Iklan adalah sebuah kegiatan persuasif nan pendek, alih-alih mereka memang menciptakan phenomenad dalam alam pikiran kita. Fenomena iklan sekarang sangat marak di TV kita dari Iklan partai yang makin sering aja hingga iklan yang niru-niru bahasa orang dari negara lain. Iklan memang sesuatu yang seringkali kita anggap remeh temeh alias sambil lalu saja, tetapi kita seringkali lupa ada audience yang selalu menanggapi iklan dengan seksama yaitu “anak”. Lihatlah anak-anak disekitar kita, mereka sangat fasih dengan iklan-iklan yang ada di TV dibandingkan kita. Seribu satu macam alasan seringkali dibuat sang kreator iklan untuk mengatakan bahwa iklannya emang “kreatif” tetapi sadar enggak sadar kata-kata itu membuat defence dari kritikan, bila dikritik rasanya kita mengatakan orang yang ngeritik “wah…enggaak asyik luh!” Ada sebuah iklan yang muncul atau malah banyak iklan yang muncul tidak memandang kreasi orang lain, mereka seringkali head to head atau saling membandingkan produk mereka dengan produk orang lain. Mereka gemar mengkomparasi “ide”nya dengan produk orang lain, intinya punya kita emang nomer wahid deh enggak mau isnain..dan lupa produk lain pun punya hati, sehingga saling berbalas pantun mulai hadir di dunia iklan dan terjebak dalam ide”balas dendam” Seribu satu macam alasan bisa dibuat oleh orang kreatif (orang kreatif gitu loh
) tapi mencari satu alasan saja untuk tidak menjatuhkan produk orang lain dan bersikap Original itu emang susah…
Kembali pada pemikiran awal tentang anak, fenomena banyak melukiskan bahwa anak adalah kertas kosong dan mereka diisi oleh lingkungan, dan iklan sebagai sumber informasi sejauh ini emang efektif, Lalu sadar enggak iklan yang hadir belom memikirkan itu? para pekerja iklan banyak yang belum menghargai bahwa anak pun punya kehidupan. Memorable experience yang mereka punya mendekam lebih lama dari apa yang kita kira. Menghargai kehidupan dengan iklan adalah menangkap realita dengan sudut pandang yang lebih menjual dengan tidak membandingkan sebuah kehidupan dan mengecilkan kehidupan yang lain. Ketika kita sudah membanding-bandingkan kita lebih “baik” berarti kita tidak menghargai kehidupan orang lain. Iklan adalah kegiatan kreatif yang fenomenal mereka hadir tidak diminta tetapi meminta kita untuk memperhatikannya. Iklan tidaklah lebih hebat ketika si pembuat merasa produknya lebih hebat dari produk orang lain, iklan akan menjadi superior bila iklan menjadi diri mereka dengan














0 Responses to “menghargai dengan iklan”