sharing dalam<br />
kehidupan kultural. Hiburan disini dapat bergerak dari tingkat kesenangan pragmatis psikis,<br />
sampai ke tingkat penghayatan estetis dengan sharing dalam kehidupan kultural.<br />
Dengan demikian kebebasan pers dan kebebasan ekspresi merupakan berkah dari hak<br />
warga agar dapat “memperkaya” hidupnya dalam kehidupan publik dan kehidupan kultural.<br />
Kehidupan publik dan kultural ini merupakan ruang yang di dalamnya warga masyarakat<br />
dapat ikut ambil bagian (sharing) dalam kehidupan negara dan masyarakat.<br />
Pada sisi penyelenggaraan media pers, masalah mendasar kebebasan pers menyangkut<br />
kaidah informasi jurnalisme. Konsep tentang kelayakan informasi sering bersifat pragmatis<br />
untuk tujuan manajemen, tidak dalam konteks azas kebebasan pers. Padahal kaidah informasi<br />
jurnalisme perlu dilihat dari dua sisi, pertama informasi yang dicari dan disampaikan<br />
merupakan masalah publik, dan kedua, informasi memiliki signifikansi berkonteks pada<br />
kehidupan publik. Untuk itu perlu dibedakan sifat fakta yang dijadikan informasi, yaitu antara<br />
Pengertian kebebasan pers yang berdimensi politik dan kebebasan ekspresi yang berdimensi kultural sering<br />
dicampur-adukkan. Informasi berupa sinetron, lukisan, atau potret perempuan cantik, berada dalam konteks<br />
kebebasan ekspresi, karenanya penilaian dan wacana yang menyertainya bertolak dari etika dan estetika,<br />
berbeda halnya dengan informasi publik yang bertolak dari etika dan epistemologi.<br />
fakta privat dengan fakta publik. Adakalanya fakta privat seseorang dalam jabatan publik,<br />
memiliki signifikansi dalam kehidupan publik sehingga dapat menjadi informasi jurnalisme.<br />
Tetapi kebebasan pers untuk ini tetap terikat pada kaidah hukum, sejauh mana memang fakta<br />
privat dari pejabat publik tersebut dapat disebarkan. Sementara fakta privat yang tidak<br />
memiliki signifikan dalam kehidupan publik, mungkin saja menjadi informasi media massa<br />
yang memiliki nilai human interest, bukan sebagai informasi jurnalisme tetapi informasi<br />
hiburan.<br />
Kebebasan pers bertumpu pada hak warga masyarakat untuk memperoleh informasi<br />
publik dan menyatakan pendapat tentang masalah publik (black Community). Karenanya warga masyarakat harus<br />
bebas dari tekanan kekuasaan eksternal, baik dari negara maupun masyarakat (kekuasaan<br />
kapitalisme dan komunalisme). Kedua dimensi hak warga negara ini saling bertalian karena<br />
menjadi dasar dalam keberadaan dan sharing warga dalam kehidupan publik. Pada tahap<br />
pertama, agar dapat sharing warga harus memiliki pemikiran dan pendapat rasional tentang<br />
masalah publik yang aktual. Untuk itu, warga masyarakat dengan sendirinya harus mendapat<br />
informasi yang benar mengenai masalah tersebut. Seluruh norma yang mendasari orientasi<br />
eksistensial institusi pers harus dapat dikembalikan pada orientasi dasar ini, agar media pers<br />
dapat menjadi zona netral yang memungkinkan warga memperoleh informasi yang benar.<br />
Konsep tentang informasi yang benar menyentuh masalah hakiki dalam kerja<br />
jurnalisme, yaitu kebenaran (truthness). Konsep kebenaran menuntut kaidah etis dan<br />
epistemologis. Etik mengandung orientasi normatif jurnalisme, sementara epistemologi<br />
mengandung prinsip metodologi dalam prosedur teknis jurnalisme. Kedua kaidah merupakan<br />
dua sisi koin yang tidak dapat dipisahkan. Secara sederhana, kaidah etis dirujuk dari kode etik<br />
(code of ethics) bersifat normatif dan universal sebagai kewajiban moral yang harus<br />
dijalankan oleh institusi pers. Sementara epistemologi diwujudkan melalui langkah<br />
metodologis berdasarkan kode perilaku (code of conduct) bersifat praksis dan spesifik bagi<br />
setiap jurnalis dalam lingkup institusi persnya.<br />
Dari sini kiranya dapat dibedakan tataran kode etik dan kode perilaku. Sifat normatif<br />
dan universal dari kode etik menuntut kesadaran etis pada tataran eksistensial untuk dapat<br />
dihayati oleh pelaku. Nilai dari kode etik bertumpu kepada rasa malu dan bersalah<br />
(shamefully and guilty feeling) dari hati nurani. Kalau pelaku adalah manusia tidak kenal<br />
malu, dan dilingkungan kerjanya suatu perbuatan tidak dianggap sebagai kesalahan, maka<br />
kode etik sama sekali tidak punya makna. Berbeda halnya dengan kode perilaku yang<br />
bersifat praksis dan spesifik bagi suatu media pers. Kode perilaku berfungsi sebagai dasar<br />
dalam manajemen organisasi media dalam penilaian dan keputusan atas karir profesional<br />
seorang personel jurnalisme.<br />
Dengan kaidah-kaidah yang bersumber dari code of ethics dan code of conduct, media<br />
jurnalisme menjalankan fungsi imperatif atas dasar etik dan epistemologi dalam keberadaan<br />
media jurnalisme, yang bertujuan agar institusi pers dapat menjadi zona netral bagi<br />
pengwujudan kedua macam hak warga tersebut. Keberadaan media pers bertumpu pada<br />
kualitas institusional bersifat sosiologis, yaitu keterpercayaan (credibility). Tingkat<br />
keterpercayaan publik terhadap suatu institusi pers sebagai basis sosiologis dari hubungan<br />
media jurnalisme dengan masyarakat. Ini disebut sebagai kualitas hubungan institusi pers<br />
dengan masyarakat, terdiri atas 2 tataran, pertama merupakan basis kultural terhadap institusi<br />
jurnalisme di tengah masyarakat secara umum, dan kedua persepsi warga terhadap media<br />
pers secara spesifik.<br />
Hal pertama berupa kehidupan publik yang melingkupi institusi jurnalisme, yaitu<br />
tatanan yang berlandaskan prinsip demokrasi. Ini dimaksudkan sebagai budaya pers atau<br />
budaya jurnalisme, suatu orientasi nilai untuk menjadikan informasi jurnalisme sebagai dasar<br />
dalam membentuk pendapat publik bertolak dari penghayatan warga tentang signifikansi<br />
pendapatnya dalam kehidupan polity baik lokal maupun nasional. Budaya jurnalisme yang<br />
menjadi dasar bagi institusi pers yang top-down dan berfungsi sebagai instrumen kekuasaan<br />
politik (negara atau masyarakat), kapital atau komunalisme, akan berbeda dengan budaya<br />
jurnalisme yang menjadi dasar bagi institusi pers yang bersifat bottom-up dan berfungsi<br />
sebagai instrumen masyarakat dalam kehidupan publik/negara.<br />
Hal kedua, keterpercayaan terhadap media pers tertentu, bertolak dari persepsi warga<br />
masyarakat atas fungsi institusional sebagai media jurnalisme. Persepsi ini bersifat spesifik,<br />
tidak terbentuk tiba-tiba karena sebagaimana proses sosiologis lazimnya, merupakan hasil<br />
interaksi antara kinerja (performance) media pers tadi dengan khalayak. Dengan standar atau<br />
kaidah tindakan profesional dapat dihadirkan suatu media pers yang sesuai dengan fungsi<br />
institusional dalam demokrasi, sehingga terbentuk kepribadian (personality) dicitrakan oleh<br />
khalayak. Citra sosial suatu media pers berbeda satu sama lainnya, terbentuk dari kinerja<br />
masing-masing melalui keluaran (output) informasi jurnalisme yang disampaikan kepada<br />
masyarakat. Membangun citra ini tidak dapat dilakukan melalui strategi marketing atau pun<br />
public relations, tetapi melalui interaksi yang dibangun melalui informasi jurnalisme yang<br />
disampaikan dari edisi ke edisi.<br />
Dalam melahirkan dan menjaga institusi pers sebagai zona netral dalam kehidupan<br />
publik, dilakukan dengan menegakkan dan memelihara standar profesi jurnalisme<br />
(kewartawanan). Ini dijalankan dengan berbagai kegiatan yang mencakup seluruh aspek<br />
yang diperlukan dalam menjaga standar profesional jurnalisme, yaitu melalui standar teknis<br />
dan etis dan penilaian atas hasil kerja. Kegiatan ini mencakup tiga dimensi, yaitu pertama<br />
peningkatan standar profesional jurnalisme, kedua berupa pengawasan atas standar kerja<br />
profesional jurnalisme, dan ketiga penilaian atas keberadaan media pers di tengah<br />
masyarakat. Hal pertama berlangsung melalui pendidikan jurnalisme, kedua dengan lembaga<br />
ombudsman, dan ketiga melalui lembaga pengawasan media (media watch). Tiga wilayah<br />
kegiatan ini bertujuan untuk menjaga agar kebebasan pers yang menjadi landasan kerja<br />
penyelenggaraan media pers dapat berjalan secara tepat dalam masyarakat.<br />
Pendidikan jurnalisme mencakup ranah etik dan epistemologi, diharapkan dapat<br />
memberikan konsep profesionalitas yang mengandung universalitas kepada calon jurnalis.<br />
Setiap profesi terdiri atas standar etis dan epistemologi, dan inilah yang membedakan dari<br />
pertukangan. Dengan demikian pendidikan jurnalisme pada tataran profesional tidak hanya<br />
bersifat teknis pertukangan (technicalities), seperti teknik menulis berita, teknik wawancara,<br />
dan semacamnya; tetapi bertolak dari pengembangan intelektualitas untuk penghayatan<br />
orientasi etis dan epistemologis. Tentunya kewajiban moral untuk mengembangkan standar<br />
pendidikan profesional jurnalisme ini berada pada universitas.<br />
Pada wilayah kedua, lembaga ombudsman diperlukan untuk memelihara standar<br />
profesional yang dijalankan oleh jurnalis, manakala terjadi ketidak-puasan (complaint) dari<br />
warga masyarakat. Lembaga ombudsman terdiri atas person-person yang memiliki<br />
kredibilitas sosial dan mengenali kaidah etis dan epistemologi jurnalisme, menjalankan<br />
fungsi memeriksa standar prosedur kerja (dimensi epistemologis) dalam konteks kepantasan<br />
sosial dan universal (dimensi etis). Kredibilitas sosial ini menjadi dasar bagi wacana<br />
penilaian yang dikeluarkannya, sehingga warga masyarakat akan menghargai pernyataannya.<br />
Dengan begitu landasan bagi lembaga ombudsman adalah keterhomatan (respectability)<br />
dalam kehidupan publik. Wacana penilaian dari lembaga ombudsman ini berupa sanksi atau<br />
penjelasan ketidak-bersalahan, karena dilambari oleh keterhomatan dan kejujuran personperson<br />
majelisnya, menjadi acuan bagi organisasi media maupun warga masyarakat.<br />
Keberadaan lembaga ini dapat pada tataran suatu organisasi atau perusahaan media<br />
pers, atau tataran yang lebih luas yaitu organisasi profesi jurnalis, atau tataran yang bersifat<br />
supra struktur bagi organisasi-organisasi profesi jurnalis. Idealnya, setiap organisasi media<br />
pers terutama yang besaran organisasi personel dan keluaran jurnalismenya memiliki potensi<br />
untuk terjadinya pertentangan dengan warga masyarakat, memiliki lembaga ombudsman<br />
yang dapat memberikan pernyataan berupa wacana penilaian yang dihargai oleh warga<br />
masyarakat. Kalau pada tataran organisasi/organisasi media pers tidak ada lembaga<br />
ombudsman, maka setiap personel jurnalis perlu menjadi anggota organisasi atau asosiasi<br />
profesi, sehingga penilaian standar kerja profesionalnya dilakukan oleh lembaga ombudsman<br />
organisasinya ini. Hal yang sama dilakukan oleh lembaga ombudsman pada tataran supra<br />
struktur, terhadap setiap jurnalis, terlepas apakah yang bersangkutan menjadi anggota atau<br />
tidak dari organisasi profesi jurnalis tertentu.<br />
Pada wilayah ketiga, kegiatan media watch dilakukan oleh lembaga/institusi dalam<br />
masyarakat yang melakukan pengamatan atas isi/muatan media untuk menjaga hak warga<br />
masyarakat. Pengamatan ini dilakukan terus-menerus, ada atau tidak ada komplain atau<br />
protes masyarakat. Berbeda dengan ombudsman bagi media ataupun organisasi profesi,<br />
institusi media watch dari masyarakat ini tidak perlu meneliti standar prosedur kerja<br />
profesional dari personel jurnalisme. Pengawasan dijalankan dengan konsentrasi sepenuhnya<br />
atas informasi yang muncul di media atas dasar penilaian akademik.<br />
Kelembagaan media watch merupakan bagian dalam upaya menjaga kebebasan pers<br />
dari ancaman “musuh”nya. Adapun “musuh” bagi kebebasan pers, pertama bersifat eksternal<br />
yaitu negara, pasar, atau kelompok komunal yang berpretensi menggunakan media pers untuk<br />
kepentingan kekuasaan. Kedua bersifat internal yaitu jurnalis dan pengelola media pers,<br />
berupa penyalah-gunaan media pers demi kepentingan-kepentingan pragmatis sendiri. Kedua<br />
macam “musuh” ini merusak kebebasan pers, sehingga media pers bukan sebagai forum<br />
bebas bagi kebenaran, tetapi hanya menjadi alat untuk merekayasa masyarakat. Dengan kata<br />
lain, lembaga media watch berpretensi untuk menilai sejauh mana institusi pers dapat<br />
berfungsi sebagai zona netral yang bersih dari kekuasaan eksternal maupun kepentingan<br />
internal dari pengelola atau pemilik perusahaan media.</p>
<p>Masalah mendasar dalam pengembangan kebebasan pers di Indonesia adalah anomali<br />
dalam standar etis dan epistemologi. Sumbernya adalah kelemahan dari 3 wilayah, yang<br />
semuanya terimbas oleh korporatisme negara yang dijalankan oleh rezim Orde Baru puluhan<br />
tahun. Era rezim ini diisi oleh struktur sosial dengan kekuasaan negara bersifat hegemonik<br />
dan korporatis dengan nilai fasisme. Seluruh hubungan institusional secara vertikal<br />
berdasarkan pola pusat dan periferi, dengan tekanan yang mematikan daya periferi. Dalam<br />
politik misalnya dijalankan prinsip massa mengambang, sehingga peran politik dijalankan<br />
secara elitis, dan elit politik dikendalikan secara sentralistis dan top-down. Informasi publik<br />
bagi elit sosial disediakan secara tertutup dalam institusi masing-masing yang sudah<br />
terkooptasi dalam sistem negara korporatis. Sementara informasi publik melalui media pers<br />
difilter demi kepentingan penguasa negara. Sehingga fungsi media pers dalam kehidupan<br />
publik bagi warga masyarakat tidak dirasakan perlunya, sebab media jurnalisme menjalankan<br />
jurnalisme pembangunan yang bersifat top-down.(From Ashadi Siregar)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/873/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=873&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/31/kode-etik-jurnalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>brand</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/brand/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/brand/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 16:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[black community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=851</guid>
		<description><![CDATA[black in news :Pengertian atau definisi brand berubah dari waktu ke waktu seiring perubahan waktu itu sendiri.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek :
Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf- huruf, angka- angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur- unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=851&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/brand_love.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-852" title="brand" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/brand_love.gif?w=300&#038;h=248" alt="brand" width="300" height="248" /></a>black in news :</em>Pengertian atau definisi brand berubah dari waktu ke waktu seiring perubahan waktu itu sendiri.<br />
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek :<br />
Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf- huruf, angka- angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur- unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. (Pasal 1 Ayat 1)<br />
Dahulu:  <em>&#8220;a brand is name, term, symbol or design or a combination of these which is intended to identify the goods or service one group of sellers and differentiate them from those competitors (Philip Kotler).<span id="more-851"></span><br />
Kemudian, a visual design and / or name that is given to a productor service by an organization in order to differentiate it from the competing products and which assures consumers that the product will be high and consistent quality (Richard Koch).&#8221;</em><br />
Sekarang, sebuah produk, baru layak disebut brand bila telah berhasil “mengisi” hati konsumennya. Merupakan dari hidup. Attitude (Just Do it – Nike). ‘Cult’  kata Kafi Kurnia.<br />
(black community)Membangun suatu brand merupakan suatu tugas berat yang harus dilakukan. Salah satu hal penting dalam strategi membangun brand adalah menentukan yang biasa disebut <em>“Brand Architecture”</em>.<br />
<em>Brand Architecture </em>adalah suatu strategi penyusunan brand yang menentukan hubungan antara brand dalam suatu perusahaan. Strategi ini sangat penting mengingat <em>Brand Architecture</em> yang ditampilkan akan mempengaruhi konsumen dalam memandang dan mempersepsikan brand-brand yang ada dalam suatu perusahaan sekaligus mempengaruhi konsumen dalam membuat keputusan pembelian.<br />
Secara ekstrim ada dua strtegi pembagian dalam penyusunan <em>bBrand Architecture </em>yaitu: Monolitic yang berkonsentrasi pada induk perusahaan, serta Pluralistic dimana konsentrasi lebih ditekankan pada produk yang beragam. Masing – masing strategi ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.<br />
a. Monolitik<br />
Strategi branding monolitik menekankan branding pada induk perusahaan   tunggal. Strategi ini seringkali diterapkan pada perusahaan yang memiliki range produk dan karakteristik pasar yang jelas dan terbatas. Penerapan strategi ini memiliki kekuatan penyampaian pesan yang sederhana, tegas dan jelas, sehingga pasar akan dapat mengenali brand dengan mudah.<br />
Namun demikian sesuai dengan kesederhanaan dan keterbatasannya, penerapan brand monolitik ini seringkali tidak dapat dipertahankan saat perusahaan memutuskan untuk memasuki pasar yang sama sekali baru.<br />
b. Pluralistik<br />
Tidak dapat disangkal bahwa membangun brand monolitik yang kuat merupakan suatu strategi yang ampuh di tengah–tengah kondisi pasar yang penuh sesak. Mengarahkan segenap daya dan usaha untuk membangun super brand tunggal merupakan suatu strategi yang acapkali dipandang lebih solid daripada membangun sekelompok brand. Namun demikian kompleksitas gaya hidup modern telah menciptakan pasar bagi berbagai macam produk untuk berbagai macam kebutuhan dan bagi berbagai jenis customer. Akibatnya seringkali perusahaan mau tidak mau harus menciptakan berbagai macam brand untuk dapat menjangkau semua jenis target pasarnya yang beraneka ragam.<br />
Mengembangkan dan menjaga brand merupakan tugas yang penting dan mahal. sebuah merek dagang perusahaan mempunyai beberapa tujuan. Ia merupakan alat periklanan dan pemasaran yang penting untuk membedakan produk-produk perusahaan dari para kompetitornya. Jika tidak ada brand, tidak akan ada periklanan. Brand dengan mudah dapat dikenal sebagai alat promosi produk perusahaan sehingga akan segera dapat dikenali oleh konsumen.<br />
Brand juga bertindak sebagai pengendali mutu bagi konsumen, memberikan jaminan kepada mereka bahwa produk A atau produk B akan sama kualitasnya, tidak masalah kapan atau dimana produk tersebut dibeli. Tanpa brand, konsumen tidak dapat menebak kualitas sebagian besar produk dan pabrikan tidak akan memiliki alat untuk mengembangkan kesetiaan pelanggan.(image:http://darmano.typepad.com)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/851/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=851&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/brand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/brand_love.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">brand</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sederhana menurutku strategi merek itu&#8230;</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/sederhana-menurutku-strategi-merek-itu/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/sederhana-menurutku-strategi-merek-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 16:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=849</guid>
		<description><![CDATA[Empat pilihan strategi merek yaitu: 1.	Merek baru (new brand), yaitu menggunakan merek baru untuk kategori produk baru. Banyak perusahaan menggunakan pendekatan ini. 2.	Perluasan lini (line extension), yaitu menggunakan merek lama untuk produk lama. 3.	Perluasan merek (brand extension), yaitu menggunakan merek yang sudah ada untuk produk baru, atau srtategi menjadikan semua produk memiliki merek yang sama. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=849&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Empat pilihan strategi merek yaitu: 1.	Merek baru (new brand), yaitu menggunakan merek baru untuk kategori produk baru. Banyak perusahaan menggunakan pendekatan ini. 2.	Perluasan lini (line extension), yaitu menggunakan merek lama untuk produk lama. 3.	Perluasan merek (brand extension), yaitu menggunakan merek yang sudah ada untuk produk baru, atau srtategi menjadikan semua produk memiliki merek yang sama. 4.	Multi-merek (multibrand), yaitu menggunakan merek baru untuk kategori produk lama. Dalam pendekatan ini produknya sama, tetapi mereknya berbeda sehingga sebuah perusahaan bisa memiliki beberapa merek untuk produk yang sama.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/849/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=849&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/sederhana-menurutku-strategi-merek-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>beberapa strategi merek dari para ahli</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/beberapa-strategi-merek-dari-para-ahli/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/beberapa-strategi-merek-dari-para-ahli/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 16:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[black community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=846</guid>
		<description><![CDATA[(black community   1.	Aaker
Dalam bukunya, Buillding strong brand (1996), Aaker mengatakan bahwa merek yang kuat adalah yang memiliki posisi kuat. Pembentukan posisi yang kuat dimulai dengan menganalisis situasi untuk mengetahui posisi merek-merek pesaing dan posisi merek saat ini (merek yang sudah diluncurkan). Setelah itu perusahaan perlu merancang identitas merek, yaitu posisi merek yang diinginkan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=846&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/old_1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-847" title="logos" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/old_1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="logos" width="300" height="225" /></a>(black community <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  1.	Aaker<br />
Dalam bukunya, Buillding strong brand (1996), Aaker mengatakan bahwa merek yang kuat adalah yang memiliki posisi kuat. Pembentukan posisi yang kuat dimulai dengan menganalisis situasi untuk mengetahui posisi merek-merek pesaing dan posisi merek saat ini (merek yang sudah diluncurkan). Setelah itu perusahaan perlu merancang identitas merek, yaitu posisi merek yang diinginkan, dan kemudian mengkomunikasikannya melalui proses brand positioning. Hasilnya adalah posisi merek.<span id="more-846"></span><br />
2.	Davis<br />
Davis juga sepakat dengan Aaker, malah dalam bukunya yang berjudul Brand Asset Management (2001), Aaker memberi restu dan berbagai pujian kepada Davis. Tetapi langkah Davis sedikit berbeda karena menurutnya sebelum melakukan analisis situasi, kita harus mengetahi visi merek terlebih dulu, yakni sasaran yang diperoleh melalui pembuatan merek. Setelah posisi merek tersebut, yang merupakan tahap akhir dari konsep Aaker tentang pembentukan merek yang kuat, Davis merasa perlu melakukan evaluasi merek sebagai tahap akhir.<br />
3.	Knapp<br />
Knapp mengatakan bahwa merek bukan bukan sekedar nama besar (bila merek sudah terkenal), merek adalah cara hidup; didalamnya terdapat keinginan, janji dan komitmen yang harus dipenuhi perusahaan. Karena itu Knapp memberikan lima strtegi untuk membentuk merek yang kuat.<br />
1.	lakukan penilaian merek. Ini kira-kira sama dengan evaluasi posisi merek pada analisis situasi Aaker. Merek perlu dipandang sebagai subjek, bukan hanya objek. Untuk itu perlu diketahui faktor-faktor asosiasi yang melekat pada merek sebagai subjek.<br />
2.	Mengembangkan janji merek, yaitu harapan tentang bagaimana merek bekerja sebagai konsumen. Atau nilai apa yang terdapat pada merek, sebagaimana pada tahap identifikasi merek ala Aaker. Dengan sendirinya, kalau sudah berjanji, merek akan berusaha menepatinya.<br />
3.	Menciptakan blueprint’ merek. Ini sama dengan identitas merek (brand identity) dalam konsep Aaker dan arsitektur merek (brand architecture) dalam konsep Davis.<br />
4.	Membudayakan merek, yang berarti perlu keterikatan emosional agar konsumen loyal terhadap merek. Caranya dengan memberikan manfaat-manfaat yang menimbulkan sentuhan emosional. Misalnya, dealer mobil memberikan hadiah ulang tahun atau bingkisan Hari Raya kepada para pelanggannya.<br />
5.	Meningkatkan keuntungan merek. Merek yang kuat tidaklah berguna kalau perusahaan tidak memperoleh keuntuntungan. Oleh karena itu, merek perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin.<br />
4.	Bucholz dan Wonderman<br />
Seolah-olah mengambil benang merah dari pendapat, Bucholz dan Wonderman (2000) mengatakan ada lima alasan mengapa seseorang lebih menyukai merek anda. Mengambil inisial nama mereka, kelima alasan itu disebut metode Bucholz dan Wonderman, yaitu:<br />
1.	Manfaat dan janji (benefits and promises): konsumen lebih menyukai merek anda karena menawarkan manfaat yang jelas.<br />
2.	Norma dan nilai (normes and values): konsumen lebih menyukai merek anda karena mengurangi konflik (inner conflict) dengan norma-norma dan nilai-nilai mereka. Merek itu mengeliminasi perasaan bersalah, memuaskan rasa bangga, dan menetralkan segala bentuk tabu yang berhubungan dengan peroda.<br />
3.	Persepsi dan program (percepion and program): konsumen lebih menyukai merek anda karena merek itu dipersepsikan dan diprogram sebagai pilihan logis.<br />
4.	Identitas dan ekspresi diri (identity and self-expression): konsumen lebih menyukai merek anda karena dapat mengekspresikan karakter dan identitas mereka.<br />
5.	Emosi dan cinta (emotion and love): konsumen memilih produk atau layanan anda karena mereka mencintai mereknya. Ada sesuatu pada merek, yang disederhanakan sebagai “cinta”. Produk yang dicintai tidak bisa ditukar, artinya ada emosi sangat kuat yang dikaitkan dengan merek, dimana merek tidak lagi sekedar disukai, akan tetapi dicintai.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/846/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=846&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/beberapa-strategi-merek-dari-para-ahli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/old_1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">logos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>membangun elemen merek</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/membangun-elemen-merek/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/membangun-elemen-merek/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 16:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=844</guid>
		<description><![CDATA[black in news: karena merek merupakan aset yang paling berharga yang diperoleh seorang pemasar, memahami dengan cermat segala tentang merek adalah sangat perlu. Produk bukanlah merek. Sebuah produk dipabrikasikan; sebuah merek diciptakan. Sebuah produk mungkin berubah dari waktu ke waktu, tetapi merek tetap. Sebuah merek hanya lahir (ada) didalam dan melalui komunikasi. Komunikasi merek memproklamasikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=844&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>black in news: karena merek merupakan aset yang paling berharga yang diperoleh seorang pemasar, memahami dengan cermat segala tentang merek adalah sangat perlu. Produk bukanlah merek. Sebuah produk dipabrikasikan; sebuah merek diciptakan. Sebuah produk mungkin berubah dari waktu ke waktu, tetapi merek tetap. Sebuah merek hanya lahir (ada) didalam dan melalui komunikasi.<span id="more-844"></span> Komunikasi merek memproklamasikan identitas tunggal dan tahan lamanya, wilayahnya sebagai merek. Karena itulah, tidak cukup bagi sebuah merek untuk mempromosikan suatu kualitas pemberian motivasi dari suatu produk karena produk lain selalu dapat menyamai atau menirunya. Merek harus dibedakan dari pesaingnya. Pada kenyataanya pesainglah yang membantu membentuk identitas merek. Sebuah merek adalah bank memori yang membawa semua sejarahnya dan membentuk kapital akumulasinya.<br />
Pada saat manapun, merek  dibentuk beberapa elemen :<br />
Elemen-elemen rasional terutama berasal dari “apa” yang dilakukan, dikatakan, dan ditunjukkan oleh merek tersebut.<br />
• Elemen-elemen ini berwujud isi dan tema dari komunikasi-komunukasi merek, usulan dan janjinya.<br />
• Berbicara lebih banyak kepada sisi otak sebelah kiri atau rasional (Otak dibagi dalam dua belahan; belahan kiri dan kanan. Otak sebelah kiri adalah sisi rasional yang mampu membaca logika, menghitung secara matematika, pengucapan, dan fungsi memori. Ini adalah sisi konservatif dari otak. Otak sebelah kanan adalah intuitif, yang dapat membayangkan sesuatu, mengendalikan proses kreatif dan berfikir secara non verbal. Ini adalah sisi emosional dari otak. Orang selalu menggunakan kedua sisi otaknya meskipun tidak ada sisi yang lebih dominan.)<br />
• Merupakan bagian paling menonjol dari merek, bagian yang paling mudah untuk diartikulasikan dan diukur.<br />
Dalam menilai sebuah merek, perlu dipahami dengan baik unsur-unsur rasional maupun emosional yang menentukannya. Kita dapat memutuskan untuk bertindak langsung pada kelompok elemen yang manapun, dan implikasi dari setiap keputusannya sangat berbeda.<br />
Selama ini terdapat banyak konsep tentang nilai merek. Aaker seorang ahli promosi Amerika mengatakan adanya tiga nilai yang dijanjikan sebuah merek, yaitu nilai fungsional, nilai emosional, dan nilai ekspresi diri.<br />
1.	Nilai  fungsional<br />
Yaitu nilai yang diperoleh dari atribut produk yang memberikan kegunaan<em> (utility)</em> fungsional kepada konsumen. Nilai ini berkaitan langsung dengan fungsi yang diberikan oleh produk atau layanan kepada konsumen. Bila memiliki keunggulan secara fungsional, maka sebuah merek dapat mendominasi kategori. Sayangnya manfaat ini dapat ditiru atau dilewati pesaing.<br />
2.	Nilai emosional<br />
Kalau konsumen mengalami perasaan positif (positive feeling) pada saat membeli atau menggunakan suatu merek, maka merek tersebut memberikan nilai emosional. Pada intinya nilai emosional berhubungan dengan perasaan, yaitu perasaan positif apa yang akan dialami konsumen pada saat membeli produk.<br />
3.	Nilai ekspresi diri<br />
Aaker mengakui bahwa nilai ekpresi diri merupakan bagian dari nilai emosi. Kalaupun dibedakan, menurutnya itu bukan tanpa alasan. Kalau nilai emosional berkaitan dengan perasaan positif (misalnya nyaman, bahagia, bangga), maka ekspresi diri berbicara tentang “bagaimana saya dimata orang lain maupun diri saya sendiri”. Jadi kalau nilai emosional terpusat pada diri sendiri, maka nilai ekspresi diri berpusat pada publik. Dengan kata lain, nilai ekspresi diri mencari jawaban atas ”jati diri” seseorang. Kita ketahui “jati diri” berbicara tentang “diri saya yang saya inginkan<em> (wanted exspression) </em>dimata orang lain”.</p>
<p>Meyakinkan konsumen untuk membeli sebuah produk atau jasa dalam lingkungan yang sangat jenuh dan kompetitif jelas sangat sulit. Kesuksesannya sangat tergantung pada pemahaman tentang kekuatan emosional yang luar biasa dan tak terbatas, kekuatan yang sangat mempengaruhi semua orang dalam dalam membuat keputusan. Merek harus memiliki komitmen terus-menerus untuk membangun kultur terbuka yang berorientasi pada hubungan, yang merangsang kepekaan/pemahaman emosional, dan terus mempertanyakan status quo, yang pada gilirannya akan menimbulkan ekspresi kreativitas yang menggetarkan hati.<br />
Jenis inspirasi yang akan memunculkan program desain merek yang inovatif dalam pengembangan produk, pengemasan, penjualan, kehadiran merek, dan iklan tidak bisa diawetkan atau dibeli, tetapi dapat dicari . . . dan kemudian dijual!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/844/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/844/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/844/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/844/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/844/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=844&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/membangun-elemen-merek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>membuat nama merek :</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/membuat-nama-merek/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/membuat-nama-merek/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 15:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[black community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=842</guid>
		<description><![CDATA[1. Pengumpulan nama dan Informasi Dasar
- Menjelaskan apa yang dinamai, termasuk apa dalam penjelasannya, keistimewaan-keistimewaannya, keuntungan yang kompetitif, dan hal lainnya yang membedakan perusahaan, produk, atau jasa.
- Meringkas nama yang diinginkan dan apa yang harus dilakukan nama tersebut. Akankah itu menyarankan suatu karakteristik produk yang terpenting, atau menyampaikan citra khusus. Dan menulis semua citra-citra dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=842&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>1. Pengumpulan nama dan Informasi Dasar<br />
- Menjelaskan apa yang dinamai, termasuk apa dalam penjelasannya, keistimewaan-keistimewaannya, keuntungan yang kompetitif, dan hal lainnya yang membedakan perusahaan, produk, atau jasa.<span id="more-842"></span><br />
- Meringkas nama yang diinginkan dan apa yang harus dilakukan nama tersebut. Akankah itu menyarankan suatu karakteristik produk yang terpenting, atau menyampaikan citra khusus. Dan menulis semua citra-citra dan karakteristik yng diinginkan yang akan disandang oleh nama tersebut.<br />
- Menjelaskan siapa yang harus menjadi sasaran dengan nama tersebut. Mengenali sasaran dan karakteristik gaya hidup / demografis sasaran. Mencatat kualitas nama yang menurut kita akan menarik perhatian konsumen (panjang nama, bunyi, dan citra).<br />
- Mendaftar nama-nama yang disuka dan tidak disuka. Mencoba memunculkan beberapa nama dalam dua kategori tersebut (termasuk nama-nama pesaing). Mencatat kata-kata yang mungkin bermakna untuk nama baru.<br />
- Membuat sebuah daftar dari ide-ide nama baru. Memulai dengan daftar nama-nama di sukai dan menambahkan pada nama itu dengan cara menarik ide-ide dari daftar yang bagus, buku nama-nama, berhubungan dengan jurnal perdagangan, buku akar kata-kata, dan sumber lainnya.<br />
- Mengkombinasi bagian nama-nama dan kata-kata. Mengambil kata-kata, suku kata, dan bagian nama-nama yang ada dan mengkombinasikan kedalam bentuk nama-nama baru.<br />
- Memilih yang ter-favorit. Memilih nama yang menurut kriteria terbaik untuk nama perusahaan, produk, atau jasa.</p>
<p>2. Memeriksa nama yang tersedia dan mencoba nama terfavorit<br />
a.	Melakukan pencarian sebuah merek dagang. Memeriksa untuk meyakinkan bahwa nama perusahaan belum digunakan.<br />
b.	Menguji nama sebelum digunakan. Tanpa memperhatikan bagaimana begitu sukanya kepada merek beru tersebut, pihak lain mungkin memiliki pendapat yang berbeda. Mengumpulkan reaksi dari para pelanggan yang prospektif, pemegang saham, dan para ahli industri terhadap nama.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/842/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=842&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/membuat-nama-merek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Era Logo</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/era-logo/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/era-logo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 15:48:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[black community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=839</guid>
		<description><![CDATA[Penting untuk mengkaji bagaimana perkembangan simbol perusahaan-perusahaan terkemuka telah berubah dari waktu ke waktu, ke arah logo-logo “terhubung” yang sukses dimasa kini. Genersai demi genersi menentukan pendekatan mereka dengan bahasa, nilai-nilai budaya, etika, idola, mitos, prinsip-prinsip manajemen, dan logo-logo perusahaan merek sendiri; dan dalam prosesnya, berkembanglah tiga era: apa yang disebut Era Pragmatis (sekitar 1940-1967), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=839&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penting untuk mengkaji bagaimana perkembangan simbol perusahaan-perusahaan terkemuka telah berubah dari waktu ke waktu, ke arah logo-logo “terhubung” yang sukses dimasa kini. Genersai demi genersi menentukan pendekatan mereka dengan bahasa, nilai-nilai budaya, etika, idola, mitos, prinsip-prinsip manajemen, dan logo-logo perusahaan merek sendiri; dan dalam prosesnya, berkembanglah tiga era: apa yang disebut Era Pragmatis (sekitar 1940-1967), Era Evangelist (1968-198) dan, yang terkini, Era Sensualis (dari 1990 sampai sekarang).<span id="more-839"></span><br />
black in news :</p>
<p>1.	Era Pragmatis<br />
Visibilitas, stabilitas, dan konsistensi tampak nyata dalam ekspresi visual nilai-nilai perusahaan pada waktu itu. Tujuannya adalah mendominasi pasar secara visual dengan pesan-pesan komersial yang didukung oleh kampanye iklan berskala luas dan program-progam identitas-perusahaan yang mantap.<br />
2.	Era Evangelist<br />
Program identitas merek yang melahirkan logo, kemasan, dan desain toko gaya baru, Merek-merek “evangelistic” yang berorientasi gaya hidup ini berjuang mewujudkan misi ganda mereka, yaitu membangun bisnis yang sukses sekaligus mempengaruhi kehidupan konsumen.<br />
3.	Era Sensualis<br />
Nilai-nilai tahun 90-an le4bih tertuju pada hedonisme, glamor, ketenaran, dan ekspresi individual. Peranan logo dua dimensi sebagai lambang bisnis telah relatif berkurang dibandingkan dengan peran lebih besar yang dimainkan logo dalam situs Web. MTV merupakan pionir penciptaan logo modular yang interpretif, yang fleksibel terhadap kebutuhan ekspresi merek.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/839/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/839/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/839/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=839&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/era-logo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Logo</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/konsep-logo/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/konsep-logo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 15:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>
		<category><![CDATA[jarum black]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai bagian dari perencanaan corporate identity design, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan.
Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi identitas yang membedakan sebuah sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa yang biasa berupa dwi matra (dua dimensi) atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=836&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/jarum.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-837" title="jarum" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/jarum.jpg?w=300&#038;h=199" alt="jarum" width="300" height="199" /></a>Sebagai bagian dari perencanaan corporate identity design, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan.<br />
Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi identitas yang membedakan sebuah sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa yang biasa berupa dwi matra (dua dimensi) atau tri matra (tiga dimensi). <span id="more-836"></span>Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen-elemen senirupa dasar yang membentuknya seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll. Seperti yang dikemukakan oleh John Murphy :<br />
<em>The successful designer of trademarks and logos needs to have basic intellectual and draftsmanship skills in addition to a sensitivity to the aesthetic elements of design.</em> Yang berarti, seorang perancang logo dan cap dagang yang sukses, perlu memiliki kepandaian dasar dan keterampilan dalam menggambar dalam hubungannya dengan kepekaan terhadap elemen estetika disain.<br />
Identitas suatu produk/ perusahaan sangat diperlukan sekali dan disadari oleh Jarum Black. Black in News : Hal ini untuk membedakan produk Jarum Black dengan produk yang lain. Tujuan lain dengan adanya merek/ logo adalah mengenalkan produk kita kepada masyarakat dalam bentuk non produk. Misalnya dalam pamphlet, spanduk dan alat komunikasi yang lain. Dengan adanya symbol-simbol dalam merek/ logo, maka masyarakat akan cepat mengenali produk kita.<br />
Logo Jarum Black yang simple, yang menggambarkan ciri khas, mudah untuk dijelaskan, menggugah, mengandung keaslian dan tidak mirip dengan logo-logo produk lain.<br />
Desain logotype merupakan unsur yang sangat penting dalam pemasaran Jarum Black. Sangatlah sulit untuk menjual Jarum Black sampai pada tingket pengenalan nama yang layak di antara konsumen. Hal itu disadari Jarum Black, penciptaan logonya begitu penting sehingga  merancang logo dan kemasan dengan serius.</p>
<p>Black In News : Sebagian besar perancang mencoba meningkatkan hubungan harmonis antara rancangan kemasan, logo, dan iklan untuk suatu produk. Logo yang kuat pada kemasan dan dalam iklan produk menciptakan lingkungan pengenalan.<br />
Sebagian besar produk yang berhasil adalah yang mengkombinasikan skema desain yang membangkitkan minat melalui logo yang provokatif. Logo yang provokatif adalah logo yang jika disarikan dari kemasan bahkan akan memproyeksikan kepribadian visual dari produk. Bagaimanapun, ketika orang berbelanja melewati gang-gang di pasar swalayan, citra pertama yang mempesonakan mata mereka adalah merek-merek yang dapat dikenali.<br />
Dalam rangka menyeimbangkan pesan identitas perusahaan dewasa ini, penting juga untuk mempertimbangkan kekuatan pesan emosional perusahaan dalam konteks kekuatan pesan visual. Sama seperti makna emosional merek yang perlu berevolusi dari makna yang didikte ke makna yang personal, ekspresi grafis merek juga perlu berevolusi dari “ dampak” ke “kontak”. (gaya grafis dan identitas yang “personal” cenderung lebih ilustratif dan imajinatif, sementara gaya grafis dari identitas yang “didikte” cenderung lebih abstrak). Kedua aspek ini mesti dikelola sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan pesan yang tepat. Model didikte dan model dampak jelas merefleksikan sikap konsumen yang lebih pasif, sementara model personal dan model kontak yang lebih baru menyiratkan hubungan yang bilateral yang lebih erat. Akhirnya, logo-logo kini mulai didesain secara khusus untuk menjembatani kesenjangan antara perusahaan dan konsumen, dan desain-desain logo yang bermerek dan “terhubung” ini dapat membantu untuk menentukan dan mengkomunikasikan kepribadian perusahaan yang diharapkan dengan lebih baik. (foto : flickr.com)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/836/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=836&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/konsep-logo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/jarum.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jarum</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jogja Flickr Community: membuka ruang kreatif&#8230;foto</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/16/jogja-flickr-community-membuka-ruang-kreatiffoto/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/16/jogja-flickr-community-membuka-ruang-kreatiffoto/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 03:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[black community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[(Black In News) :Wah&#8230;kemarin ada acara Kopdar (kopi darat) I nya temen2 flickr atauw pencinta flickr di Jogja&#8230;harapannya sih mereka ingin saling sharing ilmu tentang dunia poto-memoto, bagaimana sih kok saling ketemu? Ini sih pekerjaan mas Agus Yuniarso (kolega) yang seneng banget dengan yang namanya media Audio-visual dari motret sampe milem&#8230;.Kegiatan ini kayaknya tepat banget [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=832&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/n1391892513_30155728_6880837.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-833" title="flickr jogja" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/n1391892513_30155728_6880837.jpg?w=300&#038;h=199" alt="flickr jogja" width="300" height="199" /></a>(Black In News) :Wah&#8230;kemarin ada acara Kopdar (kopi darat) I nya temen2 flickr atauw pencinta flickr di Jogja&#8230;harapannya sih mereka ingin saling sharing ilmu tentang dunia poto-memoto, bagaimana sih kok saling ketemu? Ini sih pekerjaan mas Agus Yuniarso (kolega) yang seneng banget dengan yang namanya media Audio-visual dari motret sampe milem&#8230;.Kegiatan ini kayaknya tepat banget buat kaum kreatif Jogja sampai-sampai kayaknya full banget Jogja dengan yang namanya orang kreatif. Acara sendiri diadakan di Hotel Wisanti Tamsis&#8230;yah daerah selatan Jogja deh&#8230; mereka ingin berjuang dengan foto untuk memakmurkan ruang kreatif di Jogja ini. <span id="more-832"></span> Visi dan misi Flickr sih seperti ini :</p>
<p>Komunitas Flickr Jogja ( Jogja Flickr Community ) adalah sebuah paguyuban yang beranggotakan para pemilik akun Flickr.Com yang berdomisili di Yogyakarta, Indonesia. Anggota komunitas ini berasal dari beragam latar belakang: fotografer (amatir maupun profesional), blogger, photoblogger, videomaker, videoblogger, jurnalis, seniman, public relations officer, dosen, mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga, karyawan swasta, PNS, wiraswastawan, dsb. Yah mirip-mirip Black Community nya jarum kali yah&#8230;<br />
Apapun latar belakangnya, mereka memiliki kesamaan: (1) Kegemaran untuk berkomunikasi secara visual melalui rekaman fotografi; serta (2) Ketertarikan dan kecintaan untuk mengabadikan keanekaragaman obyek visual seputar kota Yogyakarta.Pemilik akun Flickr.Com yang tidak berdomisili di Jogja, juga diberikan ruang untuk bergabung dalam komunitas ini, khususnya yang memiliki dan mempublikasikan obyek visual seputar kota Yogyakarta pada &#8220;photostream&#8221;nya. Kalaupun Anda sekedar penikmat fotografi dan tidak memiliki akun Flickr.Com, group ini (dengan senang hati) tetap menerima kehadiran Anda untuk bergabung, karena pada dasarnya Kami begitu gemar berbagi segala hal seputar kota Yogyakarta.</p>
<p>Kebutuhan berorganisasi memang harus dihadirkan agar makna dari kebersamaan membangun sesama muncul dalam setiap aspek kehidupan manusia. karena komunitas atau kelompok itu :</p>
<p>1.anggota-anggota kelompoknya merasa terikat dengan kelompok, ada sense of belonging yang tidak dimiliki oleh orang yang bukan anggota.<br />
2.Nasib anggota-anggota kelompoknya saling bergantung sehingga hasil setiap orang terkait dengan dalam cara tertentu</p>
<p>jadi&#8230;paling tidak dengan kumpulnya temen2 Flickr Jogja ini bisa saling mengisi dengan canda dan info kreatif yang bermutu. sejarah flickr sih seperti ini :</p>
<p><em>Flickr merupakan situs web untuk berbagi foto dan situs komunitas online yang merupakan contoh dari aplikasi Web 2.0. Sebagai situs web yang populer untuk berbagi foto pribadi, layanan ini dimanfaatkan oleh banyak blogger sebagai tempat penyimpanan foto. Popularitasnya bertambah seiring peralatan komunitas online yang inovatif yang memperbolehkan foto-foto diberi tanda dan dicari secara folksonomi. Flickr dikembangkan oleh Ludicorp, sebuah perusahaan yang berbasiskan di Vancouver, Kanada yang dibangun pada tahun 2002. Ludicorp meluncurkan Flickr pada Februari 2004. Layanan ini dikembangkan pada awalnya untuk membuat Game Neverending, sebuah MMORPG. Flickr dianggap sebagai sebuah proyek yang lebih masuk akal dan Game Neverending ditunda pembuatannya.Bentuk awal dari Flickr difokuskan sebagai chat room dengan banyak pengguna dengan nama FlickrLive dengan kemampuan berbagi foto secara langsung (real time). Yang lebih banyak terjadi adalah membagi foto atau gambar yang ditemukan di web daripada foto yang dibuat oleh para pengguna sendiri. Eveolusi berikutnya lebih ditekankan untuk uploading dan chat room menghilang dari peta situsnya.Pada tahun 2005, Yahoo! Inc. mengambil alih Ludicorp dan Flickr. Pada 28 Juni 2005, semua daftar isi dari server Kanada dipindahkan ke server yang berada di Amerika Serikat, yang menyebabkan semua data yang ada berada di bawah hukum federal Amerika Serikat.[1]</p>
<p>Pada 16 Mei 2006, Flickr memperbaharui layanannya dari Beta ke &#8220;Gamma&#8221; dengan perubahan pada desain dan struktur. Berdasarkan FAQ pada situsnya, maksud dari &#8220;gamma&#8221;, yang jarang digunakan dalam tahap perkembangan perangkat lunak, adalah bahwa layanan ini selalu dicoba oleh para penggunanya dan dalam kondisi pengembangan secara berkelanjutan. [2] Secara keseluruhan, layanan ini berada dalam tahap stabil. (foto JFC :Rezza Habibie).</p>
<p></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/832/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=832&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/16/jogja-flickr-community-membuka-ruang-kreatiffoto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/n1391892513_30155728_6880837.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">flickr jogja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bersahabat dengan marah&#8230;(Blackinnovationawards)</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/11/bersahabat-dengan-marahblackinnovationawards/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/11/bersahabat-dengan-marahblackinnovationawards/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 01:49:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blackinnovationawards]]></category>
		<category><![CDATA[jarum black slimz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[marah itu penting dalam sebuah kreativitas, marah kok enggak jadi-jadi ya kerjaan ini, marah jadi orang bodoh&#8230;marah untuk berkreasi. Marah adalah suatu kodrat yang pasti dimiliki manusia. Dengan marah kita punya momentum untuk berkreasi dan dengan marah kita punya daya rasa. ketika kita marah-marah sebenarnya kita mengeluarkan suatu energi yang kita pendam. Masih ingat dulu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=820&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/noor.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-827" title="noor" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/noor.jpg?w=200&#038;h=226" alt="noor" width="200" height="226" /></a>marah itu penting dalam sebuah kreativitas, marah kok enggak jadi-jadi ya kerjaan ini, marah jadi orang bodoh&#8230;marah untuk berkreasi. Marah adalah suatu kodrat yang pasti dimiliki manusia. Dengan marah kita punya momentum untuk berkreasi dan dengan marah kita punya daya rasa. <span id="more-820"></span>ketika kita marah-marah sebenarnya kita mengeluarkan suatu energi yang kita pendam. Masih ingat dulu banget, bagaimana ketika saya marah, marah menghadapi dua pilihan yang semuanya harus saya pilih antara bekerja di Jakarta dengan hasil maksimal atau bekerja di daerah dengan hasil minimal tetapi dengan daya kreasi yang terus berkembang. Ketika itu dua pilihan ini susah banget untuk dipilih. Siapa sih yang enggak mau materi tetapi dengan kondisi kehidupan sehari-hari yang terus kerja, dan kerja di jogja dengan ekspetasi rasa yang berkembang terus dan terus. Dengan marah akhirnya saya memilih pilihan yang saya anggap betul, saya tidak peduli dengan kehidupan nanti bagaimana, biarlah kehidupan ini yang membimbing saya. Nyatalah&#8230;pilihan itu sangat benar&#8230;kehidupan yang saya pilih sekarang adalah right choice&#8230; saya jadi inget dengan kakak angkatan saya di Pasca Sarjana ISI Jogja, namanya Noor Ibrahim, dia ini adalah seorang pematung dan karyanya&#8230;akhir-akhir ini banyak di pamerkan di scope nasional maupun internasional. Karakter khas dari karya patung Noor Ibrahim, ditemukan setelah ia melakukan berbagai pencarian yang cukup panjang dan penuh ketidakpastian. Dulu ketika dia kuliah di Pasca, dia ambil cuti, mungkin dana seorang seniman yang terbatas, tetapi kalo sekarang sih ketemu dengan dia&#8230;dia sudah naik kendaraan yang menurut saya mewah&#8230;ceritanya bagaimana Noor Ibrahim menemukan karakter khas patungnya adalah karena dia melakukan dengan marah yang memunculkan suatu perasaan lepas&#8230;kalo kata jarum black is Blackinnovationawards!!</p>
<p>Pada suatu ketika di tengah kesuntukan berkarya dan kepungan frustrasi serta keputusasaan, Ibrahim mengalami kekesalan yang amat sangat dengan projek patung yang sedang digarapnya. Tidak sukses ya ngberkepanjangan menghantui. Akibatnya ia memukuli karya yang belum jadi itu, hingga pengak-pengok, kemudian melemparkannya ke luar rumah. Saking lelahnya terlelaplah ia. Selang beberapa waktu kemudian seorang tetangganya yang kebetulan lewat tempat tinggalnya mengangkat dan meletakkan karya yang ‘gagal’ itu ke halaman rumah yang ditinggali Ibrahim. Ternyata, karya pengak-pengok itu terlihat lain di mata istrinya yang dengan spontan tulus menyatakannya sebagai karya patung yang indah sekali. Pengak-pengok spontan bekas hujaman palu yang ekspresif itu merupakan sesuatu yang baru, boleh jadi kelihatan sangat menarik waktu itu. Ini sebenarnya hanyalah gejala biasa, yaitu bahwa mata kita baru terbuka lebih lebar apabila melihat sesuatu yang baru. Kebaruan dan kesegaran sering membuka pikiran jenuh. Kaitannya apa dengan perjalanan patung Ibrahim? Ide-ide cemerlang dan cara pandang yang terang-benderang hanya menyelinap ke benak orang yang benar-benar mencari, atau singgah ke diri orang yang mentalnya dibiarkan aktif memburu sesuatu, guna menjawab permasalahan yang tengah dihadapi. Sesunggunya ide-ide itu mengalir melimpah, dan ada di mana-mana. Cemerlang atau tidaknya tergantung pada cara pandang kita. Sekecil apa pun ide itu, tidak pernah gagal ia untuk menjadi sesuatu. Ia akan menjadi luar-biasa bila terus digali dan diolah. Persoalannya adalah apakah kita mau dan mampu melihat dan mengelola ide, atau tidak. Dalam momen-momen kritis itu tiba-tiba Noor Ibrahim menangkap terang disekitar pengak-pengoknya patung ‘gagal’ yang dipukulinya sendiri itu. Ayunan dan pukulan godam dipakainya sebagai cara yang unik untuk membentuk figur patungnya. Sampai sekarang, di dunia seni patung di Indonesia, teknik pukul palu/godam Ibrahim terbilang khas&#8230;</p>
<p>Marah adalah kodrat Illahi&#8230;sehingga sebuah passion akan hadir dalam tiap gerak langkah kita&#8230;seperti Noor Ibrahim&#8230;dia marah dengan kebuntuan kreativitas dia membuat karya itu dengan sebuah hantaman godam yang memiliki passion&#8230;memiliki jiwa &#8230;jiwa untuk berkreasi&#8230;jarum black slimz&#8230;.(foto noor ibrahim dari: www.galeri-nasional.or.id)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/820/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=820&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/11/bersahabat-dengan-marahblackinnovationawards/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/noor.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">noor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>wah&#8230;blogger kok dikalahkan pesbuk&#8230;??&#8221;%$#@</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/10/wahblogger-kok-dikalahkan-pesbuk/</link>
		<comments>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/10/wahblogger-kok-dikalahkan-pesbuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 04:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mukti</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[black community]]></category>
		<category><![CDATA[Black In News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=821</guid>
		<description><![CDATA[ enggak salah bahwa teknologi tatap muka virtual engga di kantin di mall, di arisan emang paling laku. Budaya ngomong ngalor ngidul&#8230;dan komentar asbak&#8230;eh asbun tetap menjadi menu favorit di negara ini, kegiatan saling sapa cuman dengan kata &#8220;gue&#8230;.lagi nongkrong di wc&#8230;&#8221; terus dikomentarin oleh temen-temen&#8230;.waduh&#8230;apa-apaan ini kayaknya disinformatif banget budaya gini. Coba&#8230;dalam hitungan waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=821&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/uh.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-822" title="uh" src="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/uh.jpg?w=300&#038;h=127" alt="uh" width="300" height="127" /></a> enggak salah bahwa teknologi tatap muka virtual engga di kantin di mall, di arisan emang paling laku. Budaya ngomong ngalor ngidul&#8230;dan komentar asbak&#8230;eh asbun tetap menjadi menu favorit di negara ini, kegiatan saling sapa cuman dengan kata &#8220;gue&#8230;.lagi nongkrong di wc&#8230;&#8221; terus dikomentarin oleh temen-temen&#8230;.waduh&#8230;apa-apaan ini kayaknya disinformatif banget budaya gini. Coba&#8230;dalam hitungan waktu kita ingat&#8230;berapa lama kita ngefesbuk didepan laptop dan komputer kita&#8230;dan coba bandingkan kalo kita ngeblog&#8230;.pasti kita akan terheran-heran bahwa budaya kita ngefesbuk&#8230; udah jadi addict&#8230;banget&#8230; dalam kegiatan komunikasi keinginan saling menyampaikan dan saling<span id="more-821"></span> menciptakan hubungan yang semakin baik memang mutlak dibutuhkan bila interaksi itu ingin terbentuk  permanen. Cuman sangat berlebih kalo kegiatan fesbuk jadi sebuah candu&#8221;asmara&#8221; bagi hidup kita&#8230;kok kayaknya <em>labour of communication</em>-yah&#8230; jadi kalo dipikir-pikir fesbuk itu termasuk kategori komunikasi yang mana yah&#8230;dalam sebuah istilah  <em>black community, </em>kelompok  diharapkan memiliki dan memerlukan suatu karakter kelompok yang beda dengan karakter lainnya. Kegiatan komunikasi sendiri di pilah-pilih dalam sebuah beberapa karakter, yaitu :</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:17.85pt;text-align:justify;text-indent:-17.85pt;"><!--[if !supportLists]--><strong>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>Kom. Informatif.</strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;">Komunikasi informatif adalah jenis komunikasi yang bertujuan memberikan informasi atau penjelasan. Isi informasi itu sendiri bisa bersifat pemaparan pandangan misalnya penjelasan mengenai pelaksanaan otonomi daerah. Ada tiga hal yang harus diperhatikan agar komunikasi informatif ini dapat berhasil yaitu:</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:1cm;text-align:justify;text-indent:-1cm;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]-->(a)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->menarik perhatian;</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:1cm;text-align:justify;text-indent:-1cm;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]-->(b)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->mengusahakan agar komunikan bersedia menerima isi pesan:</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:1cm;text-align:justify;text-indent:-1cm;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]-->(c)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->komunikan bersedia menyimpan isi pesan.</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:17.85pt;text-align:justify;text-indent:-17.85pt;"><!--[if !supportLists]--><strong>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>Kom. Intruksional.</strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:150%;">Komunikasi yang terjadi dalam proses belajar mengajar, antar guru dengan siswa atau antar pelatih dengan yang dilatih. Tahap-tahap penerimaan pesan sama dengan yang terjadi pada komunikasi informatif, tetapi disini efektifitas lebih mudah tercapai karena sudah terjadi semacam kontarak antar komunikatoer dengan komunikan, yaitu bahwa komunikator berperan sebagai guru sedangkan komunikan sebagai murid.</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:17.85pt;text-align:justify;text-indent:-17.85pt;"><!--[if !supportLists]--><strong>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>Kom. Persuasif.</strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:21.25pt;line-height:150%;">Tahap-tahap penyampain efektifitas komunikasi persuasif sama dengan komunikasi informatif, tetapi tujuannya lebih jauh lagi, yaitu mengajak komunikan untuk bertindak sesuai dengan isi pesan komunikator. Komunikan diberi pandangan-pandangan baru lalu diajak meneliti kembali kerangka acuan bertindak dan pola tingkah lakunya selama ini, dan akhirnya dibujuk untuk mengubah kerangka acuan dan pola bertindaknya itu sesuai dengan yang dikehendaki komunikator.</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:17.85pt;text-align:justify;text-indent:-17.85pt;"><!--[if !supportLists]--><strong>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>Kom. Hiburan.</strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;">Komunikasi hiburan bertujuan untuk menghibur. Meskipun tahap-tahap prosesnya sama dengan jenis komunikasi lainnya, pencapaian tujuannya lebih ringan daripada ketiga jenis informasi lainnya, karena tidak perlu mengubah pandangan ataupun pola tindak komunikan. Tetapi, untuk dapat menjalankan komunikasi menghibur dengan berhasil, komunikator perlu mengetahui keadaan komunikan. Kalau tidak, pesan yang diharapkan menghibur mungkin bisa diterima sebagai penghinaan.</p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;">Komunikasi hiburan kali yah&#8230;.fesbuk tolong dong&#8230;kegiatan blog jangan diancurin&#8230;karena kegiatan kreatif mengolah rasa kata kita lah&#8230;fesbuk mengolah apa? ngolah&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramakertamukti.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramakertamukti.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramakertamukti.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramakertamukti.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramakertamukti.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramakertamukti.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramakertamukti.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramakertamukti.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramakertamukti.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramakertamukti.wordpress.com/821/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramakertamukti.wordpress.com&blog=4187669&post=821&subd=ramakertamukti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/10/wahblogger-kok-dikalahkan-pesbuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dda84fbfbc992caac5100d47cee3a4c0?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">mukti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramakertamukti.files.wordpress.com/2009/03/uh.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">uh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>