<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: kode etik jurnalisme</title>
	<atom:link href="http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/31/kode-etik-jurnalisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/31/kode-etik-jurnalisme/</link>
	<description>iklan, kamus iklan, komunikasi pemasaran, komunikasi visual</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Jan 2010 04:50:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: David</title>
		<link>http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/31/kode-etik-jurnalisme/#comment-142</link>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 18:50:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ramakertamukti.wordpress.com/?p=873#comment-142</guid>
		<description>INI BUKTINYA : PUTUSAN SESAT PERADILAN INDONESIA

Putusan PN. Jkt. Pst  No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan demi hukum atas Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi. 
Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak &#039;bodoh&#039;, lalu seenaknya membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung 
di bawah &#039;dokumen dan rahasia negara&#039;. Maka benarlah statemen KAI : &quot;Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap&quot;. Bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah sangat jauh sesat terpuruk dalam kebejatan. 
Quo vadis hukum Indonesia? 

David  
(0274)9345675</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>INI BUKTINYA : PUTUSAN SESAT PERADILAN INDONESIA</p>
<p>Putusan PN. Jkt. Pst  No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan demi hukum atas Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.<br />
Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.<br />
Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak &#8216;bodoh&#8217;, lalu seenaknya membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung<br />
di bawah &#8216;dokumen dan rahasia negara&#8217;. Maka benarlah statemen KAI : &#8220;Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap&#8221;. Bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah sangat jauh sesat terpuruk dalam kebejatan.<br />
Quo vadis hukum Indonesia? </p>
<p>David<br />
(0274)9345675</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
