enggak salah bahwa teknologi tatap muka virtual engga di kantin di mall, di arisan emang paling laku. Budaya ngomong ngalor ngidul…dan komentar asbak…eh asbun tetap menjadi menu favorit di negara ini, kegiatan saling sapa cuman dengan kata “gue….lagi nongkrong di wc…” terus dikomentarin oleh temen-temen….waduh…apa-apaan ini kayaknya disinformatif banget budaya gini. Coba…dalam hitungan waktu kita ingat…berapa lama kita ngefesbuk didepan laptop dan komputer kita…dan coba bandingkan kalo kita ngeblog….pasti kita akan terheran-heran bahwa budaya kita ngefesbuk… udah jadi addict…banget… dalam kegiatan komunikasi keinginan saling menyampaikan dan saling menciptakan hubungan yang semakin baik memang mutlak dibutuhkan bila interaksi itu ingin terbentuk permanen. Cuman sangat berlebih kalo kegiatan fesbuk jadi sebuah candu”asmara” bagi hidup kita…kok kayaknya labour of communication-yah… jadi kalo dipikir-pikir fesbuk itu termasuk kategori komunikasi yang mana yah…dalam sebuah istilah black community, kelompok diharapkan memiliki dan memerlukan suatu karakter kelompok yang beda dengan karakter lainnya. Kegiatan komunikasi sendiri di pilah-pilih dalam sebuah beberapa karakter, yaitu :
1. Kom. Informatif.
Komunikasi informatif adalah jenis komunikasi yang bertujuan memberikan informasi atau penjelasan. Isi informasi itu sendiri bisa bersifat pemaparan pandangan misalnya penjelasan mengenai pelaksanaan otonomi daerah. Ada tiga hal yang harus diperhatikan agar komunikasi informatif ini dapat berhasil yaitu:
(a) menarik perhatian;
(b) mengusahakan agar komunikan bersedia menerima isi pesan:
(c) komunikan bersedia menyimpan isi pesan.
2. Kom. Intruksional.
Komunikasi yang terjadi dalam proses belajar mengajar, antar guru dengan siswa atau antar pelatih dengan yang dilatih. Tahap-tahap penerimaan pesan sama dengan yang terjadi pada komunikasi informatif, tetapi disini efektifitas lebih mudah tercapai karena sudah terjadi semacam kontarak antar komunikatoer dengan komunikan, yaitu bahwa komunikator berperan sebagai guru sedangkan komunikan sebagai murid.
3. Kom. Persuasif.
Tahap-tahap penyampain efektifitas komunikasi persuasif sama dengan komunikasi informatif, tetapi tujuannya lebih jauh lagi, yaitu mengajak komunikan untuk bertindak sesuai dengan isi pesan komunikator. Komunikan diberi pandangan-pandangan baru lalu diajak meneliti kembali kerangka acuan bertindak dan pola tingkah lakunya selama ini, dan akhirnya dibujuk untuk mengubah kerangka acuan dan pola bertindaknya itu sesuai dengan yang dikehendaki komunikator.
4. Kom. Hiburan.
Komunikasi hiburan bertujuan untuk menghibur. Meskipun tahap-tahap prosesnya sama dengan jenis komunikasi lainnya, pencapaian tujuannya lebih ringan daripada ketiga jenis informasi lainnya, karena tidak perlu mengubah pandangan ataupun pola tindak komunikan. Tetapi, untuk dapat menjalankan komunikasi menghibur dengan berhasil, komunikator perlu mengetahui keadaan komunikan. Kalau tidak, pesan yang diharapkan menghibur mungkin bisa diterima sebagai penghinaan.
Komunikasi hiburan kali yah….fesbuk tolong dong…kegiatan blog jangan diancurin…karena kegiatan kreatif mengolah rasa kata kita lah…fesbuk mengolah apa? ngolah…











Setuju… akue lebih sUka NgeBlogging dari pada ngefesbok…..padahal akue ja gak punya facbok..
coz dah cinta dengan Blog c… hehehe…..
KeeP BlogIng ya….;.
Banzai!!!!
accan
Rama said :
iya yah…di fesbuk sebenarnya ada juga bagusnya yaitu…mencari obor yang udah padam alias komunikasi yang terputus…tapi kalo udah komentar kosong di tanggepin jadi sebuah subjek pembicaraan kok…naif banget ya…hidup blog deh!! kreativitas never die!!
kulonuwun, saya mengcopy informasi yg ada dlm wp ini. trimakasih..sangat bermanfaat
Rama said:
siap… for blogger we are sister and brother….